Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Seed treatment pada benih jagung manis dalam menekan penyakit bulai (downy mildew) untuk meningkatkan hasil produksi di masa pandemi Supandji Supandji; Muhammad Muharram
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2021): MEI
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatimas.v1i1.1673

Abstract

Kehadiran pandemi COVID-19, membuat sistem disektor pangan dari proses produksi, distribusi hingga konsumsi (hulu hingga hilir) telah mengalami banyak perubahan besar. Salah satu komoditas tanaman pangan yakni jagung perlu perhatian khusus pada saat pandemi ini.Karena tidak boleh terjadi kegagalan panen, agar kebutuhan pangan pada saat pandemi tetap terpenuhi. Banyak penyebab terjadinya kegagalan panen jagung, yang terutama disebabkan oleh serangan bulai (Peronosclerospora maydis). Pencegahan serangan bulai dapat dilakuan dengan cara seed treatment dengan fungisida. Pada kegiatan pengabdian masyarakat ini, tim pelaksana melakukan diskusi dengan tujuan untuk: 1) menjelaskan perihal tentang maksud dan tujuan rencana pengabdian kepada masyarakat; 2) mendata masalah-masalah yang dihadapi masyarakat; 3) melakukan diskusi tentang pencegahan dan penanggulangan penyakit bulai jagung melalui metode pengolahan benih dengan menggunakan fungisida; 4) menentukan jadwal dan lokasi pelaksanaan rencana pengabdian masyarakat. Pengamatan dilapang dilaksanakan ketika tanaman berumur 13 HST, hasil menunjukkan bahwa serangan penyakit bulai pada jagung terjadi mulai 24 hari setelah tanam. Perlakuan seed treatment pada benih jagung menunjukkan hasil yang lebih baik jika di bandingkan kontrol.
Respon Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum L ) Terhadap Kombinasi Pemberian Pupuk Kascing Dan Pupuk NPK Arya Sadewa; Supandji Supandji; Junaidi Junaidi; Muhammad Muharram
JINTAN : Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 1 No. 2 (2021): JULY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v1i2.1789

Abstract

The study aimed to obtain the best doses of vermicompost and NPK Mutiara fertilizer to develop, produce, and quality tomato (Solanum lycopersicum L) plants. The factorial study was conducted in a completely randomized design with three replications. The first factor was the dose of vermicompost fertilizer in three levels: 100, 200, and 300 grams/plant. The second factor was the dose of NPK Mutiara 16:16:16, arranged in three levels: 10, 20, and 30 grams/plant. The results showed that the interaction was significantly different in the observation of plant height and number of leaves for the largest average in the K2N2 treatment, namely 62.23 cm for plant height and 26 for the number of leaves. In the study of fruit number, fruit weight, and production per hectare, there was no interaction at all in each treatment. This research concluded that there were significantly different interactions for the parameters of plant height and the number of leaves. However, there were no significant interactions by parameters of fruit number, fruit weight, and production per hectare. It is recommended to conduct a restudy to get the correct dose of both vermicompost and fertilizer for tomato plants. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan takaran dosis pupuk kascing dan pupuk NPK Mutiara terbaik untuk perkembangan, produksi dan kualitas tanaman tomat (Solanum lycopersicum L). Penelitian factorial dilakukan dalam Rancangan Acak Lengkap dalam tiga ulangan. Faktor pertama adalah takaran pupuk kascing tersusun tiga taraf: 100, 200, dan 300 gram/tanaman. Faktor kedua adalah takaran pupuk NPK Mutiara 16:16:16 tersusun tiga taraf: 10, 20, dan 30 gram/tanaman. Hasil penelitian mendapatkan interaksi berbeda nyata di pengamatan tinggi tanaman dan jumlah daun untuk rata-rata terbesar di perlakuan K2N2, yaitu 62,23 cm untuk tinggi tanaman dan 26 untuk jumlah daun. Pada penelitian jumlah buah, berat buah, dan produksi per hektar tidak ada interaksi pada setiap perlakuan. Dalam peneletian ini disimpulkan terdapat interaksi yang berbeda nyata untuk parameter tinggi tanaman dan jumlah daun, namun tidak terdapat interaksi berbeda nyata oleh parameter jumlah buah, berat buah, dan produksi per hektar. Disarankan untuk diadakan penelitian ulang guna mendapatkan dosis yang benar untuk tanaman tomat.
Peningkatan Produksi Jagung (Zea mays L.) melalui Pengaturan Jarak tanam dan Pemupukan Berimbang (Organik dan Anorganik) Dhedik Arif Nurrahhim; Nugraheni Hadiyanti; Supandji Supandji; Ummu Fitrothul Hidayah; Chendy Tafakresnanto
Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 6 No. 1 (2026): JANUARY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v6i1.7261

Abstract

Maize is an important food crop in Indonesia as a major source of carbohydrates. Cultivation techniques involving the determination of optimal plant spacing and a balanced application of organic and inorganic fertilizers are expected to enhance crop productivity. The regulation of plant spacing and the balance between organic and inorganic fertilization in maize cultivation need to be implemented to evaluate appropriate spacing arrangements and fertilizer dosages in order to achieve optimal maize growth and yield. The field experiment was conducted from October to December 2024 in Sumberjo Village, Sutojayan District, Blitar Regency, at an altitude of 137 m above sea level (lowland), with an average temperature of 23°C to 28°C. The study employed a two-factor randomized complete block design (RCBD) with three replications. The first factor was plant spacing, consisting of 100x20 cm (J1), 75x20 cm (J2), and 50x20 cm (J3). The second factor was organic-inorganic fertilization, including 700 kg ha⁻¹ of manure without NPK (P1), 700 kg ha⁻¹ of manure combined with 350 kg ha⁻¹ of NPK (P2), and 350 kg ha⁻¹ of NPK (P3). Observed variables included ear length, ear weight with husk, ear weight without husk, grain weight per plant, plant height, leaf area, and number of leaves. The collected data were analyzed using analysis of variance (ANOVA), and when significant differences were detected, the analysis was followed by the Least Significant Difference (LSD) test at the 5% significance level. The plant spacing treatments and fertilization combinations showed no significant interaction for any of the observed variables. Plant spacing had no significant effect on either growth or yield variables of maize. In contrast, the combination of 700 kg ha⁻¹ of manure and 350 kg ha⁻¹ of NPK fertilizer had a significant effect on all observed variables. Based on these findings, sustainable maize cultivation is recommended to apply balanced fertilization consisting of 700 kg ha⁻¹ of manure and 350 kg ha⁻¹ of NPK fertilizer. Jagung termasuk bahan pangan penting di Indonesia sebagai penyedia sumber karbohidrat. Teknik bertanam melalui penentuan jarak tanam optimal dan keseimbangan pupuk organik anorganik diharapkan meningkatkan produksi tanaman. Pengaturan jarak tanam serta keseimbangan antara pemupukan organik dan anorganik pada tanaman jagung perlu diterapkan untuk mengkaji ukuran jarak tanam dan dosis pupuk organik-anorganik yang tepat sehingga menghasilkan pertumbuhan dan hasil jagung yang optimal. Percobaan lahan pada bulan Oktober sampai Desember 2024 di Desa Sumberjo Kec. Sutojayan Kabupaten Blitar yang terletak pada ketinggian 137 m dpl (dataran rendah), suhu 23℃ sampai 28℃. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) dua faktor, pengulangan sebanyak tiga kali. Faktor pertama perlakuan ukuran jarak tanam, terdiri atas: 100×20 cm (J1), 75×20 cm (J2), dan 50×20 cm (J3), sedangkan factor lainnya adalah pemupukan organik-anorganik meliputi pupuk kandang 700 kg ha-1 tanpa NPK (P1), pupuk kandang 700 kg/ha dan NPK 350 kg ha-1(P2), dan 350 kg ha-1 pupuk kandang + NPK 350 kg ha-1 (P3). Variabel pengamatan meliputi panjang tongkol. Bobot tongkol dengan kelobot, bobot tongkol tanpa kelobot, berat biji per tanaman, tinggi tanaman, luas daun, dan jumlah daun. Data hasil pengmatan dianalisis menggunakan analisis sidik ragam, dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5% apabila hasil signifikan. Perlakuan jarak tanam dan kombinasi pemupukan tidak menunjukkan interaksi yang nyata pada semua variabel pengamatan. Perlakuan jarak tanam tidak memperlihatkan pengaruh yang signifikan secara nyata baik pada variabel pertumbuhan maupun hasil jagung. Kombinasi pupuk kandang 700 kg ha-1 dan NPK 350 kg ha-1 berpengaruh signifikan terhadap semua variabel yang diamati. Berdasarkan penelitian tersebut, dalam budidaya tanaman jagung berkelanjutan direkomendasikan dengan pemupukan berimbang yaitu pupuk kandang sebesar 700 kg ha-1 dan NPK sebesar 350 kg ha-1.
Pengaruh Pemberian Dosis POC Bonggol Pisang Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Rena Eksa; Supandji Supandji; Junaidi Junaidi; Wahyu Widiyono
Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 6 No. 1 (2026): JANUARY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v6i1.7267

Abstract

Increasing the productivity of shallot (Allium ascalonicum L.), a high-value horticultural crop, can be achieved through the application of organic-based technology. One promising innovation is the use of liquid organic fertilizer (LOF) derived from banana corms, which contains essential nutrients and decomposer microorganisms. These components help improve soil structure and enhance nutrient availability, thereby supporting plant growth. This study aims to evaluate the effect of banana corm-based LOF on shallot growth and yield, and to determine the most effective application rate. The research was conducted in Selorejo Village, Nganjuk Regency, from May to July 2024. The plants were grown in polybags, and a Completely Randomized Design (CRD) was used with six treatment levels ranging from D0 (control) to D5 (highest dose). The observed parameters included plant height, number of leaves, fresh and dry biomass weight, and dry bulb weight. The data were analyzed using ANOVA to assess treatment effects. The results showed that banana corm LOF application significantly affected several growth variables, particularly plant height at 14 days after planting (DAP), number of leaves at 21–35 DAP, dry biomass weight, and dry bulb weight. Among the treatments, the 200 ml per plant dose (D5) produced the best growth and yield performance. Therefore, this dosage is recommended as the optimal application rate for enhancing shallot production using banana corm-based LOF. Peningkatan produksi bawang merah (Allium ascalonicum L.), yang merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi, dapat ditempuh melalui pemanfaatan teknologi berbasis organik. Salah satu inovasi yang digunakan adalah pupuk organik cair (POC) dari bonggol pisang, yang mengandung unsur hara penting serta mikroorganisme pengurai. Kandungan tersebut mampu memperbaiki sifat fisik tanah dan memperkaya ketersediaan nutrien, yang pada akhirnya menunjang pertumbuhan tanaman. Penelitian ini dilakukan untuk menilai pengaruh POC bonggol pisang terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah, sekaligus mengidentifikasi dosis paling efektif. Kegiatan penelitian berlangsung di Desa Selorejo, Kabupaten Nganjuk, selama bulan Mei hingga Juli 2024. Media tanam menggunakan polybag, dan rancangan percobaan yang diterapkan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan enam perlakuan dosis, yaitu D0 (kontrol) hingga D5 (dosis tertinggi). Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, bobot brangkasan basah dan kering, serta berat umbi kering. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan uji ANOVA untuk mengetahui pengaruh perlakuan. Hasil menunjukkan bahwa POC bonggol pisang memberikan dampak signifikan terhadap beberapa aspek pertumbuhan, antara lain tinggi tanaman pada 14 hari setelah tanam (HST), jumlah daun pada 21 hingga 35 HST, serta peningkatan bobot brangkasan kering dan berat umbi kering. Dosis 200 ml per tanaman (D5) menunjukkan respons pertumbuhan dan hasil terbaik dibandingkan perlakuan lainnya, sehingga dapat direkomendasikan sebagai dosis optimal dalam budidaya bawang merah dengan pendekatan berbasis POC bonggol pisang.
PENGARUH DOSIS PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TIGA VARIETAS TANAMAN PAKCHOY (Brassisca rapa L) PADA SISTEM HIDROPONIK NFT Ariska Andy Styawan; Edy Kustiani; Supandji Supandji
Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 6 No. 2 (2026): JULY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v6i2.7670

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh varietas dan dosis yang efektif POC Marolis terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman pakcoy pada hidroponik sistem NFT. Hipotesis yang diharapkan varietas green pakchoy dan dosis POC 30 ml/liter air merupakan perlakuan terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy sistem .hidroponik NFT. Penelitian ini dilakukan pada ruang paranet/green house di Desa Brumbung Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri, Propinsi Jawa Timur, dengan ketinggian ± 155 meter diatas permukaan laut (dpl). Penelitian dilaksanakan pada tanggal 15 Juni  sampai dengan 10 Agustus 2023. Percobaan ini menggunakan rancangan acak kelompok petak terbagi (split–plot) dengan dua faktor varietas pakchoy dosis POC dan yang masing-masing terdiri 3 taraf. Faktor pertama varietas pakchoy (V) sebagai petak utama yang terdiri dari 3 level diulang 3 kali : V1 : Varietas Flaminggo; V2 : Varietas Greeen dan V3 : Varietas White.  Faktor kedua  Dosis POC (D) sebagai anak petak yang terdiri dari 3 level diulang 3 kali. D1 : Dosis POC Marolis 20 ml/liter air; D2:  Dosis POC Marolis 30 ml/liter air dan D3        : Dosis POC Marolis 40 ml/liter air. Parameter yang diamati Tinggi Tanaman, Jumlah daun, Luas Daun, Berat Basah dan Berat Kering Akar per tanaman, Berat Basah dan Berat Kering per tanaman. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa  Perlakuan tiga varietas pakchoy berpengaruh pada fase vegetatif terhadap tinggi tanaman pengamatan umur 10 hst, 20 hst, 30hst, dan 40 hst;  jumlah daun umur  20 hst, 30 hst dan 40 hst, luas daun pada umur 30hst dan 40 hst, (hasil terbaik perlakuan V2) dan pada fase generatif terhadap berat basah dan berat kering akar saat panen, serta berat basah dan berat kering per tanaman saat panen (hasil terbaik ditunjukan perlakuan V2 yaitu pakchoy varietas green). Perlakuan dosis pupuk organik cair (POC) Marolis berpengaruh pada fase vegetatif terhadap tinggi tanaman pengamatan umur 10 hst, 20 hst, 30hst, dan 40 hst;  jumlah daun umur  20 hst, 30 hst dan 40 hst, luas daun pada umur 30hst dan 40 hst, (hasil terbaik perlakuan D2) dan pada fase generatif terhadap berat basah dan berat kering akar saat panen, serta berat basah dan berat kering per tanaman saat panen, hasil terbaik ditunjukan perlakuan D2 yaitu (dosis 30 ml/liter air).   The research aims to determine the effect of varieties and effective doses of Marolis POC on the growth and production of pak choy plants in the NFT hydroponic system. The hypothesis is that the green pakchoy variety and a POC dose of 30 ml/liter of water are the best treatment for the growth and yield of pakchoy plants in the NFT hydroponic system. This research was conducted in a paranet/green house room in Brumbung Village, Kepung District, Kediri Regency, East Java Province, at an altitude of ± 155 meters above sea level (asl). The research was carried out from June 15 to August 10 2023. This experiment used a split-plot randomized block design with two POC dose pakchoy variety factors and each consisting of 3 levels. The first factor is the pakchoy variety (V) as the main plot consisting of 3 levels, repeated 3 times: V1: Flaminggo variety; V2: Green variety and V3: White variety. The second factor is POC Dose (D) as a subplot consisting of 3 levels repeated 3 times. D1: Marolis POC dose 20 ml/liter of water; D2: Marolis POC dose is 30 ml/liter of water and D3: Marolis POC dose is 40 ml/liter of water. The parameters observed were Plant Height, Number of leaves, Leaf Area, Wet Weight and Dry Weight of Roots per plant, Wet Weight and Dry Weight per plant. Based on the results of the research that has been carried out, it can be concluded that the treatment of the three varieties of pakchoy has an effect on the vegetative phase on the height of plants observed at 10 days after planting, 20 days after planting, 30 days after planting, and 40 days after planting; number of leaves aged 20 dap, 30 dap and 40 dap, leaf area at 30 dap and 40 dap, (best results from V2 treatment) and in the generative phase the wet weight and dry weight of the roots at harvest, as well as the wet weight and dry weight per plant at harvest. harvest (the best results were shown by the V2 treatment, namely the green variety pakchoy). Marolis liquid organic fertilizer (POC) dosage treatment had an effect on the vegetative phase on the height of plants observed at 10 days after planting, 20 days after planting, 30 days after planting, and 40 days after planting; number of leaves aged 20 dap, 30 dap and 40 dap, leaf area at 30 dap and 40 dap, (best results from D2 treatment) and in the generative phase the wet weight and dry weight of the roots at harvest, as well as the wet weight and dry weight per plant at harvest, the best results were shown by D2 treatment, namely (dose 30 ml/liter of water).