Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Kebiasaan Melakukan Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Hipertensi Pada Lansia Di Paguyuban Lansia Dusun Kerto Desa Pleret Kabupaten Bantul Mir-a Kemila; Agustina; Dwi Ratnaningsih
Jurnal Permata Indonesia Volume 11, No.2, November 2020
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.429 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v11i2.66

Abstract

Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana tekanan darah seseorang ≥ 140 mmHg (sistolik)dan/atau ≥ 90 mmHg (diastolik). Selain sebagai salah satu jenis penyakit yang tidak menular,hipertensi merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular lainnya. Hipertensi lebih banyakmenyerang pada kelompok usia lanjut. Cara mengontrol hipertensi secara non farmakologidiantaranya adalah mengontrol pola makan, mengurangi asupan garam, melakukan manajemen stres,serta melakukan aktivitas fisik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antarakebiasaan melakukan aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi pada lansia di paguyuban lansia dusunKerto desa Pleret kecamatan Pleret kabupaten Bantul. Metode penelitian yang digunakan adalahpenelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional, subjek penelitian adalah lansiausia 60 - 74 tahun dengan jumlah sampel 75 orang diambil dengan cara purposive sampling. Analisadata dilakukan dengan SPSS dengan uji korelasi chi square. Sebesar 50,7% responden beraktivitassedang, 37,3% ringan, 9% berat, 69,3% responden mengalami hipertensi, dan 30,7% tidak hipertensi.Ada hubungan antara kebiasaan melakukan aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi pada lansia dipaguyuban lansia dusun Kerto desa Pleret Kecamatan Pleret kabupaten Bantul dengan P value sebesar0,000 < α (0,05).
GERAKAN KELUARGA SADAR OBAT (GKSO) DI DESA KENALAN, KECAMATAN BOROBUDUR, KABUPATEN MAGELANG Fania Putri Luhurningtyas; Lyna Lestari Indrayati; Mir-a Kemila
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.14469

Abstract

Pengetahuan tentang obat harus dimiliki oleh semua lapisan masyarakat. Maraknya penyebaran obat palsu dan keselahan penggunaan obat DAGUSIBU manjadi salah satu upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam menggunakan dan mengelola obat. Tujuan dari Pengabdian masyarakat ini adalah memberikan penyuluhan DAGUSIBU kepada masyarakat khususnya bapak ibu kader Kesehatan di Desa Kenalan Kabupaten Magelang. Dengan penyuluhan ini diharapkan untuk meningkatkan pengetahuan terhadap penggunaan obat. Peserta penyuluhan ini diberikan materi tentang DAGUSIBU secara langsung serta didukung dengan alat peraga berupa obat sebagai contoh penerapan DAGUSIBU dalam diskusi aktif. Luaran pengabdian ini menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta penyuluhan tentang obat melalui DAGUSIBU. Oleh karena itu penyuluhan ini perlu di lanjutkan untuk memantau dan meningkatkan kader sebagai agen informasi yang baik ke masyarakat umum khususnya di Desa Kenalan Kabupaten Magelang.
Analisis Kesesuaian Biaya Terapi Pasien Stroke Iskemik Rawat Inap terhadap Tarif INA-CBGs Di Magelang Suzan Astyamalia; Mir-a Kemila; Wahid Sabaan
INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 4 (2026): Agustus 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/insologi.v5i4.8778

Abstract

Ischemic stroke is catastrophic diseases and recognized as placing a considerable financial strain on patients and health systems. The difference between actual hospital expenditures and INA-CBGs reimbursement rates potentially threaten the financial stability of healthcare facilities. Therefore, this study aimed to analyze the comparison between actual hospital costs and INA-CBGs tariffs for hospitalized ischemic stroke patients covered by the National Health Insurance, using a retrospective approach based on medical record and JKN claim data obtained from ischemic stroke patients at Soerojo Hospital in 2025. A total of 217 patients met the inclusion criteria, and the analysis was conducted based on ward class and severity level to calculate the difference between actual costs and INA-CBGs tariffs. The results indicated at severity level 1, all ward classes yielded a positive difference (surplus), namely IDR 3,342,519 (class 1), IDR 3,068,501 (class 2), and IDR 1,486,293 (class 3). In contrast, at severity level 2, all classes recorded a negative difference (deficit) of IDR 1,062,231, IDR 2,377,175, and IDR 2,191,417, respectively. The deficit widened considerably at severity level 3, with negative differences of IDR 22,515,300 (class 1), IDR 7,634,467 (class 2), and IDR 18,819,214 (class 3). Therefore, an evaluation and adjustment of INA-CBGs tariffs are warranted to ensure that the reimbursement rates better reflect the actual cost of hospital care.