Syaifuddin Zuhri Harahap, Syaifuddin Zuhri
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

REDUPLIKASI DALAM BAHASA ANGKOLA MANDAILING Harahap, Syaifuddin Zuhri
Aksara Vol 26, No 2 (2014): Aksara, Edisi Desember 2014
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1431.536 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v26i2.156.245-155

Abstract

Bahasa Angkola Mandailing memiliki sistem reduplikasi yang membentuk makna baru atau makna lain di samping sistem afiksasi dan pemajemukan. Kajian reduplikasi dalam bahasa Angkola Mandailing ini dilakukan untuk melihat tipe reduplikasi dan bagaimana makna tipe reduplikasi tersebut difungsikan dalam bahasa Angkola Mandailing. Untuk mengungkap hal itu digunakan teori morfologi linguistik deskriptif struktural yang bertalian dengan reduplikasi. Metode deskriptif dengan model padan dan agih dilaksanakan dengan teknik referensial, yaitu teknik yang alat penentunya ialah kenyataan yang ditunjuk oleh bahasa itu sendiri. Data lisan diperoleh dari berbagai percakapan yang terjadi di lingkungan masyarakat Angkola Mandailing dan beberapa orang informan, sedangkan data tertulis diperoleh dari kamus bahasa Angkola Mandailing, buku-buku dan karya-karya ilmiah yang membahas tentangbahasa Angkola Mandailing. Hasil penelitian ini sebagai berikut. Pertama, ada dua puluh tipe reduplikasi dalam bahasa Angkola Mandailing yaitu; tipe R-1 yaitu bentuk (D + R), tipe R-2 yaitu bentuk (D + Rpf), tipe R-3 yaitu bentuk ((D + R) + mar-), ((D+R) + tar-), dan ((D+R) + par-), tipe R-4 yaitu bentuk ((D + R) + marsi-/-an), tipe R-5 yaitu bentuk (D + (R + mar-)), tipe R-6 yaitu bentuk ((D + R) + maN-), dan ((D + R) + paN-), tipe R-7 yaitu bentuk (D + (R + maN-)), tipe R-8 yaitu bentuk (D + (R + maN-/-i)), tipe R-9 yaitu bentuk ((D + R) + maN-/-hon), ((D + R) + paN-/- hon), tipe R-10 yaitu bentuk ((D + R) + tar-/-i), dan ((D + R) + mar-/-i), tipe R-11 yaitu bentuk ((D + R) + maN-/-i), dan ((D + R) + paN-/-i), tipe R-12 yaitu bentuk ((D + R) + sa -/{-na}), tipe R-13 yaitu bentuk ((D + R) + ha-/{-na}), tipe R-14 yaitu bentuk ((D + R) + ha-/-an), tipe R-15 yaitu bentuk ((D + R) + -an), tipe R-16 yaitu bentuk ((D + R) + -um-), dan ((D + R) + -in-), tipe R-17 yaitu bentuk (D + Rp) Reduplikasi Parsial (Rp), tipe R-18 yaitu bentuk (D + Rs) Reduplikasi Semantis (Rs), tipe R-19 yaitu bentuk (D + Rf) Reduplikasi Fonologis (Rf); tipe R-20 yaitu bentuk (D + Rf) Reduplikasi Sintaksis (Rsin). Kedua, secara kontekstual ditemukan maknatipe reduplikasi bebas konteks dan terikat konteks dalam bahasa Angkola Mandailing.
MENINGKATKAN KEMAHIRAN BERBAHASA MELALUI PEMBELAJARAN APRESIASI SASTRA BAGI PESERTA DIDIK TINGKAT SD DI KOTA MEDAN Suyadi, Suyadi; Harahap, Syaifuddin Zuhri; Imran, Imran
Bahterasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 1 (2020): Februari
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.176 KB) | DOI: 10.30596/bahterasia.v1i1.3742

Abstract

Penelitian/pengkajian ini dilakukan atas dasar pentingnya faktor pembelajaran apresiasi sastra dalam mendukung efektivitas pancapaian kemahiran berbahasa Indonesia peserta pendidik. Pengkajian ini dilakukan untuk membuktikan apakah ada korelasi antara kegiatan apresiasi sastra dengan kemahiran berbahasa Indonesia peserta didik tingkat SD. Pendekatan yang digunakan dalam pengkajian ini adalah pendekatan kuantitatif korelasional. Dengan jumlah responden 60 peserta didik. Kegiatan pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan (1) tes mengarang dan (2) lembar pengamatan l. Dari hasil korelasi koefisien dengan program SPSS proses analisis data tentang korelasi antara kemampuan mengapresiasi sastra dengan kemahiran berbahasa Indonesia dengan menggunakan rumus koefisien korelasi berganda (multiple corelation). Hipotesis awal menunjukkan bahwa semakin baik kemampuan apresiasi sastra maka semakin tinggi kemahiran berbahasa Indonesia.Kata kunci : kemahiran berbahasa, pembelajaran apresiasi sastra