Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Strengthening The Religius and Honest Character of Students Through Tazkiyatun Nafs Guidance at Early Childhood Education Muhammad Nofan Zulfahmi; Subaidi; Mudzakir Ali
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v8i1.4920

Abstract

This study aims to examine and analyze the enhancement of students’ religious and honesty character through tazkiyatun nafs guidance in early childhood education settings. It employs a field research design, with data collected through observations, interviews, and documentation. The findings indicate that, first, religious character constitutes one of the key values cultivated in early childhood education, this character comes from Islamic teachings to Enhancing one’s relationship with God Almighty encompasses students’ thoughts, speech, and actions, all of which are consistently guided by religious values and principles.Through tazkiyatun nafs efforts, such as students being trained to pray, sholat, say greetings, read basmalah and hamdalah religious and honest characters are instilled in them, because prayer embedded divine values and at the same time the value of honesty; second, A fundamental objective of formal education is to cultivate honesty among students, because honesty is the basic capital in life.
Politik Pendidikan Islam Di Indonesia Dalam Lintasan Sejarah: Analisis Kebijakan Dari Masa Kolonial Hingga Pascareformasi A Haryadi; Nurul Hidayah; Mudzakir Ali; Sari Hernawati
Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 3 Juli 2026: Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/amorti.v5i3.1342

Abstract

Politik pendidikan merupakan salah satu faktor yang menentukan arah perkembangan pendidikan Islam di Indonesia. Perubahan rezim politik sejak masa kolonial hingga pascareformasi telah menghasilkan kebijakan yang beragam terhadap penyelenggaraan pendidikan Islam, mulai dari kebijakan pembatasan, pengakuan, integrasi, hingga penguatan kelembagaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika politik pendidikan Islam di Indonesia melalui perspektif historis dengan menelaah perubahan kebijakan pada masa kolonial, Orde Lama, Orde Baru, Reformasi, dan pascareformasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian sejarah dan studi kepustakaan. Data diperoleh dari peraturan perundang-undangan, arsip kebijakan, buku ilmiah, serta artikel jurnal yang relevan, kemudian dianalisis melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan negara dengan pendidikan Islam mengalami transformasi yang signifikan pada setiap periode pemerintahan. Penelitian ini menunjukkan bahwa politik pendidikan Islam di Indonesia memperlihatkan pola kesinambungan dan perubahan yang dipengaruhi oleh konfigurasi politik nasional, sementara lembaga pendidikan Islam secara konsisten mampu beradaptasi terhadap perubahan kebijakan tanpa kehilangan identitas dan fungsi sosial-keagamaannya.
Rekonstruksi Historis Pendidikan Islam Pra-Walisongo di Nusantara Akhmad Luthfi Mubarok; Mudzakir Ali
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 7 No. 8 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v7i8.10612

Abstract

Pendidikan Islam di Nusantara tidak dapat dipahami hanya melalui fase Walisongo. Jauh sebelum para wali berkiprah secara intensif di Jawa, proses transmisi ajaran Islam telah berlangsung seiring dengan islamisasi kawasan pesisir, pertumbuhan komunitas Muslim, serta munculnya kerajaan-kerajaan Islam awal di wilayah Sumatera dan kawasan Melayu. Dalam konteks tersebut, fase pra-Walisongo merupakan tahap penting yang menandai lahirnya praktik pendidikan Islam awal di Nusantara. Namun, fase ini masih relatif kurang mendapat perhatian khusus dalam kajian sejarah pendidikan Islam. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan merekonstruksi pendidikan Islam pra-Walisongo di Nusantara dengan menelaah konteks historis islamisasi, bentuk dan ruang pendidikan, para aktor yang berperan, serta kedudukannya sebagai fondasi bagi perkembangan pendidikan Islam pada masa Walisongo dan sesudahnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis kajian kepustakaan dengan perspektif sejarah-historiografis. Sumber data diperoleh dari buku-buku sejarah Islam Indonesia, artikel jurnal ilmiah, dan karya akademik lain yang relevan dengan Islamisasi Nusantara dan sejarah pendidikan Islam awal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada fase pra-Walisongo telah berkembang praktik pendidikan Islam yang bersifat sederhana, nonformal, dan berbasis komunitas. Pendidikan berlangsung di rumah pedagang dan ulama, masjid, surau, meunasah, rangkang, serta dayah, dengan pelaku utama berupa pedagang muslim, ulama, sufi, dan elite politik setempat. Pola pengajaran halaqah, pembinaan keagamaan berbasis komunitas, serta tradisi pendidikan berasrama pada lembaga seperti dayah menunjukkan kesinambungan yang kuat dengan perkembangan pesantren pada masa Walisongo. Dengan demikian, pendidikan Islam pra-Walisongo dapat dipahami sebagai fase embrional sekaligus fondasi sejarah bagi pertumbuhan pendidikan Islam di Nusantara.