Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PELATIHAN PEMBUATAN ALAT MONITORING STABILITAS TEGANGAN BAGI SISWA-SISWI SMK DI BANDAR LAMPUNG Osea Zebua
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol 7 No 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v7i2.403

Abstract

Fluktuasi nilai tegangan dan nilai tegangan yang berada di luar batas operasi yang diijinkan akibat berbagai operasi dan gangguan pada jaringan distribusi tegangan rendah dapat menyebabkan kerusakan pada peralatan-peralatan listrik konsumen. Oleh karena itu monitoring stabilitas tegangan secara online perlu dilakukan untuk menghindarkan kerusakan peralatan-peralatan listrik tersebut. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membantu siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam memahami dan membuat alat monitoring stabilitas tegangan berbasis mikrokontroler Metode yang digunakan dalam kegiatan penngabdian ini adalah ceramah dan pelatihan. Hasil kegiatan mampu meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan siswa-siswi SMK dalam membuat sendiri alat monitoring stabilitas tegangan untuk pemakaian di jaringan distribusi tegangan rendah.
Desain Kendali Tegangan Keluaran Pembangkit Listrik Tenaga Pikohidro Menggunakan Konverter SEPIC dengan Tuning Fuzzy Logic Control Noer Soedjarwanto; Osea Zebua; Fadil Hamdani; Dona Eliza; Luki Nurmalik
Electrician : Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro Vol. 19 No. 3 (2025)
Publisher : Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/elc.v19n3.2918

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Pikohidro (PLTPH) merupakan solusi untuk memenuhi kebutuhan suplai listrik pada daerah terpencil yang tidak terjangkau jaringan listrik nasional. Tantangan utama dalam implementasi PLTPH adalah ketidakstabilan tegangan keluaran yang dihasilkan karena fluktuasi debit air yang menggerakkan turbin. Pada penelitian ini dilakukan integrasi Konverter SEPIC dan Pengendali Logika Fuzzy pada prototipe PLTPH untuk menstabilkan tegangan keluaran yang dihasilkan pembangkit. Integrasi konverter SEPIC memungkinkan penstabilan tegangan menuju nilai setpoint dengan menaikkan dan menurunkan tegangan sesuai kondisi operasi. Pengendali Logika Fuzzy menggunakan sistem logika untuk menangani ketidakpastian pada tegangan input. Pengujian dengan setpoint 12 V dan beban lampu DC 12 V menghasilkan nilai rise time 1,5420 detik dan Settling time rata-rata 1,7414 detik. Hasil ini menunjukkan sistem mampu mencapai setpoint secara cepat tanpa fluktuasi berkepanjangan. Nilai Maximum overshoot rata-rata 0,583% dan Error steady-state rata-rata 0,0146% sehingga tidak terdapat lonjakan tegangan berlebih dan tegangan keluaran mendekati nilai setpoint.
Analisa dan Optimasi Koordinasi Over Current Relay (OCR) Dan Ground Fault Relay (GFR) Dengan Menggunakan Metode Particle Swarm Optimization (PSO) Muhammad Riehan Arraief; Lukmanul Hakim; Zulmiftahul Huda; Osea Zebua
Electrician : Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro Vol. 20 No. 1 (2026)
Publisher : Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/elc.v20n1.2954

Abstract

Sistem proteksi pada jaringan tenaga listrik dituntut untuk bekerja cepat, tepat, dan selektif demi menjaga keandalan serta keamanan operasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengoptimalkan koordinasi Over Current Relay (OCR) dan Ground Fault Relay (GFR) menggunakan metode Particle Swarm Optimization (PSO). Parameter yang dioptimalkan meliputi Time Dial Setting (TDS), arus pick-up (??), dan waktu operasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode PSO menghasilkan setting baru yang lebih selektif dibanding kondisi eksisting. Setting akhir yang diperoleh adalah sebagai berikut: OCR penyulang dengan ?? = 360 A, TDS = 0.15 s; OCR 20 kV dengan ?? = 2000 A, TDS = 0.27 s; OCR 150 kV dengan ?? = 270 A, TDS = 0.38 s. Sementara itu, GFR penyulang memiliki ?? = 30 A dengan waktu operasi 0.125 s, GFR 20 kV dengan ?? = 100 A dan waktu operasi 0.23 s, serta GFR 150 kV dengan ?? = 90 A dan waktu operasi 0.62 s. Urutan kerja proteksi menjadi lebih optimal, yaitu relay penyulang bekerja paling cepat, diikuti relay 20 kV, dan terakhir relay 150 kV, sesuai standar IEC 60255. Dengan demikian, penerapan metode PSO mampu mengoptimasi koordinasi sistem proteksi serta meminimalisir pemutusan area gangguan yang lebih luas.