Ir. Wiwiek Andajani, MM
Kadiri University, Kediri

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Komparatif Biaya dan Pendapatan Usahatani Padi Sawah Antara Petani Anggota Kelompok Tani dan Non-Anggota Kelompok Tani (Studi Kasus Dusun Kaligayam, Desa Tiron, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri) Intan Aulia Rachmawati S.P; Ir. Eko Yuliarsha Sidhi, MP.; Ir. Wiwiek Andajani, MM
JINTAN : Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 1 No. 1 (2021): JANUARY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v1i1.1384

Abstract

Farmer groups are social groups that are expected to assist farmers in applying more modern and sustainable agriculture. There are many benefits that farmers get if they join farmer groups, one of which is that as a place to share experiences and establish cooperation with other farmers. With the existence of farm management which is carried out together, it will be able to increase the productivity of the farming business. A study was conducted to compare the costs and income of lowland paddy farming between farmers who are members of farmer groups and farmers who are not members of farmer groups. The respondents were determined by stratifed random sampling. The number of farmers taken as a sample was 30 farmers who were then divided into 3 strata based on land area. Respondents in strata 1 have a land area of less than 0.25 ha, respondents in strata 2 have a land area of 0.25 ha, while respondents in strata 3 have a land area of more than 0.25 ha. The data in this study were collected through observation and interviews. The conclusion obtained from the research was that there was no difference in costs incurred by members of farmer groups and non-members of farmer groups, but members of farmer groups generate higher income than non-members of farmer groups. Kelompok tani merupakan kelompok sosial yang diharapkan dapat membantu petani dalam mengaplikasikan pertanian yang lebih modern dan berkelanjutan. Ada banyak manfaat yang didapatkan petani jika bergabung dengan kelompok tani, salah satunya sebagai wadah untuk berbagi pengalaman dan menjalin kerjasama dengan petani lain. Dengan adanya pengelolaan usahatani yang dilakukan secara bersama-sama akan dapat meningkatkan produktivitas dari usaha tani. Sebuah penelitian dilakukan untuk membandingkan biaya dan pendapatan usahatani padi sawah antara petani padi sawah yang tergabung dalam kelompok tani dan petani yang tidak tergabung dalam kelompok tani. Responden penelitian ini ditentukan dengan stratifed random sampling. Jumlah petani yang diambil sebagai sampel adalah sebanyak 30 petani yang kemudian dibagi menjadi 3 strata berdasarkan luas lahan. Responden pada strata I memiliki luas lahan kurang dari 0,25 ha, responden pada strata II memiliki luas lahan 0,25 ha, sementara responden pada strata III memiliki luas lahan lebih dari 0,25 ha. Data pada penelitian ini dikumpulkan melalui pengamatan dan wawancara. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ialah tidak ada perbedaan biaya yang dikeluarkan oleh anggota kelompok tani dan non anggota kelompok tani, namun anggota kelompok tani menghasilkan pendapatan yang lebih tinggi dibanding non-anggota dalam kelompok tani.
Faktor – Faktor Eksternal yang Mempengaruhi Produksi Home Industri Tepung Tapioka Tika Kensela Anggreini S.P; Ir. Tutut Dwi Sutiknjo, MP.; Ir. Wiwiek Andajani, MM
JINTAN : Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 1 No. 1 (2021): JANUARY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v1i1.1387

Abstract

The purpose of this research is to determine the external factors that affect tapioca flour production in the study area. Besides, this aimed to know the external factors that most influence the production of tapioca flour in the study area. To analyze the external factors that influence the home production of tapioca flour industry t-test and f-test analysis were used. The research results showed that the external factors of season, product demand, and fluctuations in raw material prices affected the production in home production of tapioca flour industry. The most influential external factor in tapioca flour production is the season factor, shown by the significant difference compared to other factors. Seasonal factors compared to product demand obtained the value of t-count 24.712 and t-table of 1.724. Season factors compared to fluctuations in raw material prices obtained t-count 34,899 and t-table 1,724, while product demand factors compared to fluctuations in raw material prices obtained t-count -1,840 and t- table 1,724. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor eksternal yang mempengaruhi produksi tepung tapioka di daerah penelitian. Selain itu juga untuk mengetahui faktor eksternal yang paling berpengaruh terhadap produksi tepung tapioka di daerah penelitian. Untuk menganalis faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi produksi Home industri tepung tapioka menggunakan analisis uji-t dan uji-f. Hasil penelitian yang didapat dari faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi produksi Home industri tepung tapioka adalah faktor musim, permintaan produk dan fluktuasi harga bahan baku. Faktor eksternal yang paling berpengaruh dalam produksi tepung tapioka adalah musim, apabila dibandingkan dengan fluktuasi harga bahan baku diperoleh t-hitung sebesar -1,840 dan t-ditunjukkan dengan nilai beda nyata dibandingkan dengan faktor yang lain. Faktor musim dibandingkan dengan permintaan produk diperoleh nilai t-hitung 24,712 dan t-tabel 1,724. Faktor musim dibandingkan dengan fluktuasi harga bahan baku diperoleh t-hitung 34,899 dan t-tabel 1,724, sedangkan faktor permintaan produk dibandingkan fluktuasi harga bahan baku diperoleh t-hitung 1,840 dan t-tabel 1,724.