Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Consumption of Fe Tablets as a Risk Factor for Anemia in Adolescents Syalfina, Agustin Dwi; Mafticha, Elyana; Priyanti, Sari; Irawati, Dian; Maula, Yolanda Sisca
Media Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 1 (2023): Media Kesehatan Masyarakat (April)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/mkm.v5i1.8160

Abstract

Anemia in women of childbearing age, especially adolescent girls, is a nutritional problem that has a long impact on maternal and child health, from pregnancy complications to maternal death and low birth weight babies. Efforts to control and prevent anemia in adolescent girls are carried out through two main activities, including health promotion and the provision of Fe tablets. Fe tablets are consumed by adolescent girls during menstruation and once a week. This study aims to analyze the effect of consuming Fe tablets on anemia in adolescent girls. The type of research used is analytic epidemiological research with cross sectional design. The population is all students at SMPN 1 Trowulan with a sample of 70 students obtained by simple random sampling technique. The data were taken directly at the research site using a questionnaire and a check list instrument and then processed and analyzed using the chi-square test. The results of this study indicate that 80% of respondents do not take Fe tablets during menstruation, 40% do not take Fe tablets once per week, 84.3% are irregular in consuming Fe tablets, there is a significant effect of consuming Fe tablets once per week on anemia. in adolescent girls (p value = 0.017, PR = 3.375, 95% CI = 1.150-9.902). Adolescents who regularly consume Fe tablets once a week will have normal Hb levels. It is expected that health workers will increase socialization about the consumption of Fe tablets during menstruation, distribution of Fe tablets during menstruation
Pernikahan Dini Sebagai Prediktor Kehamilan Tidak Diinginkan pada Ibu dengan Kelahiran Pertama di Indonesia Mafticha, Elyana; Syalfina, Agustin Dwi; Irawati, Dian; Priyanti, Sari
Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM) Vol.7 No.2 (2025) : Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM)
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkmm.v7i2.22132

Abstract

Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) menerangkan bahwa di Dunia telah terjadi Kehamilan Tidak Diinginkan pada 85 juta perempuan, dan menjadi factor pemicu masalah kesehatan di masyarakat seperti tindakan aborsi yang pada akhirnya meningkatkan risiko kematian ibu. Tujuan penelitian adalah menganalisis keterkaitan pernikahan usia dini dengan risiko kejadian Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD). Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan kohort retrospektif dengan 5.869 sampel bayi yang dilahirkan Ibunya sebagai anak pertama, data hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017. Analisis bivariat dengan uji chi square (x2) menghasilkan detrminan KTD meliputi pernikahan dini, usia melahirkan dan status ekonomi keluarga (p-value 0,000)dan multivariat menggunakan regresi logistik dengan hasil pengaruh yang signifikan pernikahan dini (OR: 2,054 : CI: 1,649–2,557), usia melahirkan (OR: 0,295, CI: 0,238- 0,367), dan statsus ekonomi keluarga (OR: 0,558, CI: 0,437-0,712) dengan KTD. Secara keseluruhan, penelitian ini menginformasikan bahwa pernikahan pada usia muda kurang dari 19 tahun berisiko dua kali lebih tinggi mengalami KTD kelahiran anak pertama.