Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penerapan Line Balancing untuk Meningkatkan Kapasitas Produksi Furnitur Kayu Maharsi Anis Sabila; Fadila Nurkhalisa; Nuskha Ilma Arini; Juliasari Prasetya
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol 19, No 3 (2025): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/pasti.2025.v19i3.008

Abstract

Ketidakseimbangan lini produksi merupakan salah satu faktor kritis yang dapat menghambat pertumbuhan perusahaan. Sistem produksi merupakan entitas yang terdiri atas berbagai komponen yang saling terkait dan bekerja secara sinergis untuk mencapai tujuan produksi. Pada Perusahaan Furnitur, permasalahan utama terjadi pada stasiun kerja sanding yang mengalami penumpukan pekerjaan, sehingga menyebabkan ketidakseimbangan lintasan produksi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan penerapan line balancing menggunakan metode Ranked Positional Weight (RPW), yang merupakan teknik pembobotan berdasarkan urutan prioritas tanpa melewati tahapan sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan efisiensi lintasan produksi dari 42,50% menjadi 82,91%, penurunan balance delay dari 58,49% menjadi 17,08%, serta pengurangan idle time dari 195,51 menit menjadi 28,59 menit. Dengan demikian, penerapan line balancing menggunakan metode RPW terbukti efektif dalam meningkatkan produktivitas di Perusahaan Furnitur.
Penerapan Line Balancing untuk Meningkatkan Kapasitas Produksi Furnitur Kayu Maharsi Anis Sabila; Fadila Nurkhalisa; Nuskha Ilma Arini; Juliasari Prasetya
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol. 19 No. 3 (2025): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/pasti.2025.v19i3.008

Abstract

Ketidakseimbangan lini produksi merupakan salah satu faktor kritis yang dapat menghambat pertumbuhan perusahaan. Sistem produksi merupakan entitas yang terdiri atas berbagai komponen yang saling terkait dan bekerja secara sinergis untuk mencapai tujuan produksi. Pada Perusahaan Furnitur, permasalahan utama terjadi pada stasiun kerja sanding yang mengalami penumpukan pekerjaan, sehingga menyebabkan ketidakseimbangan lintasan produksi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan penerapan line balancing menggunakan metode Ranked Positional Weight (RPW), yang merupakan teknik pembobotan berdasarkan urutan prioritas tanpa melewati tahapan sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan efisiensi lintasan produksi dari 42,50% menjadi 82,91%, penurunan balance delay dari 58,49% menjadi 17,08%, serta pengurangan idle time dari 195,51 menit menjadi 28,59 menit. Dengan demikian, penerapan line balancing menggunakan metode RPW terbukti efektif dalam meningkatkan produktivitas di Perusahaan Furnitur.
Sampling Penerimaan ANSI/ASQ Z1.4 untuk Final Inspection Nakas di PT Pijar Sukma Afidna Kamalia; Maharsi Anis Sabila
Jurnal Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu Vol 4 No 1 (2026): JIFKA Juni 2026
Publisher : Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67302/jifka.v4i1.435

Abstract

PT Pijar Sukma, sebuah perusahaan furnitur ekspor di Jepara, menghadapi tantangan dalam pengendalian kualitas karena sistem pengendalian kualitas internalnya masih bersifat reaktif dan berorientasi pada penanganan keluhan pelanggan (customer complaints). Pendekatan ini kurang memadai dalam mendeteksi unit tidak sesuai secara dini. Penelitian kuantitatif ini bertujuan menerapkan rencana sampling penerimaan ANSI/ASQ Z1.4 pada tahap final inspection untuk memberikan keputusan penerimaan lot yang objektif. Data dikumpulkan pada periode [isi bulan/tahun pengambilan data, misal: Desember 2024–Februari 2025]. Pemilihan tiga lot produksi nakas tidur dari buyer FNL, CDS, dan CSS didasarkan pada [isi alasan pemilihan lot, misal: volume pesanan tertinggi pada periode tersebut]. Inspeksi dilakukan menggunakan parameter rencana sampling AQL 2,5 pada General Inspection Level II, dengan ukuran sampel masing-masing 80 unit (FNL), 13 unit (CDS), dan 50 unit (CSS). Hasil menunjukkan bahwa lot CDS dan CSS diterima karena jumlah ketidaksesuaian (masing-masing 1 dan 2 unit) berada di bawah batas toleransi. Namun, lot FNL ditolak karena ditemukan 7 unit tidak sesuai yang melampaui batas penolakan (Re=6). Kesimpulannya, studi ini menunjukkan kelayakan penerapan awal metode sampling penerimaan sebagai alat pengambilan keputusan yang terukur untuk mengidentifikasi lot yang memerlukan tindakan perbaikan, meskipun evaluasi efektivitas jangka panjang masih diperlukan.