Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

TRANSFORMASI LIMBAH KAYU MENJADI SMART LOCKER BERBASIS ARDUINO DAN RFID Juliasari Prasetya; Nuskha Ilma Arini
INFOTECH journal Vol. 12 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/infotech.v12i1.16827

Abstract

Industri furnitur di Indonesia menghasilkan volume limbah kayu yang signifikan, mencapai 25–30% dari total bahan baku yang diolah. Sebagian besar limbah tersebut belum dimanfaatkan secara optimal dan seringkali hanya dibuang atau dibakar, sehingga menimbulkan masalah lingkungan dan pemborosan sumber daya alam. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan model pengelolaan limbah potongan kayu yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, meningkatkan nilai ekonomi dan daya saing produk limbah kayu, serta mengintegrasikan teknologi Internet of Things (IoT) pada produk loker penyimpanan. Metode penelitian meliputi tahap perancangan desain loker, pembuatan prototipe menggunakan bahan limbah plywood, perakitan sistem elektronik berbasis Arduino Uno dan RFID RC522, hingga pengujian fungsionalitas sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem smart locker yang dikembangkan mampu berfungsi sesuai rancangan dengan tingkat keberhasilan autentikasi RFID sebesar 100% pada jarak efektif ≤3 cm. Dari aspek material, penggunaan limbah kayu meningkatkan efisiensi biaya produksi hingga 30% dan mendukung konsep circular economy di industri furnitur. Dengan demikian, hasil penelitian ini tidak hanya berhasil mengintegrasikan teknologi IoT dan RFID ke dalam furnitur berbasis limbah kayu, tetapi juga menghasilkan model smart eco-furniture yang efisien, ramah lingkungan, serta berpotensi dikembangkan dalam skala pendidikan vokasi dan industri kreatif.
Penerapan Line Balancing untuk Meningkatkan Kapasitas Produksi Furnitur Kayu Maharsi Anis Sabila; Fadila Nurkhalisa; Nuskha Ilma Arini; Juliasari Prasetya
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol 19, No 3 (2025): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/pasti.2025.v19i3.008

Abstract

Ketidakseimbangan lini produksi merupakan salah satu faktor kritis yang dapat menghambat pertumbuhan perusahaan. Sistem produksi merupakan entitas yang terdiri atas berbagai komponen yang saling terkait dan bekerja secara sinergis untuk mencapai tujuan produksi. Pada Perusahaan Furnitur, permasalahan utama terjadi pada stasiun kerja sanding yang mengalami penumpukan pekerjaan, sehingga menyebabkan ketidakseimbangan lintasan produksi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan penerapan line balancing menggunakan metode Ranked Positional Weight (RPW), yang merupakan teknik pembobotan berdasarkan urutan prioritas tanpa melewati tahapan sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan efisiensi lintasan produksi dari 42,50% menjadi 82,91%, penurunan balance delay dari 58,49% menjadi 17,08%, serta pengurangan idle time dari 195,51 menit menjadi 28,59 menit. Dengan demikian, penerapan line balancing menggunakan metode RPW terbukti efektif dalam meningkatkan produktivitas di Perusahaan Furnitur.
Design of IoT-Based Temperature and Humidity Monitoring System to Support Work Environment Safety in Furniture Workshop Nuskha Ilma Arini; Niki Etruly; Juliasari Prasetya
Jurnal Inovatif : Inovasi Teknologi Informasi dan Informatika Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The furniture industry is one of the sectors with high risks to the health and safety of workers. Permenaker No. 5 of 2018 establishes comfortable working temperature standards between 18°C - 28°C, with humidity levels between 40% - 60%. Uncontrolled temperature and humidity conditions in furniture workshop environments can lead to various health and safety issues, including dehydration, fatigue, decreased concentration, and increased risk of workplace accidents. The furniture workshop is a learning facility at Polifurneka, equipped with various machines for furniture production processes. To ensure a safe working environment in the Polifurneka furniture workshop, a system is needed to measure working conditions in real time. This allows workshop managers to identify high-risk areas and take appropriate preventive actions. One preventive measure that can be implemented is the development of an Internet of Things (IoT)-based temperature and humidity monitoring system. This study develops an IoT-based temperature and humidity monitoring system to monitor working conditions in the furniture workshop using two types of sensors: DHT 11 and DHT 22 sensors. From the test results of these two sensors, DHT 22 sensor demonstrates a higher accuracy level, both for temperature and humidity readings compared to the DHT 11 sensor.
Penerapan Line Balancing untuk Meningkatkan Kapasitas Produksi Furnitur Kayu Maharsi Anis Sabila; Fadila Nurkhalisa; Nuskha Ilma Arini; Juliasari Prasetya
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol. 19 No. 3 (2025): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/pasti.2025.v19i3.008

Abstract

Ketidakseimbangan lini produksi merupakan salah satu faktor kritis yang dapat menghambat pertumbuhan perusahaan. Sistem produksi merupakan entitas yang terdiri atas berbagai komponen yang saling terkait dan bekerja secara sinergis untuk mencapai tujuan produksi. Pada Perusahaan Furnitur, permasalahan utama terjadi pada stasiun kerja sanding yang mengalami penumpukan pekerjaan, sehingga menyebabkan ketidakseimbangan lintasan produksi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan penerapan line balancing menggunakan metode Ranked Positional Weight (RPW), yang merupakan teknik pembobotan berdasarkan urutan prioritas tanpa melewati tahapan sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan efisiensi lintasan produksi dari 42,50% menjadi 82,91%, penurunan balance delay dari 58,49% menjadi 17,08%, serta pengurangan idle time dari 195,51 menit menjadi 28,59 menit. Dengan demikian, penerapan line balancing menggunakan metode RPW terbukti efektif dalam meningkatkan produktivitas di Perusahaan Furnitur.