Hamriana
IAIN Parepare

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENERAPAN SISTEM PANGADERENG DALAM PROSES PENYELENGGARAAN JENAZAH PERSPEKTIF BUDAYA PADA MASYARAKAT BACUKIKI Hamriana; Hasnani Siri
CARITA: Jurnal Sejarah dan Budaya Vol. 3 No. 2 (2025): CARITA : Jurnal Sejarah dan Budaya
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/carita.v3i2.13524

Abstract

Pangaderang adalah produk norma masyarakat Bugis yang di dalamnya berisi unsur-unsur yang keseluruhan mengatur pola perilaku. Unsur pangadereng ada 4 unsur yakni Ade’ (adat kebiasaan), rapang (perumpamaan, penyerupaan, kebiasaan masyarakat), wari’ (pelapisan sosial atau silsilah keturunan), dan bicara (pengadilan). Prosesi penyelenggaraan jenazah tidak terlepas dari tradisi yang masih ada hingga saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses penyelenggaraan jenazah masyarakat Bacukiki dan untuk menganalisis penerapan sistem pangadereng pada proses penyelenggaraan jenazah perspektif budaya pada masyarakat Bacukiki Jenis penelitian ini adalah field research atau (penelitian lapangan). Yakni meneliti peristiwa-peristiwa yang ada di lapangan sebagaimana adanya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian yakni menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosesi penyelenggaraan jenazah to lotang Bacukiki terdiri dari prosesi memandikan jenazah, menurunkan jenazah lewat jendela, dan penguburan jenazah. Sedangkan pada prosesi penyelenggaraan jenazah Islam Bacukiki terdiri dari prosesi memandikan jenazah, menurunkan jenazah lewat pintu depan, pammula kellopang, dan penguburan jenazah. Adapun penerapan prosesi penyelenggaraan jenazah to Lotang dan Islam perpestif budaya dapat dilihat dari penerapan pangadereng yaitu ade’. Pada penerapan prosesi penerapan penyelenggaraan jenazah to lotang di bacukiki salah satunya terdapat pada unsur ade’ yaitu terdapat pada tradisi mappenre inanre, pesse pelleng, dan tradisi mattampung. Pada masyarakat Islam, penerapan ade’ terdapat pada tradisi mattampung, passili dan mabbaca doang.