Hasnani Siri
Institut Agama Islam Negeri Parepare

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kesetaraan Gender terhadap Dakwah Rasulullah SAW (Kajian Sejarah Islam) Ulfa Damayanti; Hasnani Siri; Nurhikmah Nurhikmah; Musyarif Musyarif; St. Aminah
AL-MAIYYAH : Media Transformasi Gender dalam Paradigma Sosial Keagamaan Vol 13 No 2 (2020): AL-MAIYYAH
Publisher : LPPM IAIN Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gender issues are being discussed, especially regarding the roles of men and women in domestic and public sectors. How about the issue of gender equality during the da’wah period of the Prophet. This paper discusses gender equality in the da’wah of the Prophet Muhammad. Qira'ah Mubadalah (a progressive interpretation of gender equality in Islam) is the main source of literature research with a historical approach used to analyze gender equality during the time of da’wah by Prophet Muhammad. This research aims to provide a picture to society about the application of gender equality in modern era. Since the inception of Islam, Rasulullah SAW. has provided an understanding of equality for men and women. The da’wah of Rasulullah SAW. regarding equality is evident from the roles of men and women who both took allegiance, migrated, and were involved in Islamic wars. It can be said that there is gender equality in the preaching of the Prophet Muhammad. Besides that, women also do various jobs that at that time are in the public sector. This indicates that women are not only bound by domestic roles, as well as men who are not only bound by public roles. Gender equality is no longer a polemic to get a position for men and women because each has the opportunity and the role to be involved in public and domestic activities.
PENERAPAN SISTEM PANGADERENG DALAM PROSES PENYELENGGARAAN JENAZAH PERSPEKTIF BUDAYA PADA MASYARAKAT BACUKIKI Hamriana; Hasnani Siri
CARITA: Jurnal Sejarah dan Budaya Vol. 3 No. 2 (2025): CARITA : Jurnal Sejarah dan Budaya
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/carita.v3i2.13524

Abstract

Pangaderang adalah produk norma masyarakat Bugis yang di dalamnya berisi unsur-unsur yang keseluruhan mengatur pola perilaku. Unsur pangadereng ada 4 unsur yakni Ade’ (adat kebiasaan), rapang (perumpamaan, penyerupaan, kebiasaan masyarakat), wari’ (pelapisan sosial atau silsilah keturunan), dan bicara (pengadilan). Prosesi penyelenggaraan jenazah tidak terlepas dari tradisi yang masih ada hingga saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses penyelenggaraan jenazah masyarakat Bacukiki dan untuk menganalisis penerapan sistem pangadereng pada proses penyelenggaraan jenazah perspektif budaya pada masyarakat Bacukiki Jenis penelitian ini adalah field research atau (penelitian lapangan). Yakni meneliti peristiwa-peristiwa yang ada di lapangan sebagaimana adanya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian yakni menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosesi penyelenggaraan jenazah to lotang Bacukiki terdiri dari prosesi memandikan jenazah, menurunkan jenazah lewat jendela, dan penguburan jenazah. Sedangkan pada prosesi penyelenggaraan jenazah Islam Bacukiki terdiri dari prosesi memandikan jenazah, menurunkan jenazah lewat pintu depan, pammula kellopang, dan penguburan jenazah. Adapun penerapan prosesi penyelenggaraan jenazah to Lotang dan Islam perpestif budaya dapat dilihat dari penerapan pangadereng yaitu ade’. Pada penerapan prosesi penerapan penyelenggaraan jenazah to lotang di bacukiki salah satunya terdapat pada unsur ade’ yaitu terdapat pada tradisi mappenre inanre, pesse pelleng, dan tradisi mattampung. Pada masyarakat Islam, penerapan ade’ terdapat pada tradisi mattampung, passili dan mabbaca doang.