Hartono Hartono
Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada, Bulaksumur, Yogyakarta 55281

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS PERKEMBANGAN WILAYAH, PEMUSATAN PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN HUTAN DAN KAITANNYA DENGAN KEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT MERAPI (The Analysis of Area Development, Change Decentralization, Forest Use, and Their Relationship with Social) Setiaji Setiaji; Ronggo Sadono; Hartono Hartono; Mochammad Maksum Machfoedz
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 23, No 1 (2016): Maret
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18778

Abstract

ABSTRAKDinamika wilayah desa tercermin dari perubahan terus menerus yang berkaitan dengan berbagai faktor lingkungan hidup.Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi perubahan dan dinamika perubahan penggunaan lahan, pemusatan dan pertumbuhan penggunaan lahan, serta dampak sosial budaya masyarakat petani hutan rakyat di Kecamatan Cangkringan. Metode yang digunakan analisis loqation quotient (LQ), skalogram, korelasi, observasi, dan kuisioner. Hubungan LQ dengan indeks perkembangan desa (IPD) menggunakan analisis korelasi, dengan parameter nilai LQ, jumlah sarana prasarana, jumlah penduduk, serta nilai IPD. Berdasar nilai IPD, kelurahan yang mempunyai nilai IPD tertinggi adalah Argomulyo (72,952), nilai IPD sedang adalah Umbulharjo (50,971), Kepuharjo (48,781), Wukirsari (40,695) dan Glagaharjo (36,599), sedangkan kelurahan dengan nilai IPD terendah tidak ada. Berdasar hirarki wilayah dan nilai IPD tahun 2011 kelurahan di dataran bagian atas umumnya mempunyai hirarki yang lebih rendah. Hanya variabel IPD yang signifikan berpengaruh terhadap LQ pemukiman. Budaya, regulasi, dan kesepakatan masyarakat menjadi modal sosial untuk menangani perubahan.ABSTRACTThe dynamics of rural areas is reflected in the continuous changes associated with various environmental factors. The purpose of this research is to identify the changes and the dynamics of land use changes, the centralization and the growth in land use, as well as the social and cultural impacts of community forest farmers in Cangkringan. The method used in the analysis stage was Loqation Quotient (LQ), schallogram, correlation, observation, and questionnaires. The relationship LQ with rural development index (IPD) used correlation analysis, with parameter values LQ, the amount of infrastructure, population, and the value of IPD. Based on the IPD value, villages that had the highest IPD value was Argomulyo (72.952), the average IPD value was Umbulharjo (50.971), Kepuharjo (48.781), Wukirsari (40.695), and Glagaharjo (36.599), and there was no village with the lowest IPD value. Based on the hierarchy of the region and the IPD value in 2011, the villages in high lands generally had a lower hierarchy. Only IPD variables significantly affected the LQ settlement. Culture, regulations, and agreements society became social capital to deal with changes.