Ronggo Sadono
Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada, Bulaksumur, Yogyakarta 55281

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KONSERVASI KEANEKARAGAMAN HAYATI TANAMAN PADA SISTEM KALIWU DI PULAU SUMBA (Plant Biodiversity Conservation On Kaliwu System at Sumba Island) Gerson N. Njurumana; Djoko Marsono; Irham Irham; Ronggo Sadono
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 21, No 1 (2014): Maret
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18514

Abstract

ABSTRAKKonservasi keanekaragaman hayati tanaman di lahan rakyat memiliki peluang strategis mendorong masyarakat melakukan konservasinya, karena akumulasi lahan rakyat lebih luas dibandingkan dengan kawasan konservasi alam yang tersedia. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman mengenai sudut pandang masyarakat dan penerapannya dalam konservasi keanekaragaman hayati tanaman, yang tercermin pada berbagai bentuk dan sistem pengelolaannya oleh masyarakat. Penelitian bertujuan mengetahui sudut pandang masyarakat terhadap keanekaragaman hayati tanaman, dan penerapannya melalui pengelolaan sistem Kaliwu di Pulau Sumba. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa pemahaman masyarakat terhadap keanekaragaman hayati tanaman sangat komprehensif, karena nilai dan manfaatnya menyentuh aspek-aspek kehidupan masyarakat yaitu aspek ekonomi-pendapatan, aspek ekologi-konservasi, aspek sosial-budaya dan aspek spiritual. Manifestasi dari sudut pandang masyarakat diterapkan melalui pengelolaan keanekaragaman hayati tanaman pada sistem Kaliwu yang mencapai 145 spesies, termasuk spesies terancam punah dan langka yang berasal dari 52 Famili. Nilai dan prinsip dasar dari konservasi keanekaragaman hayati tanaman oleh masyarakat pada sistem Kaliwu bersimpul pada keselarasan dan keberlanjutan antara kegiatan pemanfaatan dan konservasinya. ABSTRACTPlant biodiversity conservation on communities land has a strategic opportunity in encouraging community to carry out plant conservation due to the higher accumulation of people’s land compared to the conservation area available. Therefore, understanding is required on the community perspective  and its implementation in the plant biodiversity conservation shown in the various  managerial forms and systems that the community performs. This research aimed to identify the community perspective on plant biodiversity and its implementation through the management of Kaliwu system at Sumba Island. The results shows that community understanding on plant biodiversity is highly comprehensive since its values and benefits have reached the community life aspects including  economic-income, ecological-conservation, socio-cultural and spiritual aspects. Based on the community perspective, manifestation is implemented through the plant biodiversity management in the Kaliwu system of 145 species, including endangered and rare species from 52 families. The basic values and principles of plant biodiversity conservation that the community has conducted on the Kaliwu system are based on the harmony and sustainability between utilization and conservation.
ANALISIS PERKEMBANGAN WILAYAH, PEMUSATAN PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN HUTAN DAN KAITANNYA DENGAN KEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT MERAPI (The Analysis of Area Development, Change Decentralization, Forest Use, and Their Relationship with Social) Setiaji Setiaji; Ronggo Sadono; Hartono Hartono; Mochammad Maksum Machfoedz
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 23, No 1 (2016): Maret
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18778

Abstract

ABSTRAKDinamika wilayah desa tercermin dari perubahan terus menerus yang berkaitan dengan berbagai faktor lingkungan hidup.Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi perubahan dan dinamika perubahan penggunaan lahan, pemusatan dan pertumbuhan penggunaan lahan, serta dampak sosial budaya masyarakat petani hutan rakyat di Kecamatan Cangkringan. Metode yang digunakan analisis loqation quotient (LQ), skalogram, korelasi, observasi, dan kuisioner. Hubungan LQ dengan indeks perkembangan desa (IPD) menggunakan analisis korelasi, dengan parameter nilai LQ, jumlah sarana prasarana, jumlah penduduk, serta nilai IPD. Berdasar nilai IPD, kelurahan yang mempunyai nilai IPD tertinggi adalah Argomulyo (72,952), nilai IPD sedang adalah Umbulharjo (50,971), Kepuharjo (48,781), Wukirsari (40,695) dan Glagaharjo (36,599), sedangkan kelurahan dengan nilai IPD terendah tidak ada. Berdasar hirarki wilayah dan nilai IPD tahun 2011 kelurahan di dataran bagian atas umumnya mempunyai hirarki yang lebih rendah. Hanya variabel IPD yang signifikan berpengaruh terhadap LQ pemukiman. Budaya, regulasi, dan kesepakatan masyarakat menjadi modal sosial untuk menangani perubahan.ABSTRACTThe dynamics of rural areas is reflected in the continuous changes associated with various environmental factors. The purpose of this research is to identify the changes and the dynamics of land use changes, the centralization and the growth in land use, as well as the social and cultural impacts of community forest farmers in Cangkringan. The method used in the analysis stage was Loqation Quotient (LQ), schallogram, correlation, observation, and questionnaires. The relationship LQ with rural development index (IPD) used correlation analysis, with parameter values LQ, the amount of infrastructure, population, and the value of IPD. Based on the IPD value, villages that had the highest IPD value was Argomulyo (72.952), the average IPD value was Umbulharjo (50.971), Kepuharjo (48.781), Wukirsari (40.695), and Glagaharjo (36.599), and there was no village with the lowest IPD value. Based on the hierarchy of the region and the IPD value in 2011, the villages in high lands generally had a lower hierarchy. Only IPD variables significantly affected the LQ settlement. Culture, regulations, and agreements society became social capital to deal with changes.