Nadiyah Nadiyah
Program Studi Ilmu Gizi, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Esa Unggul

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perilaku Food Loss and Waste pada Ekonomi-Gizi Rumah Tangga Saat Pandemi Covid 19 Prita Dhyani Swamilaksita; Jennifer Vanka; Nadiyah Nadiyah; Harna Harna
Indonesian Journal of Human Nutrition Vol. 9 No. 1 (2022)
Publisher : Department of Nutrition, Faculty of Health Sciences, Universitas Brawijaya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ijhn.2022.009.01.2

Abstract

Background: households are one of the biggest contributors to food waste in DKI Jakarta. This is caused by household food loss and waste (FLW) behavior and the impact of this behavior is economic loss and nutritional loss in vain. Objective: To analyze the correlation between FLW behavior and household economic and nutrition loss during the Covid-19 pandemic in West Jakarta. Methods: This study is a quantitative study with a cross-sectional design involving 100 households in the Kebon Jeruk area, West Jakarta. The analysis in this study uses the Spearman Rank correlation. Data were collected by interview technique using FLW behavior questionnaire and food waste questionnaire form filled out by respondents for 4x24 hours. The value of this economic loss will be analyzed using the market price listed on Hargapangan.id and the value of nutrition loss will be analyzed using nutrisurvey2007. The results: there is a relationship between FLW behavior on economic loss (p = 0.02; p <0.05) but there is no relationship between FLW behavior on nutrition loss, namely energy loss (p = 0.15; p> 0.05), protein loss (p=0,20;p>0,05), fat loss (p=0,33;p>0,05) and carbohydrate loss (p=0,12;p>0,05). Households are expected to change their FLW behavior in order to minimize economic losses and optimally utilize nutrition.
Asupan zat gizi makro, vitamin B, gaya hidup sedentary, dan gangguan kecemasan pada mahasiswa berdomisili di Tangerang Selatan Fauziah Ambarini; Vitria Melani; Dessy Aryanti Utami; Khairizka Citra Palupi; Nadiyah Nadiyah
Ilmu Gizi Indonesia Vol 7, No 1 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/ilgi.v7i1.413

Abstract

Latar Belakang: Mahasiswa termasuk kelompok usia yang sensitif mengalami kesehatan mental, salah satunya kecemasan.  Beberapa faktor seperti asupan zat gizi makro, vitamin B, dan gaya hidup sedentary dapat memengaruhi terjadinya kecemasan pada mahasiswa. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan zat gizi makro, vitamin B, gaya hidup sedentary, dan gangguan kecemasan pada mahasiswa yang berdomisili di Tangerang Selatan. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Penelitian dilakukan pada bulan April–Agustus 2022. Jumlah sampel sebanyak 60 mahasiswa di wilayah Kelurahan Kademangan, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan yang diambil dengan metode purposive sampling. Pada penelitian ini, asupan zat gizi makro yang dikaji meliputi karbohidrat total, serat, protein, dan lemak. Pengambilan data asupan karbohidrat, protein, dan lemak didapatkan melalui wawancara menggunakan kuesioner recall 2x24 jam yang dilakukan satu kali pada hari kerja dan satu kali pada hari libur. Konsumsi serat dan vitamin B diperoleh menggunakan kuesioner SQ-FFQ. Data gaya hidup sedentary menggunakan Sedentary Behavior Questionnaire dan data kecemasan menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale. Data dianalisis dengan uji korelasi Rank Spearman. Hasil: Sebagian besar asupan zat gizi makro dan vitamin B berada dalam kategori kurang, rata-rata gaya hidup sedentary pada hari biasa dan hari libur ≤6 jam/hari, dan kecemasan sebagian besar dalam kategori kecemasan ringan. Tidak ada hubungan asupan zat gizi makro (protein p=0,395, lemak p=0,512, karbohidrat p=0,056, dan serat p=0,327), asupan vitamin B (vitamin B6 p=0,456, vitamin B9 p=0,736, vitamin B12 p=0,469) dan gaya hidup sedentary (p=0,887) dengan gangguan kecemasan. Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara asupan zat gizi makro, vitamin B, gaya hidup sedentary dengan gangguan kecemasan.