Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Perkembangan Fisik Perkotaan Berbasis GIS di Kabupaten Minahasa Utara Gabriela Fabiola Manumpil; Linda Tondobala; Esly Takumansang
Sabua : Jurnal Lingkungan Binaan dan Arsitektur Vol. 9 No. 1 (2020): SABUA : JURNAL LINGKUNGAN BINAAN DAN ARSITEKTUR
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/sabua.v9i1.31722

Abstract

Perkembangan dan pertumbuhan suatu kota dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu faktor kependudukan dan interaksi antara kota dengan kota lainnya dalam lingkup wilayah maupun luar wilayah suatu daerah. Perkembangan dan pertumbuhan faktor tersebut menjadi pemicu berkembangnya wilayah yang berdampak terhadap terjadinya penggunaan lahan dan perubahan fisik. Salah satu fenomena yang menandai perkembangan fisik kota adalah ekspansi daerah terbangun pada daerah non terbangun. Fenomena ini juga dapat dilihat pada Kabupaten Minahasa Utara. Kabupaten Minahasa Utara memiliki 4 Wilayah perkotaan yaitu di daerah Kecamatan Kalawat, Kecamatan Airmadidi sebagai pusat kota dan Kecamatan Kauditan dan Kecamatan Kema. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengidentifikasi perkembangan fisik yang terjadi pada wilayah perkotaan di Kabupaten Minahasa Utara pada tahun 2011 & 2019; 2) menganalisis faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi perkembangan wilayah perkotaan di Kabupaten Minahasa Utara. Penelitian ini dilakukan dengan 2 metode analisis yaitu pada tujuan pertama menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan analisa spasial dan menggunakan software Arcgis 10.3 dan tujuan kedua dengan metode deskripstif. Berdasarkan hasil penelitan, perkembangan terjadi pada 4 kecamatan yaitu Kecamatan Kalawat, Airmadidi, Kauditan dan Kema cenderung mengalami perkembangan secara horizontal. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya perubahan, berbeda di tiap kecamatan seperti adanya faktor kebijakan strategis terkait perekembangan, keadaan geografis, fungsi kota yang menjadi daya tarik masyarakat. Kata kunci: Perkembangan Fisik Perkotaan, Faktor-faktor perkembangan
Analisis Lahan Kritis di Kota Kotamobagu Rachel J Van Diest; Esly Takumansang; Vicky Makarau
Sabua : Jurnal Lingkungan Binaan dan Arsitektur Vol. 9 No. 2 (2020): SABUA : JURNAL LINGKUNGAN BINAAN DAN ARSITEKTUR
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/sabua.v9i2.31740

Abstract

Abstrak Kotamobagu merupakan kota otonom yang terdapat di Provinsi Sulawesi Utara Juga mengalami kemajuan yang cukup Pesat. Kota Kotamobagu tahun 2000-2013 secara keruangan yang ditekankan pada perubahan bentuk pemanfaatan lahan, Serta perkembangan sosial dan kultur masyarakat, hal ini juga menyebabkan perubahan fungsi lahan. Peralihan fungsi lahan yang terdapat disebagian besar wilayahnya, yakni dari hutan menjadi lahan pertanian dan dari pertanian menjadi pemukiman berpengaruh pada menurunnya kualitas dari lingkungan dan hal tersebut akan menyebabkan kritisnya lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Pemanfaatan dan persebaran lahan kritis di kota kotamobagu dan Menganalisis tingkat kekritisan lahan di kota kotamobagu. Metodenya menggunakan analisa spasial berbantuan software ArcGis. Melalui overplay, metode tersebut sangat baik dipakai dalam pembahasan keruangan. Data erosi, kelerengan, penutupan tajuk dan menajemen lahan dipakai guna melihat sebaran lahan yang kritis Tahapanya ada tiga cara yaitu Overlay, editing atribut data dan analisis tabular. Hasilnya adalah persebaran lahan kritis 4 kecamatan di Kota Kotamobagu dengan kategori Sangat Kritis, Kritis, Agak Kristis, Potensial Kritis dan Tidak kritis. Pemanfaatan ruang pada lahan kritis ini berupa Hutan, Perkebunan, Sawah, permukiman dan lainnya masuk dalam kriteria lahan kritis yang artinya dapat beresiko terjadinya bencana dan pemanfaatan ruang tegalan , semak belukar, ruang lahan yang dikategorikan sebagai lahan kritis terbagi dalam permanfaatan lahan kritis dan tidak kritis, yang artinya lahannya masih bisa dipertahankan agar meminimalisir bencana-bencana kedepannya. Kata kunci: Analisis Lahan, Lahan Kristis, Kota Kotamobagu