Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Basic Cyber Security Dan Perlindungan Data Diri Untuk Siswa MAN 1 Kota Tangerang Selatan Nanang; Amin Hidayat; Ade Prima Putra Suhendri
APPA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2024): APPA : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cybercrime merupakan kejahatan yang relatif baru yang dilakukan oleh para profesional atau individu yang memiliki keahlian di bidang komputer dan teknologi informasi. Dari sisi dampak kejahatan, kejahatan di dunia maya (Internet) dapat berdampak baik di dalam maupun di luar dunia maya. Ketika aktivitas terjadi melalui media Internet, ruang dan waktu yang tidak terbatas membuat sulit untuk mendeteksi aktivitas di dunia maya dengan menggunakan metode tradisional. Dalam kasus ancaman siber, berdasarkan analisis data sistem pemantauan lalu lintas ID-SIRTII (Indonesia Security Incident Response Team On Internet Infrastructure), serangan di dunia maya Indonesia sudah mencapai 1 juta dan ternyata terus meningkat. Kelemahan dalam sistem dan aplikasi menciptakan masalah setiap hari. Melindungi aset digital adalah perhatian utama bagi dunia usaha, karena serangan siber dapat berdampak pada kinerja dan reputasi bisnis. Ada banyak metode dan teknik yang dapat membantu dalam proses membantu siswa memanfaatkan peluang besar yang dihadirkan oleh perkembangan teknologi Internet. Tinjauan mengenai keamanan siber dan perlindungan data pribadi pada gadget menunjukkan bahwa meskipun siswa kini berhasil menggunakan perangkat tersebut, pengetahuan mereka tentang keamanan data masih kurang. Memperkenalkan keamanan siber sebagai dasar keamanan data di era digital penting dilakukan untuk memastikan siswa tidak memiliki akses terhadap data pribadi untuk mencegah penyalahgunaan data oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dan menimbulkan kerugian bagi berbagai pihak akibat penyalahgunaan data tentang pentingnya Oleh karena itu, tujuan dari kegiatan bakti sosial ini adalah untuk memperkenalkan pentingnya keamanan data di era digital dan meningkatkan pemahaman tentang keamanan siber modern dan kejahatan siber melalui konsultasi individu dengan mahasiswa. Kegiatan ini berupa materi pelatihan dan latihan pada saat pelatihan. Materi pelatihan mencakup pengenalan dampak positif kemajuan teknologi Internet, dasar-dasar penerapan keamanan data, dan penggunaan perdagangan elektronik yang aman untuk melindungi informasi pribadi. Untuk persiapan pelatihan, tim pengabdi akan melakukan percobaan penerapan keamanan data dengan menggunakan materi e-commerce dan akan membahasnya pada saat pelatihan. Pelatihan akan dilaksanakan dalam bentuk ceramah dan sesi tanya jawab. Dimulai dengan pengenalan dampak positif kemajuan teknologi Internet, Anda akan mempelajari cara menerapkan keamanan data pada produk digital dalam transaksi online, dan banyak orang serta pelajar akan mengetahui cara melindungi data tersebut. Memahami sistem keamanan gadget dan mengamankan alur transaksi di website, e-commerce, dan game. Pelatihan dilaksanakan di lab komputer Madrasah Aliya Negeri 1 Selatan Kota Tangerang, sehingga para siswa dapat langsung mempraktekkan apa yang dipelajari selama pelatihan.
PROSES PRODUKSI ROTAN DI PT.HOMEWARE INTERNATIONAL INDONESIA KABUPATEN CIREBON JAWA BARAT Amin Hidayat; Whydiantoro
SEMINAR TEKNOLOGI MAJALENGKA (STIMA) Vol 7 (2023): STIMA 7.0 "Transformasi Peradaban Akademik Menyongsong Revolusi Industri 5.0"
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/stima.v7i0.988

Abstract

Cirebon Regency is one of the cities in West Java that produces woven rattan furniture which is also capable of exporting abroad. There are not a few companies that exist in Cirebon district, there are several products such as chairs, tables, flower pots and so on. With the establishment of a rattan company in Cirebon Regency, it has opened up job vacancies for the people of Cirebon, and there are not even a few rattan woven workers who come from outside the city of Cirebon, such as from Majalengka, Kuningan, Indramayu Regencies and other cities around Cirebon Regency. But apart from that, more and more rattan companies in Cirebon have been established, resulting in less and less land in the rattan industrial area in Cirebon, land prices are increasingly expensive so that it can disrupt the production process that occurs in companies because market demand is increasing and booming and finally rattan companies in Cirebon district also have difficulties in developing their companies. Responding to the problems found, the company entered into work contract agreements with suppliers with the aim that the company does not need to prepare large areas of land to accommodate workers when they want to carry out the production process and prepare land for storage of rattan raw materials in the hope that they can export abroad but instead are able to produce more. many woven products produced by workers from suppliers. The company only needs to prepare the land for receiving semi-finished woven from suppliers, prepare a quality control team, as well as other processes such as finishing, packing and shipping to consumers. The existence of work contract agreements with suppliers makes the rattan production process very long, starting from giving SPK, purchasing raw materials, soaking raw materials, weaving processes, field quality control processes, shipping from suppliers to companies, the process of receiving goods from suppliers at the company, washing processes , the painting process, the final quality control process, the packing process, checking the temperature and humidity, up to the delivery process. The company hopes that by having a work contract agreement with suppliers it can fulfill market demand.