Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Mengolah Limbah Cair Tahu Menjadi Biogas Sebagai Bahan Bakar Alternatif Proses Produksi Tahu Dan Peningkatan Kualitas Usaha Di Kelurahan Pela Mampang Jakarta Selatan Rojali; Desembra Lisa; Indah Restiati; Suparmin
Jurnal Manajemen, Ekonomi, Hukum, Kewirausahaan, Kesehatan, Pendidikan dan Informatika Vol 2 No 1 : September (2023): Jurnal Manajemen, Ekonomi, Hukum, Kewirausahaan, Kesehatan, Pendidika
Publisher : Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

There are quite a number of tofu producers in South Jakarta. However, in its development, business activities that have been carried out for decades have not been able to improve the welfare of the perpetrators. The problems faced include environmental pollution due to the waste produced and weak business management, such as the absence of HPP determination and bookkeeping of business activities. In this regard, community service activities will be carried out with the aim of creating a tofu industry in Pela Sub-District, South Jakarta that is highly competitive and environmentally friendly. Meanwhile, the specific target is to process tofu liquid waste into biogas as an alternative fuel for the tofu production process. The method to be used in achieving these goals is the Participatory Rural Appraisal (PRA) model of participatory community empowerment. This method was chosen based on the consideration that those who have or face problems are partners, therefore the involvement of partners in determining solutions to problems faced and their resolution is very necessary. The method is divided into 3 stages, namely preparation, implementation, and preparation of reports. The preparatory stage begins with counseling about anaerobic tofu wastewater treatment. The next stage is the implementation stage which includes outreach and education activities, demonstration plots, and mentoring. The last stage of this activity is the preparation of progress reports, scientific articles for publication purposes, and the final report. The partners for this empowerment activity are two tofu craftsmen in Pela Mampang Village, South Jakarta. These partners are Small and Medium Industries (IKM), with an average daily production capacity of 250 kg of soybeans and an average annual turnover of Rp. 36,000,000.-.
HUBUNGAN PERILAKU PSN IBU RUMAH TANGGA DENGAN TINGKAT KEPADATAN NYAMUK Aedes aegypti DI RW 07 KELURAHAN CIPETE UTARA, KECAMATAN KEBAYORAN BARU, JAKARTA SELATAN TAHUN 2024 Elviyanti Hamonangan; Rojali; Kuat Prabowo; Tugiyo; Wartiniyati; Indah Restiaty
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i1.583

Abstract

Iklim tropis Indonesia menyediakan habitat ideal bagi nyamuk demam berdarah, terutama pada musim hujan. Berdasarkan Profil Puskesmas Kelurahan Cipete Utara 2023, terdapat 29 kasus demam berdarah dengan angka insidensi 68,62 per 100.000 penduduk, termasuk peningkatan tujuh kasus di RW 07, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.Penelitian berjudul "Hubungan Perilaku PSN Ibu Rumah Tangga dengan Tingkat Kepadatan Nyamuk Aedes aegypti di RW 07 Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan Tahun 2024" ini mengkaji hubungan antara pengetahuan, sikap, dan tindakan ibu rumah tangga terhadap pencegahan demam berdarah. Fokus penelitian mencakup pengelolaan tempat penyimpanan air, daur ulang barang bekas, penggunaan larvasida, dan keberadaan larva nyamuk. Dengan pendekatan analitik cross-sectional, data dikumpulkan dari 105 responden melalui Simple Random Sampling, wawancara, dan observasi.Analisis statistik dengan uji chi-square (95% confidence level) menunjukkan hubungan signifikan antara pengetahuan dan indeks larva (p=0,034), tetapi tidak ditemukan hubungan antara sikap (p=0,503) maupun tindakan (p=0,649) dengan kepadatan larva. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) mempengaruhi kepadatan larva Aedes aegypti, sehingga diperlukan penguatan edukasi, pemantauan, dan intervensi oleh puskesmas serta kader jumantik. Rekomendasi mencakup peningkatan praktik PSN, program berbasis data, dan pemantauan rutin. Program "Satu Rumah Satu Jumantik" didorong untuk menjaga lingkungan bebas nyamuk.