Rr. Kusuma Dwi Nur Ma’rifati
Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MODERNISASI PENDIDIKAN PESANTREN DALAM PERSPEKTIF AZYUMARDI AZRA Rr. Kusuma Dwi Nur Ma’rifati; Supriyanto Supriyanto; Rifa Afwah
El-Fata: Jurnal Ilmu Tarbiyah Vol. 2 No. 02 (2022)
Publisher : Fakultas Tarbiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36420/eft.v2i02.155

Abstract

Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang memiliki keunggulan baik dari aspek tradisi keilmuannya maupun sisi transmisi dan intensitas umat Islam. Derasnya arus globalisasi telah mengancam eksistensi, pesantren sehingga muncul gagasan modernisasi dilingkungan pesantren demi menjawab tantangan kebutuhan transformasi sosial. Akan tetapi banyak kalangan mengkhawatirkan tentang gagasan modernisasi pesantren yang berorientasi kekinian dapat mempengaruhi idenitas dan fungsi pokok pesantren. fokus penelitan ini: Bagaimana Problematika dan upaya Reformulasi Kelembagaan, Kurikulum, dan Metodologi Pesantren dalam Prespektif Azyumardi Azra? Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui Problematika dan Upaya Reformulasi Kelembagaan, Kurikulum, Metodologi Pesantren dalam prespektif Azyumardi Azra. Dalam penelitian ini menggunakan metodologi penelitian : 1. Jenis Penelitian: Kajian Pustaka, 2. Sumber Data : Sumber Data Primer; Karya-karya Azyumardi Azra dan sumber sekunder yang Relevan. 3. Metode Kajian : Metode Deskriptif. Modernisasi pesantren dalam bentuk kelembagaan seperti pertanian, perikanan atau sekolah-sekolah umum didalam lingkungan pesantren telah menimbulkan kemrosotan identitas pesantren sebagai lembaga pendidikan untuk Tafaqquh fi Al-Din dan memproduksi ulama'. Menurut Azra pesantren harus memberikan apresiasi semua perkembangan yang terjadi dimasa kini dan mendatang sehingga tetap dapat memproduksi ulama' yang berwawasan luas. Memasukkan ilmu-ilmu umum dalam kurikulum pesantren telah menimbulkan persoalan yaitu bagaimana tepatnya secara epistomologi menjelaskan Ilmu-ilmu empiris atau ilmu-ilmu sekuler secara sistematis. Menurut Azyumardi Azra, gagasan untuk mengorientasiakan pesantren pada kurikulum "kekinian" perlu ditinjau kembali sebab mungkin gagasan tersebut akan berdampak negatif terhadap eksistensi tugas pokok pesantren. Azra mengharapkan pesantren harus mengorientasikan peningkatan kualitas santrinya kearah penguasaan ilmu-ilmu agama Islam. Penggunaan metodologi yang ketat dan kaku dalam sistem kurikulum yang mengutamakan  penguasaan kognitif semata, menurut Azra dapat mengakibatkan proses pembentukan watak dan kepribadian anak didik terabaikan. Azra mengharapkan pesantren tetap mempertahankan metodologinya yaitu kearah proses belajar, taklim dan takdib sehingga pesantren dapat membentuk santri menjadi muslim yang sholeh
ANALISIS NILAI PENDIDIKAN ISLAM DAN MOTIVASI PENDIDIKAN DALAM NOVEL GURU AINI KARYA ANDREA HIRATA Nila Apriliana; Rr. Kusuma Dwi Nur Ma’rifati
El-Fata: Jurnal Ilmu Tarbiyah Vol. 3 No. 02 (2023)
Publisher : Fakultas Tarbiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36420/eft.v3i02.304

Abstract

Penelitian ini menjelaskan tentang nilai pendidikan Islam dan motivasi pendidikan dalam novel Guru Aini karya Andrea Hirata. Teori-teori yang digunakan antara lain teori tentang nilai-nilai pendidikan Islam dan motivasi pendidikan Penelitian ini menggunakan metode analisis isi, atau biasa disebut analisis teks. Analisis teks digunakan untuk mengumpulkan muatan sebuah teks berupa katakata, gagasan, tema dan segala bentuk pesan yang dapat dikomunikasikan. Selanjutnya, jenis penelitian ini adalah kepustakaan (Library research). Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari sumber primer, sekunder, dan tersier. Sumber primer adalah novel Guru Aini karya Andrea Hirata, sumber sekunder adalahb semua buku yang berkaitan dengan judul penelitian ini, dan sumber tersier adalah dokumen-dokumen yang dapat menjelaskan tentang dokumen primer dan sekunder, seperti kamus, ensiklopedi, dll.Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung dalam novel Guru Aini karya Andrea Hirata adalah: Nilai Istikamah, ikhtiar, tawakal, jujur, ikhlas, sabar, dan kepedulian. Nilai motivasi pendidikan yang terkandung dalam novel Guru Aini karya Andrea Hirata diambil dari dua tokoh utama yakni: Desi Istiqomah dan Aini. Desi, guru matematika yang idealis, unik, kharismatik, fenomenal, cantik, cerdas tiada banding, tegas dan menjunjung tinggikejujuran. Dan Aini, cita-cita dokter, tokoh yang giat, pekerja keras, disiplin, dan penuh tanggungjawab.
Relevansi Pembelajaran Aqidah Aklak dalam Membentuk Kepribadian Tanggungjawab Mahasiswa PAI Semester IV Kelas B di Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban Rr. Kusuma Dwi Nur Ma’rifati; Sani Latifatul Khilmina; Imam Supriyadi; Maulida Mar’atus Sholihah
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Juli)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran Aqidah Akhlak berperan penting dalam membentuk karakter mahasiswa, khususnya kepribadian tanggung jawab sebagai calon pendidik Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan pembelajaran Aqidah Akhlak, mendeskripsikan kepribadian tanggung jawab mahasiswa, mengkaji relevansi pembelajaran Aqidah Akhlak terhadap pembentukan kepribadian tanggung jawab, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya pada mahasiswa PAI Semester IV Kelas B Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran yang menerapkan Student Centered Learning sesuai Rencana Pembelajaran Semester mampu menginternalisasikan nilai tanggung jawab, disiplin, amanah, kerja sama, dan kejujuran akademik. Relevansi pembelajaran Aqidah Akhlak tercermin pada meningkatnya tanggung jawab mahasiswa dalam menyelesaikan tugas, berpartisipasi aktif, dan menjaga etika akademik, meskipun masih terdapat kendala pada aspek manajemen waktu dan konsistensi belajar.