Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBENTUKAN LITERASI DI SD MIN 3 PEKANBARU Fitra Adi Kusuma; Haviz Dazaqy; Rifal Martin; Robi Santika; Febrina Dafit
Jurnal Motivasi Pendidikan dan Bahasa Vol. 1 No. 3 (2023): September : Jurnal Motivasi Pendidikan dan Bahasa
Publisher : Universitas Katolik Widya Karya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/jmpb-widyakarya.v1i3.766

Abstract

Pembentukan Literasi Sekolah merupakan program penting yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan memahami informasi dengan baik dan benar, menulis dengan baik dan benar, berpikir kritis, dan berbicara dengan baik dan benar. Khususnya di SD MIN 3 Pekanbaru. Penelitian ini bertujuan untuk menggali pentingnya keterampilan literasi bagi siswa dan juga membantu sekolah dalam membuat program literasi. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang menghasilkan data deskriptif melalui pengamatan terhadap sumber data berupa hasil lisan atau tulisan. Data penelitian ini langsung di dapatkan langsung untuk mengetahui bagaimana membentuk literasi seluruh siswa dengan membentuk program literasi Di SD MIN 3 Pekanbaru Provinsi Riau. Data penelitian ini melibatkan guru/walikelas dan seluruh tingkatan kelas. Pembentukan literasi di SD juga dapat membantu anak-anak dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis mereka. Oleh karena itu, pembentukan literasi di SD harus dilakukan dengan langkah-langkah yang sistematis dan terencana. Menyediakan bahan bacaan yang berkualitas, melibatkan orang tua dalam proses pembelajaran, menjalin kerjasama dengan perpustakaan, menggunakan metode pembelajaran yang menarik, dan mengadakan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan literasi adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan dalam pembentukan literasi di SD. Dengan pembentukan literasi yang baik, anak-anak dapat memahami informasi dengan baik dan benar, menulis dengan baik dan benar, berpikir kritis, dan berbicara dengan baik dan benar.
Implementasi Model Project-Based Learning (PjBL) dalam Pembelajaran IPAS Kelas IV SD Negeri 005 Hangtuah Kabupaten Kampar Fitra Adi Kusuma; Leny Julia Lingga
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/edusiana.v4i1.1973

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penerapan model pembelajaran yang mampu mendorong keterlibatan aktif, kolaborasi, tanggung jawab, dan kemampuan siswa dalam mengaitkan materi IPAS dengan kehidupan sehari-hari. Salah satu model yang relevan dengan kebutuhan tersebut adalah Project-Based Learning (PjBL). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model PjBL dalam pembelajaran IPAS kelas IV SD Negeri 005 Hangtuah Kabupaten Kampar serta mengidentifikasi kendala yang muncul dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan subjek penelitian guru kelas IV dan siswa kelas IV. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PjBL dilaksanakan melalui enam tahapan, yaitu penentuan proyek, perencanaan langkah-langkah penyelesaian proyek, penyusunan jadwal pelaksanaan proyek, pelaksanaan dan monitoring proyek, penyusunan laporan serta presentasi hasil proyek, dan evaluasi serta refleksi. Penerapan tahapan tersebut mendorong siswa untuk terlibat aktif dalam diskusi kelompok, membagi tugas, menyelesaikan proyek, mempresentasikan hasil, serta merefleksikan pengalaman belajar. Kendala yang ditemukan meliputi keterbatasan waktu pembelajaran, perbedaan tingkat partisipasi siswa dalam kelompok, dan keterbatasan fasilitas pendukung proyek. Dengan demikian, implementasi PjBL dalam pembelajaran IPAS kelas IV telah terlaksana cukup baik dan memberikan pengalaman belajar yang aktif, kolaboratif, serta kontekstual, meskipun masih memerlukan penguatan dalam pengelolaan waktu, pemerataan peran siswa, dan dukungan sarana pembelajaran.