Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS MODEL SELFCARE BERBASIS HEALTH BELIEF MODEL PASIEN HIPERTENSI USIA 45 TAHUN KEATAS DI KOTA MALANG Susi Milwati; Swito Prastiwi; Leni Saragih
Jurnal IDAMAN (Induk Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan) Vol 5 No 2 (2021): Jurnal IDAMAN (Induk Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/j.idaman.v(5)i(2)y(2021).page:137-152

Abstract

Tahun 2018 terdapat 3.996 orang dengan hipertensi, jumlah pasien laki-laki 1.584 orang dan jumlah pasien perempuan 2.412 orang (catatan medik Puskesmas Mojolangu, 2018). Saat ini upaya penanggulangan penyakit hipertensi belum menempati skala prioritas utama dalam pelayanan kesehatan, walaupun diketahui dampak negatif yang ditimbulkannya cukup besar antara lain stroke untuk otak, penyakit jantung koroner untuk pembuluh darah jantung dan untuk otot jantung. Berdasarkan hasil penelitian di kelurahan Mojolangu (Susi Milwati, 2019) ditemukan: tekanan darah yang naik turun karena setiap hari minum kopi, tidak ada diet khusus, suka makan asin, olah raga tidak pernah dilakukan. Upaya yang dilakukan dalam menanggulangi penyakit hipertensi dengan cara berobat, tapi tidak rutin karena lupa, merasa jenuh dan harus minum obat setiap hari. Hal ini ditambah dengan stres karena tekanan darah yang tidak stabil. Sebagian besar mengeluh merasa cemas dengan penyakitnya, sudah minum obat tapi tekanan darah tidak stabil-stabil, bahkan cenderung terjadi peningkatan. Untuk mengatasi kecemasan tersebut, dilakukan dengan melatih serta memberikan konseling dengan metode REBT kepada 35 ibu-ibu, di kelurahan Mojolangu. Teknik pengumpulan data dengan observasi, kuesionar, wawancara. Dalam mengukur pengetahuan diberikan soal tentang hipertensi, mengukur kecemasan digunakan skala HARS. Therapy rational emotive behavior untuk mengatasi kecemasan pada klien hipertensi dilakukan 4x pertemuan dengan 4 tahapan. Hasil akhir dari proses konseling terjadi perubahan pada diri klien kearah yang lebih baik, kecemasan klien menurun menjadi tingkat kecemasan ringan. Metode REBT layak dipakai sebagai salah satu pendekatan untuk mengatasi kecemasan pasien ibu-ibu dengan hipertensi.
Family Support Education for Hypertension Patients: A Case Study of Blood Pressure Reduction Rossyana Septiasih; Swito Prastiwi; Eko Sari Wahyuni
Health Gate Vol 4, No 2 (2026): April, 2026
Publisher : Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia Kota Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70111/hg4213

Abstract

Lack of family support in patients with hypertension is often influenced by family perceptions and limited knowledge regarding hypertension management. This condition may lead to inadequate attention to patients and poor adherence to treatment and preventive measures. In contrast, family attention, empathy, and involvement in patient care can positively influence patient behavior and improve psychological well-being. This study aimed to identify the level of family support among patients with hypertension before and after the implementation of family support education. This research employed a descriptive case study design involving two research subjects. Data were collected using a family support questionnaire covering emotional, informational, instrumental, and appraisal support. The findings showed that before the educational intervention, subject 1 had not met family support in all four aspects, with informational support being the lowest due to limited access to health information. Meanwhile, subject 2 showed the lowest score in instrumental support due to economic limitations. After the implementation of family support education, both subjects demonstrated improvements and fulfilled all four aspects of family support. It is recommended that families maintain these four aspects of support to enhance patient care, and future researchers are encouraged to conduct separate assessments between family members and patients to obtain more comprehensive results.
Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) untuk Anak-Anak Siswa KB – TK Noor Fadjar Kota Malang Eko Sari Wahyuni; Eka Wulandari; Swito Prastiwi
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v4i1.113

Abstract

Kesehatan anak usia dini merupakan fondasi penting bagi tercapainya generasi masa depan yang berkualitas. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang ditanamkan sejak usia dini berperan besar dalam mencegah penyakit dan meningkatkan kualitas hidup anak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di KB–TK Noor Fadjar Kota Malang dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anak dalam menerapkan PHBS, khususnya praktik mencuci tangan yang benar. Metode kegiatan bersifat edukatif dan partisipatif melalui penyampaian materi, pemutaran video edukatif, demonstrasi mencuci tangan, serta permainan interaktif. Sebanyak 40 siswa KB–TK beserta orang tua dan guru terlibat aktif dalam kegiatan ini. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan antusiasme anak-anak terhadap pentingnya menjaga kebersihan diri, yang ditunjukkan melalui kemampuan mereka mempraktikkan cara mencuci tangan dengan benar. Selain anak-anak, orang tua dan guru juga menunjukkan keterlibatan yang positif, yang turut mendukung pembentukan kebiasaan hidup sehat di lingkungan rumah dan sekolah. Pendekatan yang menyenangkan dan sesuai dengan tahap perkembangan anak terbukti efektif dalam menyampaikan pesan kesehatan. Kegiatan ini memberikan dampak edukatif yang luas dan diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya PHBS sebagai bagian dari upaya preventif sejak usia dini. Rekomendasi dari kegiatan ini adalah perlunya keberlanjutan program edukasi PHBS secara kolaboratif antara sekolah, keluarga, dan tenaga kesehatan.