Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Students in Islamic Education Dimas Ramdhan; Nazwah Fatimah; Syarifah; Mahwiyah
Amandemen: Journal of Learning, Teaching and Educational Studies Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/amd.v1i1.4

Abstract

In Islamic education students are individuals who are developing. The term student has a deeper meaning than the mention of students. that is, in the educational process there are individuals who really want students to be active in the teaching and learning process, not educators. The term learner in Arabic is designated by a number of terms, including terms, mutarabbi, muta'allim, mutaaddib, and daris . In the paradigm of Islamic education, students are God's creatures who have a number of basic potentials (nature) that have not yet developed and have not reached the level of maturity, both from the physical, mental-spiritual, intellectual, and psychological aspects. Therefore, he always needs help, assistance, and direction from educators so that he can optimally develop his potential and direct him to maturity. This means that Islamic education does not only improve the academic quality of students, but also is responsible for the formation of the noble character of students.
A, The artikel LAYANAN INFORMASI UNTUK MEMBANGUN KOMUNIKASI ANAK DAN ORANG TUA DALAM MEMAHAMI KEINGINANNYA YANG BELUM TERSAMPAIKAN DI SMP N 26 KOTA JAMBI: Information Services to Build Communication between Children and Parents in Understanding Their Unspoken Desires Hera Wahyuni; Syarifah Sera; Aniza Novalia Putri; Natalia Sinaga; Dalilah Fitri; Devi Aulia Tista; Annisa Oktopiani
Journal of Community Service (JCOS) Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jcos.v1i3.354

Abstract

Tulisan ini membahas mengenai cara berkomunikasi yang baik antara dengan orangtua. Seringkali kita terlibat pertentangan dengan orangtua. Mulai dari kesalahpahaman, maupun perbedaan pandangan. Walaupun begitu, kita tidak pantas untuk berbicara kasar dengan orangtua. Kita harus selalu berlomunikasi dengan mereka menggunakan kata yang baik. Komunikasi yang baik dengan orangtua itu penting. Karena orangtua adalah harta terbesar dalam hidup kita. Dalam kehidupan sehari-hari seringkali terjadi kesenjangan antara apa yang diinginkan oleh anak dan apa yang diinginkan oleh orangtua. Komunikasi haruslah dibangun mulai dari anak usia dini, hal tersebut dimaksudkan supaya terciptanya keterkaitan yang baik antara orang tua dan anak agar menciptakan hubungan yang harmonis. Untuk dapat membangun komunikasi anak perlu memahami cara berkomunikasi yang baik dengan orangtua yaitu seperti: menggunakan bahasa yang baik, mengajak orang tua berbincang ringan, memberitahukan keinginanmu dengan baik, mendengarkan orang tua sebelum berbicara, meminta pendapat orang tua, selipkan candaan dan humor, lihat situasi dan kondisi, pilih jalan keluar yang terbaik. Metode yang digunakan dalam Pemberian layanan informasi kepada peserta didik dilakukan dengan menggunakan media powerpoint dan menampilkan video interaktif.
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat tentang Pengelolaan Diabetes Mellitus di Masa Pandemi Covid-19 Siti Khoiroh Muflihatin; Aditya SA; Carolline NB; Gradian PW; Juwita P; Syarifah F
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i2.268

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang memiliki prevalensi tertinggi dan menyebabkan komplikasi penyakit yang lebih parah seperti penyakit jantung dan stroke yang sering menyebabkan kematian di seluruh dunia. Pencegahan dan penanganan yang tepat akan mengurangi dampak atau resiko terhadap terjadinya komplikasi yang tidak di inginkan terutama di masa pandemic covid-19 dimana penyakit diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit yang merupakan factor komorbid dari Covid-19. Kegiatan penyuluhan dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman penderita dalam mengelola penyakit diabetes mellitus yang di derita. Metode kegiatan penyuluhan diawali dengan pemeriksaan kesehatan yang meliputi anamnesa, pengukuran tekanan darah dan pemeriksaan kadar glukosa darah, selanjutnya dilakukan pre test dilanjutkan dengan penyampaian materi dan diskusi dan di akhiri dengan post test. Kegiatan ini diikuti oleh 15 responden dan dilakukan dengan menerapkan protocol kesehatan yang ketat karena masih di masa pandemic. Hasil penyuluhan menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman responden tentang penyakit diabetes Mellitus dan pengelolaanya. Dari hasil pemeriksaan kesehatan juga didapatkan terdapat 6 orang yang memiliki kadar glukosa darah lebih dari 200mg/dl. Berdasarkan hasil ini diharapkan masyarakat dapat menerapakan pengetahuan dan pemahaman yang dimiliki untuk dapat hidup yang lebih sehat agar tercapai derajat kesehatan yang optimal