Refita Ika Indrayati
Institut Teknologi Sumatera

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Identifikasi Anatomi Aksara Lampung Refita Ika Indrayati; Namuri Migotuwio
AKSA: Jurnal Desain Komunikasi Visual Vol. 4 No. 1 (2020): AKSA: Jurnal Desain Komunikasi Visual
Publisher : LP2M Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain Visi Indonesia (STSRD VISI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37505/aksa.v4i1.43

Abstract

Writing system in a form of script is an integral part ofcommunication. Its existence enabling history, idea and knowledgeto spread beyond one’s land and passed from one generation to theother. As a part of Indonesian culture, Lampung script of HadLampung must be preserved. But in reality, the usage of this script isfading from society. The difficult writing system and wide-spreadusage of Latin alphabet as standard in Indonesian language aresome of the factors why Lampung script is not a popular writingsystem in Lampung. This research is trying to fill the gap betweenthe effort of conservation and the lack of documentation about localscript. This study uses Type Design Parameter by Mohanty toidentify and categorize Lampung script anatomy. This identificationcan be guideline recommendation for Lampung script basedtypography design and other purposes.
Identitas Visual Metro Creative Hub Dalam Perancangan Desain Komunikasi Visual Untuk Meningkatkan Value Kota Metro PG Wisnu Wijaya; Refita Ika Indrayati; Winri Khairunisa
KONTEKSTUAL : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 1 (2024): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Bandar Lam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jik.v3i1.3839

Abstract

Kota Metro sebagai data awal terbentuknya Metro Creative Hub dan memberikan referensi bentuk organisasi dan organisasi Metro Creative Hub. Metode dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang menerapkan Diskusi Kelompok Terarah atau Focus Group Discussion (FGD) dan metode desain Matt Cooke guna menentukan citra Metro Kreatif Hub sebagai wahana terhubungnya antara stakeholder kreatif kota Metro. Kesimpulannya, responden menginginkan alternatif jenis logo sebagai identitas yang mencerminkan Pusat, Kreatif, Modern, Sejarah, dan Ekonomi Kreatif dengan pendekatan ruang-ruang inklusif bagi para komunitas kreatif. Dari aspek fisik, creative hub menyediakan ruang untuk berkarya bagi komunitas kreatif serta berfungsi sebagai inkubator bisnis bagi industri kreatif. Sebagai entitas fisik, creative hub biasanya terletak di satu lokasi yang berfungsi sebagai pusat kegiatan. Logo digunakan sebagai merek untuk merepresentasikan eksistensi dan konektivitas komunitas kreatif, menjadi sarana untuk lebih dalam mengeksplorasi kota Metro.