Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

SENAM JANTUNG SEHAT TERHADAP TINGKAT TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI KELOMPOK LANSIA SENAM JANTUNG SEHAT Lexy Oktora Wilda; Wahyu Pujiati
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 9 No 2 (2025): Judika Volume 9 No. 2 Oktober 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v9i2.27449

Abstract

Hipertensi adalah salah satu masalah kardiovaskuler yang sering terjadi pada Lansia. Pengendalian Hipertensi pada usia lanjut salah satunya adalah dengan olahraga Senam Jantung Sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh Senam Jantung Sehat Terhadap Tingkat Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi di Kelompok Lansia Senam Jantung Sehat. Rancangan penelitian dengan Design Pre Eksperimen melalui pendekatan one group pretest post test design. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 25 Februari – 19 Maret 2023 di Kelompok Lansia Senam Jantung Sehat. Populasi Lansia yang aktif mengikuti senam jantung sehat di RSUD Dolopo sejumlah 35 Lansia,dengan total sampling di dapat sample sejumlah 14 responden.Variabel independen adalah senam jantung sehat. Variabel dependen tingkat hipertensi pada lansia penderita hipertensi. Pengolahan Analisa data dengan uji statistik SPSS menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test ( α = 0,05). Dari penelitian 14 responden didapatkan hasil sebelum dilakukan senam jantung sehat sebagian besar mempunyai tingkat tekanan darah hipertensi grade 1 sebanyak 13 responden (92,9%). Setelah dilakukan senam jantung sehat di dapatkan tingkat tekanan darah dengan kategori high normal sebanyak 12 responden (85,7%). Hasil uji statistik dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test didapatkan α 0,001. Karena nilai ρ value ≤ α 0,05, maka Ha diterima dan dapat diambil kesimpulan ada pengaruh yang signifikan pada tingkat tekanan darah sebelum dengan setelah intervensi senam jantung lansia. Dengan mengikuti senam Jantung Sehat secara rutin dapat meningkatkan kualitas hidup kesehatan Lansia dengan mempertahankan tekanan darah yang stabil selain minum obat hipertensi secara teratur.
Pengetahuan Dan Dukungan Keluarga Dengan Self Management Lansia Diabetes Militus Lexy Oktora Wilda; Ekwantoro
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 4 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i4.2203

Abstract

Proses penuaan dan perubahan gaya hidup telah membuat diabetes militus lebih umum terjadi pada lansia. Diabetes Melitus memiliki resiko jauh lebih tinggi pada lansia. Komplikasi ini dapat dicegah melalui self management yang baik. Namun pengetahuan yang kurang serta tidak maksimalnya dukungan keluarga menjadikan self management ini terlihat tidak bejalan dengan baik. Tujuan penelitian ini yaitu mengatahui hubungan pengetahuan dan dukungan keluarga dengan self management pada lansia diabetes militus. Desain penelitian yaitu analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 67 responden yang memenuhi kriteria. Penelitian dilakukan pada juli 2023. Alat ukur menggunakan kuesioner dan uji statistik menggunakan spearman rank. Hasil penelitian menunjukan bahwa bahwa dari 67 responden didapatkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan cukup tentang self management yaitu 39 responden (58,2%), sebagaian besar memiliki dukungan keluarga baik yaitu 44 responden (65,7%). Dan hampir setengahnya memiliki self management cukup yaitu 33 responden (49,3%). Uji statistik didapatkan pengetahuan (p value = 0,003) dan dukungan keluarga (p value = 0,008). Sehingga terdapat hubungan antara pengerahuan, dukungan keluarga dengan self management pada lansia diabetes militus. Pengetahuan yang baik terkait diabetes militus serta adanya dukungan keluarga menjadikan lansia cenderung melakukan self management yang tepat. Pemberian informasi atau edukasi mampu meningkatkan pengetahuan lansia. Sedangkan peningkatan peran keluarga dalam merawat lansia menjadi solusi terakit dengan dukungan keluarga