Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

The Effect of Brown Rice Consumption on Blood Sugar Levels in Menopause in Tamanan Village, Kediri City in 2022 Siti Aminah; Galuh Pradian Yanuaringsih; Fauzia Laili; Barirah
Journal for Quality in Public Health Vol. 5 No. 2 (2022): May
Publisher : Master of Public Health Program Institut Ilmu Kesehatan STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jqph.v5i2.339

Abstract

Increased blood sugar occurs at menopause age because at the age of menopause there is an increase in blood components which results in blood sugar levels being higher and difficult to reduce if not with regular injections of the hormone insulin. Blood sugar disease occurs due to disorders of the pancreas gland which can disrupt the production of the hormone insulin. Based on a preliminary study in Tamanan Village on 30 menopausal women respondents, 20 of them (66.67%) suffered from increased blood sugar levels. The purpose of this study was to determine the effect of brown rice consumption on blood sugar levels in menopause. The research design used was a pre-experimental study with a one-group pretest-posttest design. The population in this study were all postmenopausal women who experienced an increase in blood sugar levels in Tamanan village. By purposive sampling, a sample of 16 people was obtained. The research instrument used was an observation sheet. Data were analyzed using paired t-test. The results showed that the average blood sugar level before giving brown rice was 131.94 mg/dl. The average blood sugar level after being given brown rice was 123.56 mg/dl. From the results of statistical tests with = 0.05 obtained p value = 0.000 so that p-value < then H0 is rejected and H1 is accepted. This study concludes that there is an effect of the consumption of brown rice on blood sugar levels during menopause. Based on the research results, postmenopausal women should consume brown rice and pay attention to the consumption of balanced nutrition, so that blood sugar levels are controlled and health status can be optimal.
PENGARUH PEMBERIAN TERAPI MUSIK TERHADAP TINGKAT NYERI PADA IBU NIFAS POST OPERASI SECTIO CAESAREA (SC) Sukowati, Anis; Utomo, Bram Mustiko; Barirah; Fistakul; Wulandari, Siswi
Jurnal Mahasiswa Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2023): MARET 2023
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jumakes.v4i2.4521

Abstract

Penyebab utama anemia kurang besi tampaknya adalah karena konsumsi zat besi yang tidak cukup dan absorbsi zat besi yang rendah dari pola makanan, memberikan tablet besi 60 mg/hari dan dilakukan penyuluhan gizi ibu hamil dan menyusui. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara konsumsi gizi seimbang dan usia dengan kejadian anemia gravidarum pada ibu hamil trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Kertosono Tahun 2022. Metode yang digunakan analitik korelasi. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil trimester III sebanyak 49 ibu hamil, dengan total sampling. Instrumen yang digunakan adalah Hb meter sahli dan angket yang berupa cheklist. Untuk mencari ada tidaknya hubungan antara konsumsi gizi seimbang dan usia dengan kejadian anemia pada ibu hamil (tribulan I dan tribulan III) menggunakan uji kolerasi Spearman Rank (Rho). Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang kuat dengan arah hubungan positif (+) antara konsumsi gizi seimbang dengan kejadian anemia gravidarum pada ibu hamil trimester III dan ada hubungan yang kuat dengan arah hubungan positif (+) antara usia dengan kejadian anemia gravidarum pada ibu hamil trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Kertosono Tahun 2022. Responden diharapkan dapat memahami tentang Anemia serta berupaya untuk meningkatkan kesehatan selama hamil untuk menunjang terjaminya kesehatan ibu terutama kesehatan bayi.
Rose Aromatherapy Affects Blood Pressure in Menopausal Women Mayasari Putri Ardela; Nara Lintan Mega Puspita; Raffiky Pinandia Sustamy; Barirah
Journal of Global Research in Public Health Vol. 7 No. 2 (2022): December
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jgrph.v7i2.412

Abstract

The health problem that often occurs in menopause is hypertension. One way of non-pharmacological treatment for lowering blood pressure can be done using rose aromatherapy.The purpose of this study was to determine the effect of rose aromatherapy on blood pressure in mother menopause at the Mojoroto sub-district, Kediri, East Java. The research design uses the pre experiments approach one group pretest-posttest design. The study population is menopausal mothers who have high blood pressure with some 40 people. Random Sampling technique in getting a sample of 28 people. Collecting data using primary data using observation sheets and the results analyzed using the Wilcoxon test. From the results of the research conducted shows that getting ρ value = 0.001, which means that the value of ρ <α so that H0 rejected H1 is accepted, meaning there is an effect of rose aromatherapy on blood pressure in the mother menopause.Rose aromatherapy proven its effect in lowering blood pressure in menopausal women. Aromatherapy can be made non-pharmacological handling in lowering blood pressure in the elderly.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU DENGAN PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI DINI PADA BAYI USIA 0-6 BULAN Verla; awatiszahro, alfika; Barirah; Firdaus, Nikmatul
Jurnal Mahasiswa Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2023): MARET 2023
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jumakes.v4i2.4487

Abstract

Makanan pendamping Air susu Ibu (MP-ASI) adalah makanan yang diberikan saat bayi mulai berusia 6 bulan. Makanan Pendamping ASI adalah makanan atau minuman yang mengandung gizi yang diberikan kepada bayi atau anak usia 6-24 bulan untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Makanan pendamping air susu ibu yang diberikan terlalu dini akan meningkatkan resiko bayi mengalami infeksi lambung. Bayi beresiko mengalami obesitas dikemudian hari akibat dari pengenalana makanan terlalu dini bisa diakibatkan dari asupan gula yang berlebihan. Pemberian MP-ASI terlalu dini akan mempengaruhi tingkat kecerdasan anak dan penyakit degeneratif pada usia dewasa. Jenis penelitian ini adalah cross sectional.Pengumpulan data dilakukan dengan survey pembagian kuesioner kepada responden. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pendidikan ibu, dan variabel terikat dalam penelitian ini adalah perilaku pemberian MP-ASI dini. Sampel dalam penelitia ini adalah ibu di kecamatan Buol Sulawesi Tengah yang memiliki bayi usia 0-6 bulan. Jumlah sampel dalam penelitian ini 50 responden.   Hasil uji statistik dengan Chi Square p didapatkan p value 0,000 lebih kecil dari 0.05 yang artinya terdapat hubungan antara pendidikan dengan praktik pemberian MPASI dini. Pendidikan berpengaruh terhadap pemberian MPASI karena pendidikan dapat mempengaruhi pola pikir seseorang Pendidikan akan menambah wawasan seseorang untuk dapat bersika dan bertindak profesional dalam berbagai hal   Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara pendidikan ibu dengan praktik pemberian MPASI dini pada bayi usia 0-6 bulan.Pendidikan mempengaruhi pemberian MP-ASI dini sehingga tenaga kesehatan dapat mengidentifikasi pemberian asuhan kebidanan promosi kesehatan terkait pemberian MP-ASI dini.
PELAKSANAAN PIK-KRR (PUSAT INFORMASI KONSELING KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA) SMK DI MEDAN Isnaini, Fistaqul; Barirah
Excellent Midwifery Journal Vol. 8 No. 1 (2025): EDISI APRIL
Publisher : STIKes Mitra Husada Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Kesehatan Reproduksi Remaja difokuskan pada empat sasaran utama yaitu: Peningkatan komitmen terhadap program KRR, Komunikasi perubahan perilaku remaja, Peningkatan kemitraan dan kerjasama dalam program KRR dan Peningkatan akses dan kualitas pengelolaan dan pelayanan Pusat Informasi dan Konseling KRR (PIK-KRR).Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil evaluasi bagaimana pelaksanaan PIK-KRR SMK di Medan. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Deskriptif untuk mengetahui pelaksanaan setelah adanya PIK-KRR. Sampel pada penelitian adalah 20 SMK yang telah melaksanakan program PIK-KRR dengan metode pengambilan sampel accidental sampling dan analisa data distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukan pada PIK-KRR melakukan sarasehan bagi anggota kelompok remaja 75%, 60% pimpinan/kepala sekolah memberi dukungan dan persetujuan, penyusunan program kegiatan PIK-KRR 55%, kegiatan jambore remaja 60%, advokasi untuk meningkatkan kualitas dan keberlangsungan PIK-KRR didapatkan dari hasil bahwa 70%, jaringan keterlibatan70%, media cetak dan elektronik 70%, meresmikan pembentukan PIK-KRR 60%, jadwal rutin pertemuan minimal 1 bulan sekali 55%, informasi KRR oleh pendidik sebaya kepada guru didapatkan 75%, pendidik sebaya dan konselor sebaya, tenaga medis, psikolog dan tenaga ahli lainnya yang datang secara terjadwal 65%, ruangan khusus tempat pelayanan dan ruang pertemuan PIK-KRR 55%, 50% membuat laporan, informasi dan konseling KRR di luar tempat PIK-KRR ini dapat dilakukan dengan cara penyuluhan 70%, mengirimkan kader untuk pelatihan bagi pengelola, calon pendidik sebaya dan konselor sebaya 65%. Berdasarkan pelaksanaan PIK-KRR diperoleh hasil bahwa hanya 75% yang telah melaksanakan PIK-KRR dengan baik. Disarankan dari hasil penelitian ini agar melakukan penelitian yang lebih mendalam mengenai manfaat dibentuknya atau dilaksanakannya PIK-KRR disekolah-sekolah
Analysis of Early MP-ASI Giving and Relationship with Incidence of Diarrhea in Babies 0-6 Months in the District Medan Tuntungan Barirah; Ira Maulani Lubis
Benih : Journal of Midwifery Vol. 4 No. 02 (2025): Benih : Journal of Midwifery
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/benih.v4i02.511

Abstract

Complementary foods for breast milk are foods that are given to babies who are 6 months old or older because breast milk does not meet the nutritional needs of babies. Mother's knowledge of MP-ASI is very important so that mothers can give MP ASI to the baby appropriately. Mother's lack of knowledge about the importance of MP-ASI is influenced by the promotion of dietary supplements and formula milk products. Early MP-ASI with the incidence of diarrhea in 0-6 month infants affects the mother's access to the time media that influences decision-making, where the higher the mother's education, the greater the opportunity to provide MP-ASI. The study aims to analyze the early MP-ASI feeding with the incidence of diarrhea in infants 0-6 months with feeding to infants. The type of research is analytical correlative with the design of a cross sectional study. The research was carried out in Medan Tuntungan District, starting from September-December 2025. The population and sample in the study of all mothers who had babies in Medan Tuntungan District amounted to 54 people. Sampling is a total sampling technique. The study used the chi-square test with a total of 54 research samples. Respondents were given a questionnaire to find out the early MP-ASI with the incidence of diarrhea in babies 0-6 months of administration. The results of the data obtained were tested using chi-square test statistics with α=0.05. The results showed that there was a significant relationship between early MP-breastfeeding and the incidence of diarrhea in infants 0-6 months, with a probability value (p = 0.000). The results showed that there was a significant significant relationship between early MP-breastfeeding and the incidence of diarrhea in infants 0-6 months, with a probability value (p = 0.000). The research team's suggestion is that it is necessary to carry out a health education program for mothers who have babies aged 0-6 months, coaching and empowerment to mothers in Medan Tuntungan District about the benefits and effects of not giving MP-ASI to babies 0-6 months with the incidence of diarrhea, in order to increase maternal knowledge, change maternal behavior about the importance of giving MP-ASI to babies 0-6 months with the incidence of diarrhea