Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Independent and Healthy through Complementary Therapy for the Elderly at Griya Asih Lawang: Mandiri dan Sehat Melalui Terapi Komplementer bagi Lansia di Griya Asih Lawang Eny Rahmawati; Eka Yuni Indah Nurmala; Nadhifah Rahmawati
Jurnal Pengabdian Bidan Nasuha Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jpbn.v3i1.1112

Abstract

Introduction: The achievement of healthy aging is expected to be able to improve the physical, social and mental health of the elderly so that they can play an active role in society and enjoy an independent life without discrimination. The guidance and health services for the elderly need to be improved with the aim of improving the health status and quality of life of the elderly for health and independence through complementary therapies. The purpose of this community service is to train RAAL Griya Asih caregivers and the elderly about complementary therapies. The target/partner of this activity is RAAL Griya Asih Lawang which consists of 33 elderly, 7 RAAL caregivers. The service method is the provision of health education in the form of counseling, demonstrations for each elderly about complementary therapies, namely Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT), back acupressure (mask) and relaxation. The evaluation method is to evaluate the ability by doing one-on-one practice and then being evaluated for the next 4 days. Result: Increased knowledge for RAAL caregivers from 28.28% who lacked knowledge to lack of knowledge and became good as much as 71.42%. The improvement of skills for RAAL caregivers, initially there were less as much as 42.86%, to less skills only 14.29% and to be good as much as 28.57% and enough by 57.14%. Increased knowledge for the elderly RAAL, initially most of the knowledge is lacking as much as 78.78% to 24.25% good and 45.45% enough. Improved skills for RAAL elderly, initially most of the skills were lacking as much as 75.76% to good at 12.12% and sufficient at 60.61%.The results of the activity are increasing the knowledge and skills of the elderly and caregivers of RAAL Griya Asih on complementary abilities, namely SEFT, masking and relaxation, because at first at RAAL Griya Asih they have not applied the three complementary techniques. Increased knowledge and skills on complementary techniques will contribute to efforts towards independence and health of the elderly.
The Relation of Menopause Duration with Estrogen Hormone Levels in Menopause Women 1-5 Years in Sukoanyar Village, Pakis District, Malang. Eny Rahmawati; Erwanto; Desy Rinawaty
Journal Scientific of Mandalika (JSM) e-ISSN 2745-5955 | p-ISSN 2809-0543 Vol. 6 No. 6 (2025)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/10.36312/vol6iss6pp1496-1501

Abstract

Menopause is the cessation of the physiological process of the menstrual cycle which is related to a woman's age. Permanent cessation of the menstrual cycle is caused by loss of activity of the ovarian follicles which is expressed when experiencing amenorrhea (no menstruation) for 12 months. The aim of this study was to determine the relationship between the duration of menopause and estrogen hormone levels in menopausal women 1-5 years in Sukoanyar Village, Pakis Malang District. This research was conducted in December 2023. This research is a quantitative descriptive study with a cross sectional approach, the sample size in this study was 93 respondents. Based on the frequency distribution, respondents who experienced menopause within 2 years were the respondents with the largest percentage, namely 29%. The frequency distribution of respondents based on estrogen levels ≥130 pg/mL was 42 respondents or 45.2%, while estrogen levels ≤ 130 pg/mL were 51 people or 54.8%. Meanwhile, based on the Pearson test, the Sig (tailed) value or p value was 0.509, which means the relationship between estrogen levels and length of menopause is said to be not significant. And based on the correlation value, it shows that the correlation level is very low
PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DAN PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS PADA BALITA USIA 6-24 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS REJOSO: Exclusive Breastfeeding and Fine Motor Development Of Children AGED 6-24 MONTHS IN THE WORK AREA OF REJOSO COMMUNITY HEALTH CENTER Nur Khasan, Muhammad Arif Harianto; Anjarwati, Nurul; Rohimah, Afiatur; Rahmawati , Eny
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Imiah Pamenang (JIP)
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jip.v7i1.343

Abstract

ABSTRAK ASI eksklusif merupakan pemberian ASI saja tanpa makanan dan minuman lain pada bayi selama enam bulan pertama kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ASI eksklusif terhadap kemampuan motorik halus pada balita usia 6-24 bulan. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan desain cross sectiona. Sampel penelitian adalah 58 balita di wilayah kerja Puskesmas Rejoso, diambil dengan teknik purposive sampling dengan kriteria Inklusi antara lain yaitu bersedia menjadi responden, anggota posyandu balita 0-6 bulan dan balita yang mendapatkan ASI Eksklusif 0-6 bulan. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi Denver II dan dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara pemberian ASI eksklusif dengan perkembangan motorik halus (p-value 0,003 < 0,05). Dari hasil yang sudah ada bahwa balita yang menerima ASI Eksklusif  menunjukkan perkembangan motorik halus yang normal dan balita yang tidak menerima ASI Eksklusif mengalami keterlambatan perkembangan motorik halus (sespek). Dalam hal ini terdapat pengaruh pemberian ASI Eksklusif   terhadap perkembangan motorik halus balita. Disarankan agar pemberian ASI eksklusif terus digalakkan untuk menunjang tumbuh kembang anak. ABSTRACK Exclusive breastfeeding is the feeding of only breastfeeding without other foods and drinks to the baby during the first six months of life. This study aims to determine the effect of exclusive breastfeeding on fine motor skills in toddlers aged 6-24 months. This study uses an observational analytical method with a cross sectiona design. The research sample was 58 toddlers in the working area of the Rejoso Health Center, taken by purposive sampling technique with inclusion criteria, namely being willing to be respondents, members of the posyandu for toddlers 0-6 months and toddlers who received exclusive breastfeeding for 0-6 months. Data were collected using the Denver II observation sheet and analyzed using the Chi-Square test. The results showed a significant influence between exclusive breastfeeding and fine motor development (p-value 0.003 < 0.05). From the existing results, toddlers who received Exclusive Breastfeeding showed normal fine motor development and toddlers who did not receive Exclusive Breastfeeding experienced delayed fine motor development (sespek). In this case, there is an effect of exclusive breastfeeding on the fine motor development of toddlers. It is recommended that exclusive breastfeeding continues to be encouraged to support children's growth and development.
Penerapan Cognitive Behaviour Therapy Sebagai Upaya Peningkatan Manajemen Diri Penderita Hipertensi Afiatur Rohimah; Nadhifah Rahmawati; Eny Rahmawati; Erwanto Erwanto
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3728

Abstract

Perilaku manajemen diri pada hipertensi berpengaruh terhadap risiko komplikasi akibat hipertensi. Perilaku manajemen manajemen diri dapat ditingkatkan melalui berpikir positif, sikap, dan pengetahuan. Terapi perilaku kognitif (CBT) dapat menjadi intervensi untuk meningkatkan perilaku manajemen diri dan meningkatkan kualitas hidup penderita hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian intervensi Cognitive Behaviour Therapy terhadap manajemen diri penderita hipertensi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental dengan rancangan Quasy experiment dan menggunakan desain pretest-posttest one group design. Sampel penelitian ini adalah 30 orang penderita hipertensi di Puskesmas Dau Kabupaten Malang, yang diperoleh dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner Hypertension Self Management Behaviour Questionaire (HSMBQ) serta melakukan pemeriksaan tekanan darah sebelum dan sesudah dilakukan intervensi. Analisis data menggunakan pendekatan statistik Paired Sample t-test dengan terlebih dahulu dilakukan uji normalitas menggunakan Saphiro Wilk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dari penerapan Cognitive Behaviour Therapy terhadap manajemen diri penderita hipertensi dengan nilai p value secara berurutan yaitu 0.000, 0.000, dan 0.024. Cognitive Behaviour Therapy bisa diterapkan dalam membantu meningkatkan manajemen diri penderita hipertensi atau penyakit kronis.
Pengaruh Kombinasi Inhalasi Aromaterapi Bergamot dan Mawar Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pasien Hipertensi Di RS Prima Husada Malang Meilinda Dwi Trisutanti; Eny Rahmawati; Nadhifah Rahmawati; Putu Sintya Arlinda Arsa
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 4 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i4.2177

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit yang telah banyak mengakibatkan terjadinya kematian. Prevalensi kejadiannya yang signifikan dan terus meningkat dari tahun ke tahun menjadikannya sebagai salah satu penyakit krdiovaskuler paling umum di masyarakat. Pengendalian hipertensi diperlukan untuk mencegah terjadinya berbagai komplikasi. Salah satunya terapi nonfarmakologi yang biasa digunakan adalah aromaterapi seperti halnya bergamot dan mawar. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experiment two group pretest-posttest dengan 64 responden yang dibagi dua kelompok: eksperimen (diberikan intervensi kombinasi inhalasi aromaterapi mawar dan bergamot) dan kontrol (diberikan intervensi amlodipine dan candesartan). Data tekanan darah diukur menggunakan tensimeter digital dan dianalisis dengan uji Wilcoxon Sign Rank Test dan Mann-Whitney (α=0.05). Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar kelompok eksperimen memiliki tekanan darah stadium 2 (sistolik 81.3%; diastolik 75%) sebelum pemberian intervensi, dan mayoritas menjadi normal (sistolik 59.4%; diastolik 71.9%) setelah pemberian intervensi. Selanjutnya, sebagian besar responden kelompok kontrol memiliki tekanan darah stadium 2 (sistolik 78.1%; diastolik 59.4%) sebelum pemberian intervensi, dan hampir setengahnya memiliki tekanan darah stadium 2 (masing-masing 43.8%) setelah pemberian intervensi. Uji statistik menunjukkan kombinasi aromaterapi berpengaruh signifikan terhadap penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik (p=0.005; p=0.003), demikian pula terapi farmakologi (p=0.000; p=0.000). Terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelompok setelah intervensi (p=0.000) dimana terapi yang diberikan pada kelompok eksperimen lebih efektif dalam menurunkan tekanan darah dibandingkan dengan terapi yang diberikan pada kelompok kontrol. Penelitian ini meinscayakan penggunaan terapi farmakologi (amlodipine dan candesartan) sebagai terapi utama dan nonfarmakologi (kombinasi inhalasi aromaterapi mawar dan bergamot) sebagai terapi tambahan bagi masyarakat yang menderita hipertensi untuk menurunkan tekanan darah tidak normal.
Pengaruh Meditasi Akupresure Dan Terapi Musik Klasik Terhadap Tingkat Kecemasan Dalam Menghadapi Karya Tulis Ilmiah Pada Mahasiswa Pekerja Alih Jenjang Stikes Kendedes Malang Lola Novira Risdiyanti; Eny Rahmawati; Desy Rinawaty; Putu Sintya Arlinda Arsa
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 4 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i4.2179

Abstract

Mahasiswa pekerja alih jenjang menghadapi tantangan psikosisal yang kompleks dengan berbagai sisi antara beban akademik terutama dalam menyusun karya tulis ilmiah, di sisi lain tuntutan profesional dari pekerjaan. Kondisi ini berpotensi meningkatkan tingkat kecemasan, menurunkan konsentrasi, produktivitas, serta kualitas hasil akhir akademik. Kecemasan akademik di Indonesia cukup tinggi jika tidak ditangani dapat memicu gangguan mental lebih serius. Salah satu tindakan non- farmakologis yang bisa dilakukan adalah terapi meditasi akupresure dan terapi musik klasik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan tingkat kecemasan pada mahasiswa pekerja alih jenjang sebelum dan sesudah terapi meditasi akupresure dan terapi musik klasik di STIKes Kendedes. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental pretest-posttest one group. Populasi pada penelitian ini sebanyak 57 orang yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data penelitian menggunakan link vidio dan google form Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Data penelitian dikumpulkan pada bulan Juli 2025 . Data yang terkumpul dianalisis dengan Wilcoxon Sign Rang Tets. Hasil penelitian ini menyatakan rata-rata tingkat kecemasan responden sebelum dilakukan terapi meditasi akupresure dan terapi musik klasik sebesar 16,72 (sedang) dan sesudahnya sebesar 10,32 (ringan). Selanjutnya, terdapat perbedaan signifikan antara tingkat kecemasan responden sebelum dan sesudah dilakukan terapi meditasi akupresure dan terapi musik klasik (P- value = 0,000). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa terapi meditasi akupresure dan terapi musik klasik melalui pendekatan relaksasi fisik dan stimulus auditory yang dapat menurunkan kecemasan dan ketegangan emosional dan meningkatkan kefokusan.
Pengaruh Kombinasi Aromaterapi Lavender Dan Akupresur Terhadap Derajat Neuropati Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Rumah Sakit Prima Husada Malang Amilatul Kholifah; Eny Rahmawati; Desy Rinawaty; Putu Sintya Arlinda Arsa
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 4 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i4.2180

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang prevalensinya terus meningkat dan dapat menimbulkan berbagai komplikasi, salah satunya neuropati. Kondisi ini ditandai dengan gejala nyeri, kesemutan, dan mati rasa akibat kerusakan saraf perifer. Penatalaksanaan neuropati diabetik tidak hanya dilakukan secara farmakologis, tetapi juga dapat melalui terapi non-farmakologis seperti aromaterapi lavender dan akupresur yang berpotensi membantu menurunkan gejala neuropati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi aromaterapi lavender dan akupresur terhadap derajat neuropati pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Prima Husada Malang. Penelitian ini menggunakan desain one group pretest-posttest design. Sampel penelitian adalah penderita diabetes melitus tipe 2 dengan gangguan neuropati yang datang berobat ke Rumah Sakit Prima Husada Malang sebanyak 31 responden yang ditentukan dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Neuropathy Symptom Score (NSS). Data dianalisis menggunakan Wilcoxon Sign Rank Test dengan taraf signifikansi α = 0.05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden mengalami derajat neuropati kategori sedang sebelum intervensi (58.1%); sebagian besar responden mengalami derajat neuropati kategori ringan (54.8%); dan ada pengaruh signifikan kombinasi aromaterapi lavender dan akupresur terhadap derajat neuropati pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Prima Husada Malang (p-value = 0.000). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi dua terapi (aromaterapi lavender dan akupresur) mampu menurunkan derajat neuropati pasien diabetes melitus tipe 2, sehingga terapi ini berpotensi dijadikan sebagai intervensi komplementer yang mendukung penatalaksanaan neuropati diabetik dalam praktik pelayanan kesehatan.
Analisis Perbedaan Tekanan Darah Lansia Hipertensi Dengan Terapi Musik Dan Relaksasi Otot Progresif Rizqi Gitari Fernanda; Luluk Nur Aini; Erwanto; Eny Rahmawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 4 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i4.2181

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang bersifat kronis dan banyak terjadi pada kelompok lanjut usia (lansia), serta berisiko menimbulkan berbagai komplikasi serius seperti penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal. Kondisi ini sering disebut sebagai silent killer karena sering tidak menunjukkan gejala yang jelas. Penatalaksanaan hipertensi tidak hanya dilakukan secara farmakologis, tetapi juga dapat dikombinasikan dengan terapi non-farmakologis, seperti terapi musik dan relaksasi otot progresif yang terbukti memberikan efek relaksasi pada tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tekanan darah pada lansia hipertensi sebelum dan sesudah diberikan terapi musik dan relaksasi otot progresif. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan pretest-posttest control group design. Sampel penelitian berjumlah 32 responden yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok kontrol dan kelompok perlakuan, dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Intervensi diberikan dalam bentuk terapi musik dan relaksasi otot progresif dengan durasi tertentu sesuai prosedur penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan tekanan darah pada kelompok yang diberikan intervensi. Analisis menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan nilai p < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi. Selain itu, uji Mann-Whitney menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terapi musik dan relaksasi otot progresif efektif dalam menurunkan tekanan darah pada lansia hipertensi. Oleh karena itu, terapi ini dapat dijadikan sebagai alternatif intervensi non-farmakologis yang mudah, aman, dan dapat dilakukan secara mandiri oleh masyarakat.
Aromaterapi Lavender Sebagai Intervensi Komplementer Untuk Ma-najemen Kecemasan Pada Wanita Pra-Menopause An Nisa Fithri; Eka Yuni Indah Nurmala; Tarni; Miftakhul Maghfirah Ermadona; Arti Wardani; Lilik Winarsi; Siti Kholifah; Ulfa Nur Hidayati; Chintia Kartikaningtias; Nanda Agnesia; Nanik Susanti; Afiatur Rohimah; Rezha Alifia Hildayanti; Eny Rahmawati; Luluk Nur Aini
Journal of Health Educational Science And Technology Vol. 9 No. 1 (2026): J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology)
Publisher : Faculty of Health Sciences , Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Background: Hormonal changes in women during the transition to menopause may increase emotional sensitivity, making them more vulnerable to anxiety. Safe and easily applicable non-pharmacological interventions are therefore needed. Lavender aromatherapy is known to have relaxing and anxiolytic effects. Objective: To examine the effect of lavender in inhaler form on anxiety levels among premenopausal women. Methods: This study employed a quasi-experimental design with a pretest–posttest control group approach. Respondents were divided into two groups: an intervention group and a control group. The intervention group received lavender aromatherapy inhalation eight times over four weeks, with a frequency of twice per week, each session lasting 15–20 minutes. Anxiety levels were measured before and after the intervention using a validated instrument. Data were analyzed using a paired t-test. Results: A reduction in anxiety scores was observed in both groups after the study period. In the intervention group, the mean anxiety score decreased from 19.97 ± 4.08 to 11.07 ± 2.92. In the control group, the mean score decreased from 19.17 ± 4.74 to 9.97 ± 2.44. Statistical analysis showed that the reduction in anxiety scores in both groups was significant (p < 0.05). Conclusion: Lavender in aromatherapy inhaler form has potential to reduce anxiety levels in premenopausal women and may be considered a complementary therapy in promotive and preventive women’s health services at the community level Keywords: Anxiety, Lavender, menopause Abstrak Latar Belakang: Perubahan hormonal pada perempuan selama masa transisi menuju menopause dapat meningkatkan sensitivitas emosional sehingga lebih rentan mengalami kecemasan. Intervensi nonfarmakologis yang aman dan mudah diterapkan. Aromaterapi lavender diketahui memiliki efek relaksasi dan anxiolitik. Tujuan: Membuktikan pengaruh lavender dalam sediaan inhaler terhadap rasa cemas pada wanita premenopause. Metode: desain kuasi-eksperimental dengan pendekatan pretest–posttest control group. Responden terdiri dari dua kelompok, yaitu kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Kelompok intervensi diberikan aromaterapi lavender sebanyak 8 kali selama 4 minggu dengan frekuensi dua kali per minggu, masing-masing selama 15–20 menit. Pengukuran tingkat kecemasan dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan instrumen yang telah ditentukan. Data dianalisis menggunakan uji paired t-test. Hasil: Menurunan skor kecemasan pada kedua kelompok setelah periode penelitian. Rata-rata skor kecemasan menurun dari 19,97 ± 4,08 menjadi 11,07 ± 2,92 pada kelompok perlakuan . Sementara itu, pada kelompok kontrol skor kecemasan menurun dari 19,17 ± 4,74 menjadi 9,97 ± 2,44. Uji statistik menunjukkan bahwa penurunan skor kecemasan pada kedua kelompok signifikan secara statistik (p < 0,05). Kesimpulan: lavender yang dibuat dalam sediaan aromaterapi memiliki potensi untuk menurunkan tingkat kecemasan pada wanita premenopause dan dapat dipertimbangkan sebagai terapi komplementer dalam upaya promotif dan preventif kesehatan perempuan di layanan kesehatan komunitas. Kata kunci: kecemasan, lavender, menopause