This study aims to analyze the socialization strategy implemented by the Faculty of Economics, Universitas Al-Ghifari Bandung, for its Recognition of Prior Learning (RPL) program, in order to reach prospective students across diverse societal segments and to increase student enrollment. Using a descriptive qualitative method with a case-study design, data were collected through in-depth semi-structured interviews with six informants (one key informant, two main informants, and three involved informants), field observation, and documentation, and were validated through source, method, and time triangulation. Data were analyzed using the six-phase thematic analysis framework of Braun and Clarke (2022). The results show that the increase in RPL enrollment from 26.67% to 82.86% of the target over three academic years (2023/2024–2025/2026) was driven primarily by an informal channel the study terms faculty-mediated word-of-mouth, rather than by the institution’s formal socialization strategy, which remains passive and unsegmented. The study further finds that existing institutional capital, such as a proven partnership with a local government agency, has not been systematically replicated, and identifies a disjunction between informants’ high individual satisfaction and the institution’s own assessment that the socialization system as a whole remains ineffective, a pattern explained by survivorship bias in the sampling of involved informants. Based on these findings, the study proposes a set of prioritized, actionable recommendations to formalize the faculty network, replicate proven institutional visits, and build a segmented, hybrid socialization strategy for the RPL program. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi sosialisasi yang diterapkan oleh Fakultas Ekonomi Universitas Al-Ghifari Bandung pada Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dalam menjangkau calon mahasiswa dari berbagai segmen masyarakat guna meningkatkan jumlah mahasiswa. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap enam informan (satu informan kunci, dua informan utama, dan tiga informan terlibat), observasi lapangan, dan studi dokumentasi, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber, metode, dan waktu. Analisis data dilakukan dengan analisis tematik mengikuti kerangka enam fase Braun dan Clarke (2022). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan capaian penerimaan mahasiswa RPL dari 26,67% menjadi 82,86% selama tiga tahun akademik (2023/2024–2025/2026) lebih didorong oleh saluran informal yang dalam penelitian ini diistilahkan sebagai faculty-mediated word-of-mouth, bukan oleh strategi sosialisasi formal institusi yang masih bersifat pasif dan tidak tersegmentasi. Penelitian juga menemukan bahwa modal kelembagaan yang sudah ada, seperti kemitraan yang telah terbukti efektif dengan salah satu instansi pemerintah, belum direplikasi secara sistematis, serta teridentifikasi disjungsi antara kepuasan individual informan yang tinggi dan penilaian institusi bahwa sistem sosialisasi secara keseluruhan belum efektif, sebuah pola yang dijelaskan oleh survivorship bias dalam pengambilan sampel informan terlibat. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merumuskan sejumlah rekomendasi berjenjang prioritas untuk memformalkan jejaring dosen, mereplikasi model kunjungan institusi yang telah terbukti berhasil, serta membangun strategi sosialisasi yang tersegmentasi dan berbasis hybrid marketing bagi Program RPL.