p-Index From 2021 - 2026
1.116
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Artesis
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

ANALISIS KINERJA RUAS JALAN PERKOTAAN MENGGUNAKAN MKJI 1997 Irena Faradila; Imam Hagni Puspito
Jurnal ARTESIS Vol 2 No 1 (2022): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v2i1.3759

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat seberapa besar kinerja jalan tersebut pada tahun 2020, apakah fungsi jalan tersebut sudah memenuhi syarat baik ditinjau dari volume kendaraan, kapasitas, dan kecepatan. Diperlukan data volume kendaraan, dan kecepatan yang akan digunakan dalam analisis data. Untuk mendapatkan data tersebut dilakukan survei lapangan langsung selama tiga hari (senin, rabu, sabtu) dan dilakukan pada jam puncak yaitu jam 07.00 – 09.00, jam 17.00 – 19.00, serta 11.00 – 13.00 khusus hari minggu. Dari data survei pada jalan tersebut oleh Dinas Perhubungan pada tahun 2019 didapat volume kendaraan sebesar 4275 kendaraan/jam dan DS 0,941 sedangkan dari hasil survei lapangan langsung pada tahun 2020 didapat volume kendaraan sebesar 4430 kendaraan/jam dan DS 0,93. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis mengenai solusi untuk meningkatkan kinerja jalan tersebut, seperti pengelolaan hambatan samping, pelebaran bahu jalan, hingga pelebaran ruas jalan. Dari hasil beberapa solusi untuk jalan Raya Sawangan 2 mengalami kenaikan khususnya dari segi kapasitas yang semula 2321 smp/jam dapat mencapai 2929 smp/jam dengan nilai DS 0,62 dan dengan cara menggunakan analisis regresi linier untuk pertumbuhan lalu lintas maka solusi tersebut akan dapat bertahan dengan nilai DS ≤ 0,75 selama 8 tahun
PENGARUH PENAMBAHAN BAHAN PENGISI (FILLER) FLY ASH TERHADAP CAMPURAN ASPAL BETON LAPIS AUS (ASPHALT CONCRETE WEARING COURSE/AC-WC) Ahmad Uwwes Al Qurny; Imam Hagni Puspito; Nuryani Tinumbia
Jurnal ARTESIS Vol 2 No 1 (2022): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v2i1.3766

Abstract

Penelitian ini menitikberatkan pada penambahan bahan pengisi (filler) yang didapatkan dari hasil pembakaran batu bara (abu terbang) pada PLTU Suralaya, Merak - Banten yang ditambahkan pada campuran agregat. Abu terbang batu bara merupakan limbah B3 menurut BAPEDAL maka dari itu untuk menanganinya digunakanlah sebagai bahan penambah pada penelitian aspal. Penelitian ini diharapkan dapat mengurangi dampak dari limbah pembakaran batu bara terhadap lingkungan. Penambahan bahan pengisi berupa abu terbang diharapkan menambah daya tahan lapis beton aspal yang disebabkan oleh cuaca atau beban kendaraan yang melintas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar nilai karakteristik Marshall pada campuran beton aspal dengan menggunakan filler abu terbang batu bara. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental yaitu dengan suatu percobaan untuk mendapatkan hasil, dengan demikian akan terlihat pemanfaatan filler abu terbang batu bara pada konstruksi beton aspal dengan variasi kadar filler 1%, 1,5%, dan 2% terhadap total campuran, kadar filler yang digunakan merupakan kadar filler yang telah ditentukan oleh Bina Marga (minimal 1% dan maksimal 2%). Penilitian dilakukan dengan membandingkan antara nilai dari karakteristik marshall campuran aspal normal dengan nilai karakteristik marshall dengan campuran aspal dengan penambahan abu terbang. Nilai karakeristik marshall untuk campuran aspal normal (KAO = 6,65%), campuran aspal dengan fly ash 1% (KAO = 4,90%), campuran aspal dengan fly ash 1,5% (KAO = 6,90%), campuran aspal dengan fly ash 2% (KAO = 6,90%) berturut-turut adalah : VIM(4,40%; 4,90%; 4,88% dan 4,90%), VMA(17,20%; 18,50%; 18% dan 18,20%), VFB(74%; 73%; 73,95 dan 73%), Stabilitas(1030 Kg; 1225 Kg; 1310 Kg dan 1430 Kg), Flow(3,40 mm; 2,90 mm; 3,20 mm dan 3,35 mm), MQ(308 Kg; 420 Kg; 410 Kg dan 430 Kg). Dari hasil karakteristik marshall pada kadar aspal optimum (KAO) mulai dari campuran aspal normal dan campuran aspal dengan penambahan fly ash seluruhnya memasuki spesifikasi yang telah ditentukan oleh Bina Marga 2010 Revisi III, maka penggunaan abu terbang batu bara dapat digunakan sebagai bahan pengisi untuk campuran laston lapis aus.
ANALISIS PENGARUH AKTIVITAS U-TURN TERHADAP KINERJA LALU LINTAS JALAN RAYA BOGOR KM.19 KOTA JAKARTA TIMUR Ahmad Syahril; Imam Hagni Puspito
Jurnal ARTESIS Vol 2 No 2 (2022): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v2i2.4296

Abstract

Seiring bertambahnya jumlah penduduk serta volume kendaraan tidak sesuai dengan peningkatan ruas jalan di kota Jakarta Timur menyebabkan jalan rentan dengan kemacetan, pada kasus ini jalan Raya Bogor. Ditambah adanya beberapa fasilitas putaran balik (u-turn) disepanjang jalan Raya Bogor Km.19, tepatnya di depan akses masuk Mall Lippo Plaza Kramat Jati. Penelitian menggunakan data survey geometrik ruas jalan Raya Bogor Km.19, volume kendaraan yang melintas pada jam sibuk dihari Rabu tanggal 08 Juni 2022 pukul 06.00 – 09.00 dan pukul 16.00 - 19.00. Data jumlah penduduk didapat dari BPS kota Jakarta Timur. Analisis kinerja ruas jalan Raya Bogor berdasarkan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997. Hasil analisis menunjukkan pada jam sibuk nilai arus lalulintas (Q) Yang melalui Jalan Raya Bogor Km.19 Arah ke Cililitan sebesar 2516 smp/jam Dan arah Ke Bogor Sebesar 2584 smp/jam, Kecepatan arus bebas (FV) arah Ke Cililitan Maupun arah ke Bogor sebesar 47,59 km/jam, kapasitas (C) arah Ke Cililitan Maupun ke Bogor Sebesar 2767,56 smp/jam, derajat kejenuhan (DS) arah ke Cililitan sebesar 0,91 dan Arah ke Bogor sebesar 0,93, untuk Nilai DS Sesuai syarat HCM 1994 > 0,85 Masuk klasifikasi Tingkat pelayanan/ LoS E, hal Ini menunjukkan Ruas Jalan Raya Bogor Km.19 mempunyai kinerja yang belum optimal, maka diperlukan evaluasi. Berdasarakan hasil uji coba analisis solusi dilakukan dengan rekayasa lalu-lintas penerapan ganjil genap, didapatkan hasil nilai derajat kejenuhan ruas jalan arah ke Cililitan sebesar 0,74 dan arah ke Bogor sebesar 0,75.
ANALISIS KERUSAKAN JALAN MENGGUNAKAN METODE INTERNATIONAL ROUGHNESS INDEX Syarifah Rafizma Saadah; Imam Hagni Puspito
Jurnal ARTESIS Vol 3 No 2 (2023): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v3i2.5929

Abstract

Jalan Tol Gempol – Pasuruan yang terhitung 6 tahun lamanya beroperasi yang dimulai pada maret 2017 ini memiliki 2 jalur/arah, memiliki bentang panjang dengan jumlah keseluruhan sepanjang 34,50 kilometer, dengan kilometer awal pada KM 776 + 000, dan kilometer akhir pada KM 810 + 000. Berdasarkan data yang didapatkan dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur – Bali terdapat 5 jenis kerusakan yaitu, lubang, retak, lubang L1 dan L2, retak melintang, retak memanjang. Dan menggunakan Alat Hawkeye menunjukkan bahwa pada Ruas Jalan Gempol-Pasuruan Jalu A KM 776+000 sampai dengan 810+000 sebesar 82,61% memiliki kondisi baik pada permukaan perkeraannya, memiliki 13,04% kondisi sedang pada permukaan dan memiliki sebesar 4,35% kondisi rusak ringan pada permukaan perkerasannya dan memiliki sebesar 0% kondisi rusak berat pada permukaan perkerasannya. Dengan demikian diperlukan cara lain untuk mendapatkan persentase hasil kerusakan jalan dengan cara perhitungan manual untuk mendapatkan perbandingan, dengan metode International Roughness Index (IRI) sehingga di dapatkan hasil untuk permukaan perkerasan sebesar 78,26 % memiliki kondisi baik pada permukaan perkeraannya, memiliki 17,39 % kondisi sedang pada permukaan dan memiliki sebesar 4,35 % kondisi rusak ringan pada permukaan perkerasannya dan memiliki sebesar 0 % kondisi rusak berat pada permukaan perkerasannya. Dari 2 hasil nilai IRI terdapat perbedaan yang selisihnya sangat kecil sehingga hasil IRI yang didapatkan dengan alat ada kemungkinan terdapat kesalahan karna tidak dilakukan pemeriksaan kalibrasi sedangkan hasil nilai IRI dari perhitungan manual kemungkinan tidak akuratnya disebabkan oleh hasil perhitungan dari nilai roughness yang masih keliru dalam membaca angkanya. Dimana rata-rata nilai kerusakan jalan menunjukan kepada kondisi baik, sehingga hanya di perlukan penangganan seperti pemeliharaan rutin saja.
ANALISIS PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN LENTUR (FLEXIBLE PAVEMENT) DENGAN MENGGUNAKAN MANUAL DESAIN PERKERASAN JALAN (MDPJ) BINA MARGA 2017 Fiky Adi Pratama; Imam Hagni Puspito
Jurnal ARTESIS Vol 4 No 2 (2024): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v4i2.7857

Abstract

Penelitian mengenai kondisi permukaan jalan sangat diperlukan untuk mengetahui kondisi serta perkembangan permukaan jalan yang mengalami kerusakan. Salah satunya jalan kolektor di Kabupaten Agam yaitu Jalan Sei. Landia Ruas Manggopoh – Padang Luar. Namun peningkatan jumlah kendaraan, tingginya mobilisasi kendaraan berat, dan meningkatnya curah hujan di daerah Sumatera Barat menyebabkan terjadinya kerusakan di beberapa titik di ruas tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis tebal lapis perkerasan lentur (flexible pavement) di Jalan Sei. Landia Ruas Manggopoh – Padang Luar Kab. Agam KM 160+100 dan KM 160+950. Penelitian ini menggunakan metode Manual Desain Perkerasan Jalan (MDPJ) Bina Marga 2017 yaitu metode yang dikeluarkan oleh Direktur Jenderal Kementerian Bina Marga untuk perhitungan manual perkerasan jalan sebagai acuan mendapatkan tebal rencana yang sesuai dengan data di lapangan. Hasil penelitian analisis tebal perkerasan lentur yang dihitung menggunakan MDPJ 2017 pada ruas KM 160+100 dan KM 160+950 didapat perbedaan desain pada tebal lapisan perkerasan yang telah direncanakan oleh Dinas Bina Marga Provinsi Sumatera Barat dengan perhitungan perencanaan yang telah dilakukan. Perbedaan hasil perhitungan nilai CESA yang didapatkan mempengaruhi tebal dan susunan perkerasan yang digunakan. Perbedaan tersebut terdapat pada lapisan pondasi bawah dan pondasi atas serta tebal lapisan tanah dasar. Pemilihan penggunaan lapis permukaan AC – WC dinilai lebih ekonomis, fleksibel dalam pemakaian, dan bahan yang mudah untuk didapatkan.
ANALISIS MANAJEMEN RISIKO YANG BERPENGARUH TERHADAP WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN Setyo Adi Nugroho; Akhmad Dofir; Imam Hagni Puspito
Jurnal ARTESIS Vol 4 No 2 (2024): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v4i2.7858

Abstract

Penyelesaian proyek bangunan yang tepat waktu dijamin akan menguntungkan semua pihak yang berkepentingan. Gedung Haryono Data Center merupakan salah satu pusat data yang melayani berbagai kebutuhan penyimpanan dan pengolahan data, proyek ini diharapkan dapat selesai tepat waktu agar dapat segera beroperasi dan memberikan manfaat maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko yang mempengaruhi waktu pelaksanaan pembangunan Gedung Haryono Data Center, untuk selanjutnya diberikan respons risiko berupa mitigasi risiko terhadap risiko paling dominan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode studi kasus. Berdasarkan analisis risiko dengan metode severity index, dari 24 daftar risiko yang diidentifikasi, ditemukan 11 risiko tinggi (dominan) yang berpotensi menyebabkan keterlambatan proyek Gedung Haryono Data Center. Risiko tinggi (dominan) tersebut meliputi ketidaktepatan estimasi biaya, tidak memperhatikan biaya tidak terduga, desain yang salah atau tidak lengkap, perubahan tipe dan spesifikasi material, pemilihan metode konstruksi yang tidak tepat, kurang tersedianya jumlah tenaga kerja di lapangan, kemampuan/skill tenaga kerja yang kurang, kurangnya pengalaman manajer proyek, kecelakaan kerja dalam pelaksanaan konstruksi, kurangnya koordinasi dan komunikasi antara kontraktor, konsultan, dan pemilik proyek, dan keterlambatan pembayaran pada kontraktor, yang kemudian akan diberikan rekomendasi mitigasi untuk mengatasi risiko-risiko tersebut, sehingga diharapkan dapat membantu perencanaan proyek yang lebih efektif dan tepat waktu.