Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penyuluhan Dampak Pernikahan Usia Dini di MTS Nurul Qur’an Desa Ciracas, Kiarapedes, Purwakarta Afif Nurseha; Nenden Farhatunnisa Hamid; Aneng Antikasari; Syahid Bisri; Nur Risma Aprilia Fauziyah; Cepi Ananda
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 1 No. 7 (2023): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v1i7.291

Abstract

Pernikahan usia dini (early mariage) adalah suatu pernikahan formal atau tidak formal yang dilakukan di bawah usia 18 tahun. Suatu ikatan yang dilakukan oleh seseorang yang masih dalam usia muda atau pubertas disebut pula pernikahan dini. Pernikahan dini masih terjadi di Kabupaten Purwakarta. Sepanjang 2022 kemarin saja, ada sebanyak 104 pasangan yang mengajukan dispensasi ke Pengadilan Agama setempat.dampak negatif dari pernikahan usia dini antara lain belum siap dan mengerti tentang hubungan seks, akan menimbulkan trauma psikis, perempuan yang menikah di bawah umur 20 tahun rentan terkena kanker rahim. Sebab sel-sel rahim belum matang, belum lagi perempuan yang hamil akan lebih mudah menderita anemia selagi hamil dan melahirkan. Pernikahan usia dini salah satu penyebab tingginya kematian ibu dan bayi, lebih jauh kehilangan kesempatan mengecap pendidikan yang lebih tinggi. Untuk meminimalisir dampak pernikahan dini di Desa Ciracas terkhusus MTS Nurul Qur'an, kami menggunakan metode penyuluhan. Metode ini berisikan sosialisasi ke sekolah MTS Nurul Qur'an yang hadir mengenai persentase pernikahan dini di Indonesia dan Purwakarta, faktor-faktor penyebab pernikahan dini, dampak-dampak dari pernikahan dini, serta solusi yang dapat dilakukan untuk meminimalisir angka kejadian pernikahan dini.
PENGARUH PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER (Penelitian di Kelas IX SMP Modern Riyadhul Jannah) Syahid Bisri; Yunus Sopandi; Afif Nurseha; Endah RobatulAdawiyah
Jurnal Pendidikan Educandum Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Educandum
Publisher : Fakultas Pendidikan IAI Pangeran Dharma Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55656/jpe.v5i2.415

Abstract

The concept of Islamic Religious Education in a simple sense Education is often interpreted as a human effort to foster his personality in accordance with the values of society and culture. This study aims to analyse the effect of Islamic Religious Education (PAI) and Budi Pekerti learning on student character building at Riyadhul Jannah Modern Junior High School. Islamic Religious Education and Budi Pekerti are considered crucial in shaping the character of students who are morally upright and responsible. This study uses a quantitative approach with statistical analysis to test the influence of the two variables on student character building. The frequency of implementation of Islamic Religious Education subjects at Riyadhul Jannah Modern Junior High School shows a combination of formal curriculum and typical pesantren religion. Meanwhile, the frequency of the implementation of ethics at Riyadhul Jannah Modern Junior High School is in accordance with the middle theory because the phenomenon discussed focuses on the specific relationship and practice of implementing ethical values at school with its impact on the formation of student character. The results show that although PAI learning has an important role, its influence on student character building is not significant (T count = 0.716 < T table = 1.684). In contrast, Budi Pekerti was shown to have a significant influence (T count = 3.865 > T table = 1.684) on students' character building. Simultaneously, both PAI and Budi Pekerti provided a significant effect (T count = 3.865 > T table = 1.684) on students' character building.