Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PERILAKU LANJUT USIA DALAM PENGENDALIAN HIPERTENSI Siti Chasani; Dhia Diana Fitriani; Laelatul Amaliyah
NURSING ANALYSIS: Journal of Nursing Research Vol 2, No 1 (2022): NURSING ANALYSIS: JOURNAL OF NURSING RESEARCH
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.216 KB)

Abstract

RELATIONSHIP OF FAMILY SUPPORT WITH ELDERLY BEHAVIOR IN HYPERTENSION CONTROL Siti Chasani1*, Dhia Diana Fitriani2,Laelatul Amaliyah3 1,2 Program Studi Keperawatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang, Tangerang Selatan, Banten, Indonesia3 Mahasiswa Program Studi Keperawatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang, Tangerang Selatan, Banten, Indonesia *korespondensi author: sitichasanipribadi@gmail.com ABSTRACT In 2020 WHO also stated that 40% of the population of developing countries in the world had hypertension, while in developed countries, the population experienced hypertension was around 35%. The purpose of this study was to determine the relationship between family support and the behavior of the elderly in controlling hypertension in RW 07 Pondok Pinang, South Jakarta. This research method is a quantitative research that uses primary data (questionnaire) and uses a cross sectional research method with the aim of knowing the relationship between the independent variable and the dependent variable, the data collected by using a questionnaire. The number of samples is 60 years old in RW 07 Pondok Pinang, South Jakarta in 2021. From the results of the study, respondents showed that family support that was not supportive with poor elderly behavior was almost half as many as 25 respondents (41.7%), supportive family support with unfavorable behavior almost half as many as 16 respondents (26.7%) and family support that does not support with good elderly behavior a small part of 13 respondents (21.7%). Meanwhile, family support does not support the good behavior of the elderly, as many as 6 respondents (10,0). The results of statistical tests obtained a value (p-value = 0.034: 0.05) so it can be concluded that there is a significant relationship between family support and the behavior of the elderly in controlling hypertension. Keywords: behaviour, elderly, family support, hypertension HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PERILAKU LANJUT USIA DALAM PENGENDALIAN HIPERTENSI ABSTRAKPada tahun 2020 WHO juga menyebutkan bahwa 40% penduduk Negara-negara berkembang di dunia mengalami hipertensi, sedangkan Negara- negara maju penduduk yang mengalami hipertensi sekitar 35%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan perilaku lansia dalam pengendalian hipertensi di RW 07 Pondok Pinang Jakarta Selatan. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan data primer (kuesioner) dan memakai metode penelitian cross sectional dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen, data yang dikumpulkan dengan cara menggunakan kuesioner. Jumlah sampel sebanyak 60 tahun lansia di RW 07 Pondok Pinang Jakarta Selatan tahun 2021. Dari hasil penelitian diperoleh responden menunjukan bahwa dukungan keluarga yang tidak mendukung dengan perilaku lansia yang kuang baik hampir setengahnya sebanyak 25 responden (41,7%), dukungan keluarga yang mendukung dengan perilaku kurang baik hampir setengahnya sebanyak 16 responden (26,7%) dan dukungan keluarga yang tidak mendukung dengan perilaku lansia yang baik sebagian kecil sebanyak 13 responden (21,7%). Sedangkan dukungan keluarga tidak mendukung dengan perilaku lansia yang baik sebagian kecil sebanyak 6 responden (10,0). Hasil uji statistik diperoleh nilai (p-value=0,034, α: 0,05) maka dapat di simpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan perilaku lansia dalam pengendalian hipertensi.Kata kunci: dukungan keluarga, hipertensi, lansia, perilaku 
KORELASI KONTROL DIRI DENGAN KECANDUAN ONLINE GAME PADA REMAJA Dhia Diana Fitriani; Jeane Korsch Rizky Pandini; Siti Chasani
NURSING ANALYSIS: Journal of Nursing Research Vol 1, No 1 (2021): NURSING ANALYSIS: Journal of Nursing Research
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.04 KB)

Abstract

KORELASI KONTROL DIRI DENGAN KECANDUANONLINE GAME PADA REMAJA Dhia Diana Fitriani*, Jeane Korsch Rizky Pandini, Siti ChasaniJurusan Keperawatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada TangerangTangerang Selatan, Banten, Indonesia *Penulis korespondensi: dhiadianafitriani@wdh.ac.id ABSTRAKSelama pandemi jumlah peminat online game pada remaja kian bertambah di Indonesia. Salah satu faktor yang dapat dilakukan dalam mengurangi kecanduan online game adalah kemampuan kontrol diri. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi korelasi kontrol diri dengan kecanduan online game pada remaja. Studi ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja di RW 019 Kecamatan Pamulang Kota Tangerang Selatan, Banten yang berjumlah 100 orang. Jumlah sampel dengan perhitungan menggunakan rumus sampel didapatkan 83 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah non probability sampling dengan metode quota sampling. Hasil penelitian didapatkan nilai p-value = 0.000 yang dapat disimpulkan terdapat korelasi antara kontrol diri dengan kecanduan online game pada remaja. Orang tua sangat diharapkan untuk berpartisipasi dalam mendukung kontrol diri yang adekuat bagi remaja. Perawat yang berfokus pada kesehatan jiwa remaja juga dapat memberikan intervensi tentang dukungan dan manajemen kontrol diri ke dalam integrasi kehidupan sehari-hari remaja. Kata Kunci: Kecanduan, Kontrol Diri, Online Game, Remaja CORRELATION OF SELF-CONTROL WITHONLINE GAME ADDICTION AMONG ADOLESCENTS ABSTRACTDuring the pandemic, the number of online game enthusiasts among teenagers has increased in Indonesia. One of the factors that can be implemented in reducing online game addiction is the ability to self-control. The purpose of this study was to identify the correlation of self-control with online game addiction among adolescents. This study was a quantitative study with a cross sectional design. The population in this study were teenagers in RW 019, Pamulang District, South Tangerang City, Banten, amounting to 100 people. The number of samples with calculations using the sample formula obtained 83 respondents. The sampling technique used was non-probability sampling with quota sampling method. The results of the study obtained p-value = 0.000 which can be concluded that there is a correlation between self-control and online game addiction in adolescents. Parents are expected to participate in supporting adequate self-control for adolescents. Nurses who focus on adolescent mental health can also provide interventions about support and self-control management into the integration of adolescents' daily lives. Keywords: Addiction, Adolescent, Online Game, Self-Control
Hubungan tingkat pengetahuan dan perilaku dengan personal hygiene saat menstruasi pada kelas VII di SMPIT Bina Adzkia Depok Siti Chasani
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 1 No. 1 (2021): Pengetahuan Dan Perilaku Dengan Personal Hygiene Saat Menstruasi
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v1i1.69

Abstract

Berdasarkan data WHO tahun 2010, angka kejadian infeksi saluran reproduksi (ISR) tertinggi di Dunia adalah pada usia remaja (35%-42%) dan dewasa muda (27%-33%), angka prevelensi candidiasis (25%-50%), bacterialvaginosis (20%-40%) dan trichomoniasis (5%-15%). Negara Indonesia memiliki iklim yang panas dan lembab, sehingga wanita Indonesia lebih rentan mengalami ISR, berdasarkan data statistik di Indonesia tahun 2012 dari 43,3 juta jiwa remaja putri berusia 10-14 tahun berperilaku hygiene sangat buruk. Tujuan Peneliti Diketahui adanya Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Perilaku Dengan Personal Hygiene Saat Menstruasi Pada Kelas VII Di SMPIT Bina Adzkia Depok. Metode penelitian ini menggunakan cross sectional yaitu suatu jenis penelitian yang melihat hubungan variable terhadap obyek yang di teliti. Responden penelitian ini berjumlah 55 responden. Hasil Data yang di hasilkan terlihat 16 responden, memiliki tingkat pengetahuan yang baik dengan personal hygiene yang baik sebanyak 10 responden (18,2%), sedangkan responden yang memiliki tingkat pengetahuan yang baik dengan personal hygiene yang cukup terdapat 2 responden (3,6%) sedangkan terlihat dari 19 responden yang memiliki perilaku yang baik, terdapat 11 responden (20%) yang memiliki perilaku dengan pesonal hygiene yang baik, sedangkan terdapat 5 responden (9,3%) yang memiliki perilaku yang baik dengan personal hygiene yang cukup. Berdasarkan hasil uji Chi Square di dapat kan nilai p-value= 0,005 dan p-value 0,004 yang berarti nilai p <0,05 dan Hipotesis alternative Ha diterima berarti adanya Hubungan antara tingkat pengetahuan dan perilaku dengan personal hygiene saat menstruasi.
HUBUNGAN KOMUNIKASI DOSEN PEMBIMBING DENGAN TINGKAT STRES MAHASISWA KEPERAWATAN DALAM MENYUSUN TUGAS AKHIR DI STIKES WIDYA DHARMA HUSADA TANGERANG Mandira, Tria Monja; Efenti, Via Rina; Chasani, Siti
Edu Dharma Journal :Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat Vol 5, No 2 (2021): Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/edj.v5i2.179

Abstract

ABSTRACT According to WHO data from 2013, the prevalence of stress events is quite high, with nearly 350 million individuals globally experiencing stress, and it is a disease ranked fourth in the world). The goal of this study is to find a link between supervisor communication and nursing students' stress levels while working on their final project at STIKes Widya Dharma Husada Tangerang. This is a quantitative research method which uses a descriptive analytic research design with a cross-sectional research design. The total respondents in this study was 126 students, with the sampling technique used in this study being probability sampling, sampling using the Proportionate Stratified Random.  Sampling method with the goal of determining the correlation between the independent variable and the dependent variable, and the data used in this study being a questionnaire via Google Form. The results showed that students who communicated well with their supervisors were 78 students (61.9%) with moderate stress levels, 46 students (36.5%), while students who communicated adequately with their supervisors were 48 students (38.1%) with 29 moderate stress levels students (23.0%). Based on the results of statistical tests using the Chi Square test,  p-value = 0.049 a = (0.05). Thus, it can be concluded that Ha is accepted, implying that there is a correlation between supervisor communication and nursing students' stress levels when preparing their final project at STIKes Widya Dharma Husada Tangerang.. Suggestions from the results of this research are expected that educational institutions can improve and determine various educational programs that can disseminate information about good student lecturer communication and minimize stress levels on students so that it is expected that student communication during final project guidance will be good and stress levels will decrease..  ABSTRAK Data WHO Tahun 2013 menunjukkan tingkat stress masyarakat di dunia tergolong cukup tinggi, populasinya sebanyak 350 juta dari total seluruh masyarakat di dunia dan menduduki peringkat ke-4 di dunia). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya keterkaitan antara komunikasi dosen pembimbing dengan tingkat stres mahasiswa keperawatan dalam menyelesaikan skripsi di STIKes Widya Dharma Husada Tangerang. Jenis studi ini adalah riset kuantitatif berbentuk deskriftif analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 126 mahasiswa dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik probability sampling, pengambilan sampel dengan metode proportional stratified random sampling. Untuk mengetahui hubungan antara dua variabel, alat ukur yang digunakan untuk data pengumpulannya adalah kuesioner melalui google form. Hasil penelitian diperoleh mahasiswa yang berkomunikasi dengan dosen pembimbing baik sebanyak 78 mahasiswa (61.9%) dengan tingkat stres sedang berjumlah 46 mahasiswa (36.5%), Sedangkan mahasiswa yang berkomunikasi cukup dengan dosen pembimbing sebanyak 48 mahasiswa (38.1%) dengan tingkat stres sedang sebanyak 29 mahasiswa (23.0%). Hasil uji bivariat menggunakan uji chi-kuadrat menunjukkan bahwa p = 0,049   a = (0,05). Jadi berarti Ha diterima yaitu ada hubungan antara komunikasi supervisor dengan tingkat stres mahasiswa keperawatan saat penulisan skripsi di STIKes Widya Dharma Husada Tangerang. Saran yang ditujukan untuk institusi Pendidikan yaitu diharapkan dapat meningkatkan dan menentukan berbagai program Pendidikan yang dapat menyebarluaskan informasi tentang komunikasi dosen mahasiswa yang baik dan meminimalkan tingkat stres pada mahasiswa sehingga diharapkan komunikasi mahasiswa saat bimbingan tugas akhir akan baik dan tingkat stres akan menurun.
Pengaruh Pemberdayaan Keluarga Penderita Tuberculosis Paru terhadap Kemampuan Melaksanakan Tugas Kesehatan Keluarga di Wilayah UPTD  Puskesmas Rengas Kota Tangerang Selatan Ibnu Fauzi; Dewi Fitriani; Siti Chasani
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2025): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v1i2.67

Abstract

Pulmonary tuberculosis healing takes a long time. These were any problems that often occurs in the care and treatment of pulmonary tuberculosis in Indonesia. Family members should be empowered to be able to carry out the duties of health, to avoid mistakes in patient care at home. The purpose of this Study The Influence Of Empowering Families With Pulmonary Tuberculosis On Ability To Perform Family Health Duties In The UPTD Puskesmas Area, Tangerang Selatan. Methods this research is a quantitative research using the method of research is a Quasi Experiment is quantitative research. One Group Pretest & Posttest Design without a control group but has already done a first observation (pretest) that allows researchers can test the changes that occur after the experiment (posttest). The population in this study were mothers who had children aged (6-12) years i.e. there are 100 of the population, 80 respondents with purposive sampling method. Data analysis using Wilcoxon test. From the results Intervention results showed that the ability to carry out family health tasks which includes most of the known health problems (100%) category of good, take the right decisions most of the action (97.5%) categories of good, giving care to sick family (95.0%) categories of good, maintaining physical environments that support health home (87.%) categories of good, using the majority of health facilities (77.5%) categories of good. Statistical test results obtained family empowerment pulmonary TB patients can improve the ability of family task of family health (p=0.000). Conclusion: Family empowerment affect the family ability to carry out family health tasks to prevent, to care and to cure pulmonary tuberculosis, which includes the known health problems, take the right decisions, giving care to sick family, maintaining physical environments that support health home, using the majority of health facilities.  
HUBUNGAN POLA MAKAN DAN GAYA HIDUP DENGAN HIPERTENSI DI SAWANGAN, DEPOK Siti Chasani; Susi Dewiasih Kusumawati; Suyono; Rusbandi
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/3271p027

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan utama yang berkontribusi terhadap meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular. Pola makan dan gaya hidup sering dikaitkan sebagai faktor risiko hipertensi, namun hasil penelitian sebelumnya menunjukkan temuan yang tidak konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola makan dan gaya hidup dengan kejadian hipertensi pada kelompok middle age di wilayah kerja Puskesmas Sawangan, Kota Depok. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan potong lintang. Sampel penelitian berjumlah 53 responden yang diambil dari populasi sebanyak 516 pasien. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis dengan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antarvariabel serta Odds Ratio untuk melihat kecenderungan risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pola makan buruk (79,2%) dan gaya hidup tidak sehat (83,0%), dengan proporsi kejadian hipertensi sebesar 50,9%. Hasil uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kejadian hipertensi (p = 0,473; OR = 0,154) maupun antara gaya hidup dengan kejadian hipertensi (p = 0,501). Meskipun tidak signifikan secara statistik, nilai Odds Ratio menunjukkan kecenderungan bahwa pola makan dan gaya hidup yang lebih baik bersifat protektif terhadap kejadian hipertensi. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa secara statistik pola makan dan gaya hidup belum terbukti berhubungan dengan kejadian hipertensi pada responden, namun tetap memiliki relevansi klinis dalam upaya pencegahan hipertensi. Penelitian lanjutan disarankan menggunakan sampel yang lebih besar dan mempertimbangkan faktor risiko lain.
Hubungan tingkat pengetahuan dan perilaku dengan personal hygiene saat menstruasi pada kelas VII di SMPIT Bina Adzkia Depok Siti Chasani
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 1 No. 1 (2021): June Edition 2021
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v1i1.69

Abstract

Berdasarkan data WHO tahun 2010, angka kejadian infeksi saluran reproduksi (ISR) tertinggi di Dunia adalah pada usia remaja (35%-42%) dan dewasa muda (27%-33%), angka prevelensi candidiasis (25%-50%), bacterialvaginosis (20%-40%) dan trichomoniasis (5%-15%). Negara Indonesia memiliki iklim yang panas dan lembab, sehingga wanita Indonesia lebih rentan mengalami ISR, berdasarkan data statistik di Indonesia tahun 2012 dari 43,3 juta jiwa remaja putri berusia 10-14 tahun berperilaku hygiene sangat buruk. Tujuan Peneliti Diketahui adanya Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Perilaku Dengan Personal Hygiene Saat Menstruasi Pada Kelas VII Di SMPIT Bina Adzkia Depok. Metode penelitian ini menggunakan cross sectional yaitu suatu jenis penelitian yang melihat hubungan variable terhadap obyek yang di teliti. Responden penelitian ini berjumlah 55 responden. Hasil Data yang di hasilkan terlihat 16 responden, memiliki tingkat pengetahuan yang baik dengan personal hygiene yang baik sebanyak 10 responden (18,2%), sedangkan responden yang memiliki tingkat pengetahuan yang baik dengan personal hygiene yang cukup terdapat 2 responden (3,6%) sedangkan terlihat dari 19 responden yang memiliki perilaku yang baik, terdapat 11 responden (20%) yang memiliki perilaku dengan pesonal hygiene yang baik, sedangkan terdapat 5 responden (9,3%) yang memiliki perilaku yang baik dengan personal hygiene yang cukup. Berdasarkan hasil uji Chi Square di dapat kan nilai p-value= 0,005 dan p-value 0,004 yang berarti nilai p <0,05 dan Hipotesis alternative Ha diterima berarti adanya Hubungan antara tingkat pengetahuan dan perilaku dengan personal hygiene saat menstruasi.
Pendidikan Kesehatan Menggunakan Media Pop-Up Book terhadap Pengetahuan Siswa tentang Miopia Akibat Penggunaan Gadget Siti Chasani; Mugi Nugraha
Journal of Telenursing (JOTING) Vol. 8 No. 2 (2026): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/95y0bd05

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of health education using Pop-Up Book media in increasing students' knowledge about myopia, which can occur due to excessive gadget use. This study used a Quasi-Experimental method with a One Group Pretest-Posttest design. Students' knowledge was measured before and after the Pop-Up Book health education intervention. The results showed a significant increase in knowledge after the intervention, with a p-value <0.05, confirming the effectiveness of Pop-Up Books as an educational medium. The conclusion is that Pop-Up Books are an effective, innovative learning medium for increasing students' understanding of eye health and the wise use of gadgets.   Keywords: Gadget, Myopia, Eye Health, Health Education, Pop-Up Book
PENGARUH PROMOSI KESEHATAN METODE EKSPOSITORI TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN PASIEN DIABETES MELITUS DALAM PENANGANAN HIPOGLIKEMIA DI PUSKESMAS PAMULANG amelia nurul hakim; Siti Chasani; Susi Dewi Asih Kusumawati; Gilang Rahmatullah; Tri Rahayuning1
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Dan Kesehatan (ITK) Avicenna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69677/avicenna.v5i1.301

Abstract

Latar Belakang: Kejadian diare pada anak di wilayah kerja Puskesmas Poasia Kota Kendari Latar belakang: Diabetes Melitus merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan berkelanjutan dan berisiko menimbulkan komplikasi akut, salah satunya hipoglikemia. Rendahnya pengetahuan pasien mengenai tanda, pencegahan, dan penanganan hipoglikemia meningkatkan risiko keterlambatan penanganan dan komplikasi serius. Promosi kesehatan dengan metode ekspositori, yang menyampaikan materi secara langsung, sistematis, dan terstruktur, dinilai efektif untuk meningkatkan pengetahuan pasien. Tujuan: Untuk mengetauhi pengaruh promosi kesehatan metode ekspositori terhadap peningkatan pengetahuan pasien Diabetes Melitus dalam penanganan hipoglikemia di Puskesmas Pamulang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain Pre-Experimental Design dengan rancangan One Group Pretest–Posttest, yaitu pengukuran tingkat pengetahuan responden sebelum dan sesudah diberikan promosi kesehatan metode ekspositori. Populasi penelitian adalah seluruh pasien Diabetes Melitus yang berkunjung ke Puskesmas Pamulang sebanyak 133 pasien. Sampel berjumlah 42 responden yang dipilih menggunakan consecutive sampling, sesuai kriteria inklusi. Intervensi dilakukan dalam satu sesi penyuluhan kelompok selama ±30–45 menit menggunakan metode ceramah terarah, diskusi, dan media leaflet. Pengukuran tingkat pengetahuan dilakukan menggunakan kuesioner yang sama pada pretest dan posttest. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Hasil analisis menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 11,07 menjadi 14,57. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan promosi kesehatan metode ekspositori terhadap peningkatan pengetahuan pasien. Implikasi: Promosi kesehatan metode ekspositori efektif digunakan sebagai strategi edukasi di pelayanan kesehatan primer untuk meningkatkan kesiapsiagaan pasien Diabetes Melitus dalam menangani hipoglikemia.