Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan tingkat pengetahuan dan perilaku dengan personal hygiene saat menstruasi pada kelas VII di SMPIT Bina Adzkia Depok Siti Chasani
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 1 No. 1 (2021): Pengetahuan Dan Perilaku Dengan Personal Hygiene Saat Menstruasi
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v1i1.69

Abstract

Berdasarkan data WHO tahun 2010, angka kejadian infeksi saluran reproduksi (ISR) tertinggi di Dunia adalah pada usia remaja (35%-42%) dan dewasa muda (27%-33%), angka prevelensi candidiasis (25%-50%), bacterialvaginosis (20%-40%) dan trichomoniasis (5%-15%). Negara Indonesia memiliki iklim yang panas dan lembab, sehingga wanita Indonesia lebih rentan mengalami ISR, berdasarkan data statistik di Indonesia tahun 2012 dari 43,3 juta jiwa remaja putri berusia 10-14 tahun berperilaku hygiene sangat buruk. Tujuan Peneliti Diketahui adanya Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Perilaku Dengan Personal Hygiene Saat Menstruasi Pada Kelas VII Di SMPIT Bina Adzkia Depok. Metode penelitian ini menggunakan cross sectional yaitu suatu jenis penelitian yang melihat hubungan variable terhadap obyek yang di teliti. Responden penelitian ini berjumlah 55 responden. Hasil Data yang di hasilkan terlihat 16 responden, memiliki tingkat pengetahuan yang baik dengan personal hygiene yang baik sebanyak 10 responden (18,2%), sedangkan responden yang memiliki tingkat pengetahuan yang baik dengan personal hygiene yang cukup terdapat 2 responden (3,6%) sedangkan terlihat dari 19 responden yang memiliki perilaku yang baik, terdapat 11 responden (20%) yang memiliki perilaku dengan pesonal hygiene yang baik, sedangkan terdapat 5 responden (9,3%) yang memiliki perilaku yang baik dengan personal hygiene yang cukup. Berdasarkan hasil uji Chi Square di dapat kan nilai p-value= 0,005 dan p-value 0,004 yang berarti nilai p <0,05 dan Hipotesis alternative Ha diterima berarti adanya Hubungan antara tingkat pengetahuan dan perilaku dengan personal hygiene saat menstruasi.
Pengaruh Pemberdayaan Keluarga Penderita Tuberculosis Paru terhadap Kemampuan Melaksanakan Tugas Kesehatan Keluarga di Wilayah UPTD  Puskesmas Rengas Kota Tangerang Selatan Ibnu Fauzi; Dewi Fitriani; Siti Chasani
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2025): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v1i2.67

Abstract

Pulmonary tuberculosis healing takes a long time. These were any problems that often occurs in the care and treatment of pulmonary tuberculosis in Indonesia. Family members should be empowered to be able to carry out the duties of health, to avoid mistakes in patient care at home. The purpose of this Study The Influence Of Empowering Families With Pulmonary Tuberculosis On Ability To Perform Family Health Duties In The UPTD Puskesmas Area, Tangerang Selatan. Methods this research is a quantitative research using the method of research is a Quasi Experiment is quantitative research. One Group Pretest & Posttest Design without a control group but has already done a first observation (pretest) that allows researchers can test the changes that occur after the experiment (posttest). The population in this study were mothers who had children aged (6-12) years i.e. there are 100 of the population, 80 respondents with purposive sampling method. Data analysis using Wilcoxon test. From the results Intervention results showed that the ability to carry out family health tasks which includes most of the known health problems (100%) category of good, take the right decisions most of the action (97.5%) categories of good, giving care to sick family (95.0%) categories of good, maintaining physical environments that support health home (87.%) categories of good, using the majority of health facilities (77.5%) categories of good. Statistical test results obtained family empowerment pulmonary TB patients can improve the ability of family task of family health (p=0.000). Conclusion: Family empowerment affect the family ability to carry out family health tasks to prevent, to care and to cure pulmonary tuberculosis, which includes the known health problems, take the right decisions, giving care to sick family, maintaining physical environments that support health home, using the majority of health facilities.  
HUBUNGAN POLA MAKAN DAN GAYA HIDUP DENGAN HIPERTENSI DI SAWANGAN, DEPOK Siti Chasani; Susi Dewiasih Kusumawati; Suyono; Rusbandi
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/3271p027

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan utama yang berkontribusi terhadap meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular. Pola makan dan gaya hidup sering dikaitkan sebagai faktor risiko hipertensi, namun hasil penelitian sebelumnya menunjukkan temuan yang tidak konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola makan dan gaya hidup dengan kejadian hipertensi pada kelompok middle age di wilayah kerja Puskesmas Sawangan, Kota Depok. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan potong lintang. Sampel penelitian berjumlah 53 responden yang diambil dari populasi sebanyak 516 pasien. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis dengan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antarvariabel serta Odds Ratio untuk melihat kecenderungan risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pola makan buruk (79,2%) dan gaya hidup tidak sehat (83,0%), dengan proporsi kejadian hipertensi sebesar 50,9%. Hasil uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kejadian hipertensi (p = 0,473; OR = 0,154) maupun antara gaya hidup dengan kejadian hipertensi (p = 0,501). Meskipun tidak signifikan secara statistik, nilai Odds Ratio menunjukkan kecenderungan bahwa pola makan dan gaya hidup yang lebih baik bersifat protektif terhadap kejadian hipertensi. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa secara statistik pola makan dan gaya hidup belum terbukti berhubungan dengan kejadian hipertensi pada responden, namun tetap memiliki relevansi klinis dalam upaya pencegahan hipertensi. Penelitian lanjutan disarankan menggunakan sampel yang lebih besar dan mempertimbangkan faktor risiko lain.