Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Peningkatan kemampuan komunikasi matematis dan self-confidence siswa melalui model pembelajaran kooperatif Time Token Arends sastika astridewi
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 13, No 2 (2022): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan komunikasi matematis dan rasa percaya diri siswa yang dilakukan di SMA di Kota Serang. Diperkuat dari hasil studi lapangan yang menunjukkan rendahnya kemampuan komunikasi matematis siswa dan didukung oleh kepercayaan diri siswa yang sangat kurang. Oleh karena itu, peneliti menerapkan strategi lain dalam pembelajaran, yaitu menerapkan pembelajaran kooperatif Time Token Arends untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis dan rasa percaya diri siswa. Setelah dilakukan penelitian, mulai dari pengambilan sampel sampai dengan pengolahan data, dengan metode yang digunakan yaitu kuasi eksperimen cluster random sampling, yang dihasilkan berdasarkan tujuan penelitian, antara lain: 1) peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang mendapatkan model pembelajaran kooperatif Time Token Arends lebih baik daripada siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional; 2) peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang mendapatkan model pembelajaran kooperatif Time Token Arends pada kelompok siswa berkemampuan tinggi lebih baik daripada siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional; 3) peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang mendapatkan model pembelajaran kooperatif Time Token Arends pada kelompok siswa berkemampuan sedang lebih baik daripada siswa mendapatkan pembelajaran konvensional;4) peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang mendapatkan model pembelajaran kooperatif Time Token Arends pada kelompok siswa berkemampuan rendah tidak lebih baik daripada siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional; 5) peningkatan rasa percaya diri siswa yang memperoleh model pembelajaran kooperatif tipe Time Token Arends lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional.Kata kunci : Kemampuan komunikasi matematis , Percaya diri , Time Token Arends .
Meta Analisis Penerapan Model Pembelajaran SAVI Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Siswa Saadiah Triastuti; Tatu Hilaliyah; Sastika Astridewi
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v5i1.3984

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang pembelajaran SAVI (Somatic, Auditory, Visualization, Intellectually) terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia siswa, kemudian hasil analisis masing-masing digabungkan dan didapatkan kesimpulan secara keseluruhan. Penelitian ini menggunakan meta analisis. Teknik pengumpulan data menggunakan non tes yaitu dengan menelusuri jurnal-jurnal elektronik melalui google scholar. Dari hasil penelusuran diperoleh 10 artikel dari jurnal yang merupakan penelitian eksperimen. Dalam penelitian ini teknik analisis data menggunakan uji normalitas, setelah itu berlanjut pada uji paired samples test, dan dilakukan penghitungan effect size untuk mengetahui seberapa besarnya pengaruh penggunaan model pembelajaran SAVI  terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia siswa. Analisis data dilakukan dengan menghitung besar pengaruh (Effect Size). Hasil dari analisis data menunjukan bahwa model pembelajaran SAVI berpengaruh besar terhadap hasil belajar bahasa Indonesia siswa. Terendah 4,33% dan tertinggi 36,55% dengan rata-rata 13,787%. Pada penghitungan effect size diperoleh 1,65. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia yang dikemas dalam pembelajaran SAVI (Somatic, Auditory, Visualization, Intellectually) berperan dalam meningkatkan hasil belajar siswa.
PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN DARING Sastika Astridewi
Prosiding Amal Insani Foundation Vol. 1 (2022): PROSIDING NASIONAL
Publisher : Amal Insani Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan kajian mengenai penerapan pendidikan karakter dalam pembelajaran daring. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan jenis studi literatur. Data penelitian diperoleh dari jurnal, setelah data terkumpul data dialisis secara kualitatif menggunakan teknik analisis data yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter dalam pembelajaran daring diterapkan dengan menggunakan strategi, namun juga masih terdapat faktor penghambat. Strategi yang digunakan dalam penerapan pendidikan karakter ini mengangkat nilai-nilai pendidikan karakter pada visi misi sekolah, menyiapak pendidik yang benar-benar berjiwa pendidik, serta mengkondisikan lingkungan. Sedangkan faktor penghambat dalam penerapan pendidikan karakter terjadi karena dua faktor, faktor luar dan faktor dalam. Faktor luar dari lingkungan keluarga, sedangkan faktor dalam adalah diri siswa sendiri.
Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis Berdasarkan Gender Siswa Sundanah Sundanah; Sastika Astridewi
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 7 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v7i2.2366

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan menggambarkan kemampuan komunikasi matematika berdasarkan jenis kelamin siswa. Pendekatan pembelajaran yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi, serta dianalisis dengan menggunakan teknik triangulasi data atau analisis data interaktif, yang meliputi reduksi data, penyajian atau verifikasi, dan kesimpulan. Partisipan penelitian terdiri dari 6 siswa, terdiri dari 3 siswa laki-laki dan 3 siswa perempuan. Hasil penelitian yang dilakukan di SMP N 2 Serang adalah sebagai berikut: (1) baik siswa laki-laki maupun siswa perempuan mampu memahami, menginterpretasikan, dan mengevaluasi ide-ide matematika secara lisan; (2) siswa laki-laki lebih mampu mengungkapkan ide-ide matematika secara lisan, sedangkan siswa perempuan lebih unggul dalam mengungkapkan ide-ide matematika secara visual dan tulisan; (3) siswa laki-laki lebih mahir dalam menggunakan istilah untuk menyampaikan ide-ide matematika, sedangkan siswa perempuan tidak hanya menggunakan istilah namun juga mampu menggunakan notasi matematika.
Penerapan Time Token Arends Pada Kemampuan Komunikasi Matematis dan Self-Efficacy Siswa Sastika Astridewi; Eva Fitria Ningsih
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 7 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v7i3.2933

Abstract

Tujuan dari penelitian ini ialah guna menganalisa dan mendeskripsikan peningkatan kemampuan komunikasi matematis dan self-efficacy siswa setelah diberi perlakuan dengan menerapkan model pembelajaran Time Token Arends. Metode penelitian yang dijalankan pada penelitian ini ialah kuasi eksperimen dengan tipe Nonequivalent Control Group Design dengan teknik pengambilan data secara cluster sampling. Pengumpulan data dijalankan mulai dari pemilihan sampel, pemberian pretes, penerapan model pembelajaran di masing – masing kelas, pemberian postes, dilanjutkan menganalisis data yang telah diperoleh. Penelitian ini dijalankan di SMAN 3 Serang dengan terpilihnya dua kelas sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan jumlah siswa sebanyak 36 siswa pada masing-masing kelas. Pengolahan data dalam penelitian ini menerapkan uji-t (Independent Sample t-Test). Hasil analisis data menyimpulkan bahwasanya: 1) Peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang diterapkan model pembelajaran Time Token Arends (kelas eksperimen) lebih baik dibanding siswa yang mendapat pembelajaran secara konvensional (kelas kontrol); dan 2) Peningkatan self-efficacy siswa yang diterapkan model pembelajaran Time Token Arends (kelas eksperimen) lebih baik dibanding siswa yang mendapat pembelajaran secara konvensional (kelas kontrol).
PENGARUH PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA Astridewi, Sastika; Kusumma, Vina Vijaya; Sundanah, Sundanah; Salamor, Reinhard
Jurnal Pendidikan Matematika Unpatti Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Pendidikan Matematika Unpatti
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jpmunpatti.v6.i1.p56-60

Abstract

Rendahnya hasil belajar matematika siswa, menjadi menjadi perhatian penting dari pemerintah, para akademisi dan para pemerhati Pendidikan lainnya. Fokus permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar bilangan aritmatika, siswa kelas VII MTs 1 Serang. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka diterapkan pendekatan RME pada dua kelas yang dipilih secara acak yaitu kelas VIIA yang digunakan sebagai kelas ekeperimen dan kelas VIIB digunakan sebagai kelas kontrol yang berjumlah 79 siswa. Metode penelitian ini adalah kuantitatif jenis eksplorasi dengan menggunakan pretest-posttest dan dianalisis dengan menggunakan uji-t. Hasil deskripsi menunjukan bahwa nilai kelas eksperimen ( XA= 60,6) lebih baik dari kelas kontrol ( XB= 53.5). Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa nilai uji t hitung = 2.693 lebih besar dari t tabel = 1.693 (thitung > ttabel). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang baik dari penerapan pendekatan RME terhadap hasil belajar matematika bilangan aritmatika, dibandingkan pendekatan pembelajaran konvensional.
Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa melalui Penerapan Pembelajaran Probing-Prompting Berbasis Realistic Mathematics Education Ningsih, Eva Fitria; Astridewi, Sastika; Chotimah, Binti Khusnul
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa berdasarkan kemampuan awal matematis (KAM) dengan menerapkan pembelajaran Probing-Prompting berbasis Realistic Mathematics Education (RME). Instrument pada penelitian ini menggunakan dua jenis tes berbentuk uraian, yaitu tes KAM dan tes kemampuan pemecahan masalah matematis. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kuasi eksperimen tipe non-equivalent control group design. Pada penelitian menggunakan dua kelas pada kelas VII A dan B dengan perlakuan berbeda. Kelas VII A diberi perlakuan dengan mnerapkan pembelajaran probing-prompting berbasis RME sedangkan kelas VII B tidak diberi perlakuan (perlakua biasa). Analisis data yang digunakan peneliti yaitu dengan menggunakan uji ANOVA dua arah. Berdasarkan hasil analisis data dapat diambil kesimpulan bahwa: 1) terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah antara siswa yang memperoleh pembelajaran probing-prompting berbasis RME dengan siswa yang memperoleh pembelajaran biasa; 2) tidak terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan matematis antara siswa yang memperoleh pembelajaran probing-prompting berbasis RME dengan siswa yang memperoleh pembelajaran biasa ditinjau dari KAM; 3) terdapat interaksi antara pembelajaran Probing-Prompting berbasis RME dan KAM dalam mempengaruhi peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.
Pemberian Scaffolding untuk Meningkatkan Kemampuan Representasi Matematis Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Matematis Berdasarkan Resiliensinya: Providing Scaffolding to Improve Students' Mathematical Representation Ability in Solving Mathematical Problems Based on Their Resilience Eva Fitria Ningsih; Binti Khusnul Chotimah; Sastika Astridewi
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 5 No. 02 (2025): Research Articles, August 2025
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v5i02.6732

Abstract

The background of this research problem is based on students' mathematical representation ability and mathematical resilience being relatively low. To address this problem, a study was conducted by providing scaffolding in their learning. The purpose of this study was to see the improvement of students' mathematical representation ability based on their resilience with the provision of scaffolding. The method used in this study was a quasi-experimental design with two different treatments given to the experimental and control classes. Class VII A became the experimental class, where learning was given treatment using the scaffolding process. Class VII B became the control class, where no treatment was given (regular learning). Students in the experimental and control classes were grouped first based on their mathematical resilience categories. The instruments used were a mathematical representation ability test and a mathematical resilience questionnaire. Data analysis used the Two-Way ANOVA statistical test. Based on the results of the Two-Way ANOVA statistical test, the class factor has a sig of 0.000 <0.05, meaning that H0 is rejected, the mathematical resilience factor has a sig of 0.001 <0.05, meaning that H0 is rejected, and the interaction factor between class and mathematical resilience has a sig of 0.000, which results in H0 being rejected. Based on the results of the research data analysis, there s a difference in the increase in mathematical representation abilities of students who receive scaffolding in their learning compared to those who receive regular learning. When viewed based on the categories of high, medium, and low mathematical resilience, there is a difference in the increase in mathematical representation abilities. Furthermore, there is also an interaction between learning with the scaffolding process and students' mathematical resilience in influencing the increase in students' mathematical representation abilities.