Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Knowledge of Undergraduate Nursing Students about Palliative Care Fitriani Fitriani; Rizka Wahyuni; Al Ikhsan Agus
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 15 No 3 (2023): SEPTEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v15i3.1308

Abstract

This study aimed to find out the level of knowledge of nursing students about palliative care. This study was a quantitative descriptive research with a cross-sectional approach. The sampling technique utilized purposive sampling technique with the total sample of 287 participants, consisting of 133 undergraduate nursing students from Universitas Sam Ratulangi and 154 undergraduate nursing students from Universitas Muslim Indonesia. The instrument employed to measure the knowledge level of undergraduate nursing students toward palliative care was the Palliative Care Quiz for Nurses-Indonesian Version (PCQN-I). The majority of undergraduate nursing students' knowledge level was categorized less, with 198 (69%) students and 89 (31%) students had sufficient knowledge level regarding palliative care. The average percentage of respondents' correct answers on philosophy and principles of palliative care aspect, psychosocial and spiritual care aspect, as well as pain and symptom management aspect were 29.1%, 11,03%, and 34.89%, respectively. The level of knowledge of undergraduate nursing students towards palliative care is categorized less, especially in psychosocial and spiritual care aspect.
Hubungan antara Status Gizi dan Gingivitis pada Anak Usia 8 – 9 Tahun di Sekolah Dasar Desa Tandurusa Nathalia C. Astan; Ni Wayan Mariati; Rizka Wahyuni
e-GiGi Vol. 12 No. 1 (2024): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v12i1.48523

Abstract

Abstract: Adequate and balanced nutrient intake is required to support the growth and development process in school-age children. As a result of unbalanced nutrition, the structure and function of the soft tissues of the mouth become abnormal which increase the risk of plaque formations -the initial cause of gingivitis. This study aimed to determine the relationship between nutritional status and gingivitis in children aged 8 to 9 years old at the elementary school in Tandurusa Village. This was an analytical study with a cross-sectional design. Samples were obtained using the total population of 80 students. In this study, measuring nutritional status, namely weight and height, to calculate the body mass index (BMI) and examination of oral cavity to determine the gingivitis status were performed on all subjects. The results showed that 25% of subjects were categorized as healthy gingival, 73.75% mild gingivitis, 1.25% moderate gingivitis; none was included in the severe gingivitis category. Nutritional status based on BMI found 76.25% of normal weight, 2.5% of undernourished, and 21.25% of overweight. The Spearman test showed a value of p 0.854 (p>0.05). In conclusion, there is no relationship between nutritional status and gingivitis in children aged 8 to 9 years old at elementary school in Tandurusa Village. Keywords: nutritional status; body mass index; gingivitis; school-age children   Abstrak: Anak usia sekolah harus mendapatkan asupan zat gizi yang adekuat dan seimbang untuk menunjang proses pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Gizi tidak seimbang menyebabkan tidak normalnya struktur dan fungsi dari jaringan lunak mulut sehingga berpeluang terjadinya peningkatan pembentukan plak yang menjadi penyebab awal gingivitis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dan gingivitis pada anak usia 8–9 tahun di sekolah dasar Desa Tandurusa. Jenis penelitian ialah analitik dengan desain potong lintang. Pengambilan sampel menggunakan total populasi sebanyak 80 anak. Pada penelitian ini dilakukan pengukuran status gizi yaitu berat dan tinggi badan menggunakan rumus perhitungan indeks massa tubuh (IMT) dan pemeriksaan rongga mulut untuk melihat tingkat keparahan gingivitis. Hasil penelitian status gingiva mendapatkan bahwa yang tergolong dalam kategori sehat sebanyak 25%, gingivitis ringan sebanyak 73,75%, gingivitis sedang sebanyak 1,25%; tidak ada yang masuk dalam kategori gingivitis berat. Pengukuran status gizi berdasarkan IMT mendapatkan subjek dengan kategori normal sebanyak 76,25%, gizi kurang sebanyak 2,5% dan gizi lebih sebanyak 21,25%. Hasil uji Spearman terhadap hasil pemeriksaan gingivitis dan pengukuran IMT menunjukkan nilai p=0,854 (p>0,05). Simpulan penelitian ini ialah tidak terdapat hubungan antara status gizi dan gingivitis pada anak usia 8–9 tahun di sekolah dasar Desa Tandurusa. Kata kunci: status gizi; indeks massa tubuh; gingivitis; anak usia sekolah
Kebutuhan Perawatan Karies Gigi Berdasarkan Required Treatment Index (RTI) pada Siswa SMK Negeri 1 Wori Novia N. E. Putri; Ni Wayan Mariati; Rizka Wahyuni
e-GiGi Vol. 12 No. 1 (2024): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v12i1.50360

Abstract

Abstract: One of the most common dental and oral health problems among adolescents on coastal areas is dental caries. However, the need for dental caries treatment in this group receive less attention. This study aimed to evaluate the dental care need of Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 (SMKN 1) Wori students based on the Required Treatment Index (RTI). This was a cross-sectional descriptive study involving all students (82 subjects) of SMKN 1 Wori in 2023. The RTIs were evaluated through dental caries examination and DMF-T calculation. The results showed that DMF-T score of the students was categorized as high, which was 5.08. In addition, the RTI was categorized as poor, as many as 95%. In conclusion, coastal adolescents at SMKN 1 Wori have poor Required Treatment Index. Low socioeconomic levels and lack of parental education can be the causes of poor RTI among the adolescents. Keywords: Required Treatment Index; dental caries; adolescents; coastal area   Abstrak: Salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang umum dijumpai pada kelompok remaja di daerah pesisir ialah karies gigi, namun seringkali kebutuhan perawatan karies gigi pada kelompok tersebut kurang mendapatkan perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan perawatan gigi pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 (SMKN 1) Wori berdasarkan Required Treatment Index (RTI). Jenis penelitian ini ialah deskriptif dengan desain potong lintang. Tehnik pengambilan sampel menggunakan total sampling terhadap seluruh siswa di SMKN 1 Wori pada tahun 2023 yang berjumlah berjumlah 82 siswa. Pada penelitian ini dilakukan pemeriksaan karies gigi dan perhitungan DMF-T untuk melihat persentase RTI. Hasil penelitian mendapatkan DMF-T para siswa tergolong dalam kategori tinggi, yaitu 5,08. Selain itu, RTI tergolong buruk sebesar 95%. Simpulan penelitian ini ialah remaja pesisir di SMKN 1 Wori memiliki Required Treatment Index yang buruk. Tingkat sosial ekonomi yang rendah serta minimnya pendidikan orang tua diduga menjadi salah satu penyebab terjadinya RTI yang buruk pada remaja. Kata kunci: Required Treatment Index; karies gigi; kelompok remaja; daerah pesisir
Tingkat Pengetahuan Tentang Barodontalgia pada Penyelam Wisatawan Domestik di Kota Manado Rizka Wahyuni; Christy N. Mintjelungan; Celin L. Sindar
e-GiGi Vol. 12 No. 1 (2024): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v12i1.50361

Abstract

Abstract: Concerning maritime tourism, during diving, various types of pressure changes usually occur, especially atmospheric pressure which can result in barodontalgia or pain in the teeth due to changes in pressure. Lack of knowledge about barodontalgia and control of dentists can make divers prone to experience pain and discomfort in areas of teeth that have certain indications such as dental caries, damaged restorations, pulpitis, pulp necrosis, apical periodontitis, periodontal pockets, impacted teeth, root fractures, and residual cysts. This study aimed to determine the level of knowledge about barodontalgia among domestic tourist divers in Manado. This was a descriptive study with a cross-sectional design. Respondents were 40 domestic tourist divers taken by total sampling technique. The results showed that respondents with good level of knowledge about barodontalgia had a percentage of 13%; those with fair knowledge were 50%; and those who had poor knowledge were 37%. In conclusion, the majority of domestic tourist divers in Manado have fair level of knowledge about barodontalgia. Keywords: knowledge level; barodontalgia; domestic divers   Abstrak: Terkait wisata bahari, saat menyelam biasanya terjadi berbagai macam jenis perubahan tekanan terutama tekanan atmosfer yang dapat mengakibatkan barodontalgia atau nyeri pada gigi akibat perubahan tekanan tersebut. Kurangnya pengetahuan mengenai barodontalgia dan kontrol ke dokter gigi dapat menyebabkan penyelam rentan mengalami rasa nyeri dan tidak nyaman pada daerah gigi yang memiliki indikasi seperti karies gigi, restorasi yang rusak, pulpitis, nekrosis pulpa, periodontitis apikal, poket periodontal, gigi impaksi, fraktur akar, dan kista residual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan tentang barodontalgia pada penyelam wisatawan domestik di Kota Manado. Jenis penelitian ialah deskriptif dengan desain potong lintang. Responden penelitian berjumlah 40 penyelam wisatawan domestik yang diambil dengan teknik total sampling. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa responden yang memiliki tingkat pengetahuan tentang barodontalgia baik sebesar 13%; tingkat pengetahuan cukup sebesar 50%; dan tingkat pengetahuan kurang sebesar 37%. Simpulan penelitian ini ialah sebagian besar penyelam wisatawan domestik di Kota Manado memiliki tingkat pengetahuan cukup tentang barodontalgia. Kata kunci: tingkat pengetahuan; barodontalgia; penyelam domestik