Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS RISIKO PENGEMBANGAN WISATA KULINER TIRTA AGUNG DI KABUPATEN BONDOWOSO Winda Amilia; Andrew Setiawan Rusdianto; Ida Bagus Suryaningrat; Rendra Chriestedy Prasetya; Nadie Fatimatuzzahro; Hadi Sampurna; Rokhani Rokhani; Laksmi Indreswari; Dadin Gilang Pranata; Thabed Tholib Baladraf
Jurnal Industri Parawisata Vol 6, No 1 (2023): JULY
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/pariwisata.v6i1.1219

Abstract

Pandemi Covid-19 melumpuhkan berbagai sektor salah satunya pariwisata. Hal ini berdampak terhadap mobilitas masyarakat sehingga banyak ditemui wisata yang tutup, seiring membaiknya keadaan saat ini mulai banyak ditemui wisata yang mulai dibuka kembali, salah satu tempat wisata yang dibuka adalah wisata kuliner Tirta Agung. Wisata kuliner Tirta Agung merupakan kawasan rekreasi yang terdiri dari kolam renang, wisata kuliner, dan pemandangan. Wisata kuliner Tirta Agung kawasan rekreasi terbaik yang dimiliki Kabupaten Bondowoso. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan rekomendasi kepada pengelola kawasan Wisata Tirta Agung terkait dengan kesehatan dan keselamatan wisatawan. Penelitian dimulai dengan pengumpulan data primer melalui wawancara wisatawan menggunakan kuesioner dan data sekunder. Selanjutnya dilakukan pengolahan data menggunakan metode House of Risk (HOR) yang terdiri dari dua fase. Fase pertama dilakukan identifikasi sumber dan kejadian risiko serta dilakukan perhitungan pada nilai Risk Priority Number dan Risk Potential Number. Data yang sudah didapatkan lalu dianalisis pada HOR fase kedua sehingga dapat tercipta strategi mitigasi risiko bagi pelaku wisata. Hasil menunjukkan terdapat 7 agen risiko yang diprioritaskan yaitu tidak adanya pemeriksaan awal, luas lahan yang sempit, jam operasional yang panjang, meja dan kursi tidak steril, tidak tersedianya mesin EDC, rendahnya kesadaran karyawan dan rendahnya kesadaran pengunjung. Dari agen risiko yang ditemukan, didapatkan 4 strategi penanganan antara lain pengecekan terkait kondisi kesehatan pengunjung, perawatan aksesoris, penyampaian aturan yang berlaku kepada pengunjung, dan mempertegas kebijakan yang ada terhadap setiap pengunjung dan karyawan wisata.
Effects of Consumption Brew Robusta Coffee on Alveolar Bone Resorption in Rats Induced Periodontitis by Porphyromonas gingivalis Ghafran Nailul Farchi; Rendra Chriestedy Prasetya; Nadie Fatimatuzzahro
Health Dynamics Vol 1, No 5 (2024): May 2024
Publisher : Knowledge Dynamics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/hd10503

Abstract

Background: Porphyromonas gingivalis is the main cause of periodontitis. The presence of virulence factors of this bacteria increases pro-inflammatory cytokines that can interfere with the remodeling of alveolar bones that will later occur alveolar bone resorption. Robusta coffee is a natural ingredient that contains various substances that are useful for inhibiting inflammation, such as chlorogenic acid, caffeic acid, and caffeine. The purpose of this study was to analyze the effect of steeped Robusta coffee consumption on alveolar bone in rats induced by Porphyromonas gingivalis. Methods: Twenty male Wistar rats divided into 5 groups, control group (K1), rats treated with P. gingivalis induction and was sacrificed on the 14th day (K2), rats treated with P. gingivalis induction with 3.6 ml of brew coffee and was sacrificed on the 14th day (K3), rats treated with P. gingivalis induction and sacrificed on the 28th day (K4), rats treated with P. gingivalis induction with 3.6 ml of brew coffee and sacrificed on the 28th day. The specimens were then processed histologically and stained with HE to determine alveolar bone resorption. Results: There was no significant difference between the induction P. gingivalis and the consumption of robusta brew coffee for 14 days with control group. It means that treated brew robusta coffee for 14 days had alveolar bone resorption similar with the control group. The induction group P. gingivalis with consumption of Robusta coffee brew for 28 days there was a significant difference with the control group. The induction group P. gingivalis with consumption of Robusta coffee brew for 14 days differed significantly from the treatment for 28 days, this could be due to the longer treatment resulting in more bacterial tissue exposure. Conclusion: Consumption of brew robusta coffee can inhibit the resorption of alveolar bone caused by Porphyromonas gingivalis.