Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Determinan Preferensi Mahasiswa Dalam Menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (Qris) Sebagai Alat Transaksi Pembayaran Raja Sakti Putra Harahap; Ahmad Afandi; Maisarah Lubis; Leni Indriani
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 1 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i1.2396

Abstract

Penggunaan QRIS ini tidak hanya digunakan dikalangan masyarakat saja, tetapi mahasiswa juga sudah ada yang  menggunakannya. Akan tetapi masih banyak juga mahasiswa yang belum paham mengenai penggunaan QRIS ini.  Sehingga rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah pengalaman dan persepsi berpengaruh secara parsial dan simultan terhadap preferensi mahasiswa dalam menggunakan QRIS sebagai alat transaksi pembayaran.  Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Sumber data yang digunakan adalah data primer. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket dengan jumlah sampel 74 orang. Pengukuran tingkat signifikan yang digunakan 10% atau 0,1, dan digunakan rumus slovin untuk menentukan sampel yang diperlukan. Pengolahan data menggunakan software SPSS versi 23. Teknik analisis yang digunakan adalah uji validitas, uji realibilitas, uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, uji regresi linear berganda, uji koefisien determinasi, uji parsial (t), dan uji simultan (F). Hasil penelitian nilai R sebesar 0,208, dan nilai R Square 0,225. Variabel uji parsial (t) menunjukkan bahwa variabel pengalaman berpengaruh positif terhadap preferensi mahasiswa dalam menggunakan QRIS. Variabel persepsi berpengaruh positif terhadap preferensi mahasiswa dalam menggunakan QRIS. Sedangkan hasil uji simultan (F) variabel pengalaman dan persepsi terdapat pengaruh terhadap preferensi mahasiswa dalam menggunakan QRIS sebagai alat transaksi pembayaran
Integrating Tam and Islamic Work Ethics to Explain AI Adoption in Digital Marketing of Halal Msmes in Indonesia Ricka Handayani; Ahmad Afandi
Sharia Economic and Management Business Journal (SEMBJ) Vol. 7 No. 2 (2026): June
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/sembj.v7i2.1980

Abstract

Background: This study aims to analyze the factors influencing the Adoption of Artificial Intelligence (AI) in digital marketing in halal MSMEs in Indonesia. The research focuses on understanding how perceptions of Usability, Islamic work ethics, market pressures, and technological readiness shape attitudes toward adoption, which in turn influence intentions to adopt AI. Method: The research approach is a quantitative, descriptive study involving 280 halal MSMEs active in digital marketing. The analysis was conducted using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) to test the direct and indirect relationships between variables, including the mediating role of attitudes towards adoption. Results: The study found that all tested factors had a positive effect on attitudes towards AI adoption. Attitudes toward adoption have been shown to mediate the relationship between these factors and adoption intentions. These findings confirm that fostering a positive attitude is key to encouraging MSMEs' intention to adopt AI. The study's results emphasize the importance of increasing perceptions of benefits, ease of use, alignment with ethical values, responsiveness to the market, and technological readiness to drive AI adoption. Governments, technology providers, and religious institutions can support MSMEs by providing user-friendly AI training, guidance, and solutions to strengthen adoption-readiness. Conclusion: This study contributes to the literature on technology adoption in MSMEs by integrating cultural, ethical, and market pressure factors, as well as emphasizing the role of attitude mediation in shaping AI adoption intentions in the context of halal business.