Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Rekonstruksi Militer Jepang Pasca Perang Dunia II: Japan Self Defense Force dan Perannya dalam Pertahanan dan Keamanan Jepang Muhammad Dzulfiqar Faza Imaduddin; Rizerius Eko Hadisancoko; Erry Herman
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 4 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i4.3333

Abstract

Japan Self-Defense Force atau JSDF adalah pasukan bela diri Jepang yang terbentuk setelah pelarangan adanya tantara nasional bagi negara Jepang sebagaiman tertuang pada Pasal 9 Konstitusi Jepang, yang membatasi kemampuan militer Jepang dan penggunaan kekuatan dalam urusan internasional. Penelitian ini menyoroti pentingnya tugas-tugas JSDF, termasuk operasi bantuan bencana, misi pemeliharaan perdamaian internasional, perlindungan sipil, dan pertahanan nasional, dalam menjaga keamanan dan stabilitas Jepang. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian deskriptif kualitatif, dengan mengandalkan sumber data sekunder seperti buku, artikel ilmiah, dan referensi yang relevan. Selain itu, penelitian ini menekankan komitmen JSDF terhadap pertahanan nasional dan tantangan yang dihadapinya, termasuk keterbatasan konstitusional, kendala keuangan, manajemen sumber daya manusia, dan kemajuan teknologi di ranah militer. Penelitian ini menyoroti peran penting yang dimainkan oleh Pasukan Bela Diri Jepang dalam melindungi keamanan Jepang dan berkontribusi terhadap perdamaian internasional. Dengan memahami dan mengatasi tantangan yang dihadapi oleh JSDF, para pembuat kebijakan dapat merumuskan strategi untuk mengatasi hambatan-hambatan ini, memastikan pasukan pertahanan yang tangguh dan efektif yang mampu menjaga kepentingan Jepang dan mempromosikan stabilitas global.
Strategi Peningkatan Kesiapan Operasi Batalyon Mekanis Kodam Jaya dalam Tugas Pengamanan Daerah Rawan Papua Anak Agung Ngurah Hadipta Kusuma; Anshori Anshori; Erry Herman
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v7i3.1154

Abstract

Penelitian ini membahas strategi peningkatan kesiapan operasi Batalyon Mekanis jajaran Kodam Jaya dalam mendukung tugas pengamanan daerah rawan Papua. Permasalahan utama penelitian terletak pada adanya perbedaan antara orientasi pembinaan Kodam Jaya yang lebih berfokus pada pengamanan ibu kota, objek vital nasional, dan stabilitas pusat pemerintahan dengan tuntutan operasi di Papua yang memiliki karakteristik medan berat, ancaman bersenjata, keterbatasan infrastruktur, serta dinamika sosial yang kompleks. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap unsur komando, staf operasi, dan personel Batalyon Mekanis yang memahami penyiapan maupun pengalaman operasi di Papua. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, verifikasi, serta analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan operasi satuan secara umum berada pada kategori baik, terutama pada aspek kemampuan tempur, disiplin, mental prajurit, kepemimpinan lapangan, soliditas satuan, dan kemampuan adaptasi. Namun, masih terdapat kendala berupa keterbatasan optimalisasi kendaraan tempur, dukungan logistik, komunikasi, pemeliharaan alutsista, latihan realistis, dan pemahaman budaya lokal. Strategi utama yang direkomendasikan adalah strategi SO melalui peningkatan latihan berbasis karakteristik Papua, penguatan mental dan disiplin, optimalisasi teknologi komunikasi dan intelijen, serta penguatan kerja sama lintas instansi dan pendekatan teritorial.