Wan Syurya Tri Dharma
Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluası Penggunaan Obat Pasıen Penyakıt Jantung Koroner Pasca Pemasangan Stent dı RSPAD Gatot Soebroto Alika Khansa Adita; Wan Syurya Tri Dharma
Journal Borneo Vol. 3 No. 2 (2023): Volume 3 Issue 2 tahun 2023
Publisher : Politeknik Kaltara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57174/j.born.v3i2.97

Abstract

Coronary Heart Disease (CHD) occurs when the coronary arteries are narrowed by a buildup of atheroma and fatty material in the walls. Stent placement is done to treat narrowed coronary arteries and an option if the patient has tried medication or lifestyle changes but fails to improve heart health and has blockages in the arteries. This study aims to evaluate the 4 medication usage accuracies, to determine the characteristics and medication usage profiles in CHD patients after stent placement at Gatot Soebroto Hospital. This research was conducted with analytical descriptive and retrospective data collection through medical records for the 2021 period. The sample used was 83 patients. The study resulted based on the characteristics the most patients with CHD after stent placement were aged <65 years with 57 patients (68.68%), and the most comorbid hypertension was 26 patients (31.32%). The medicine widely used in CHD patients after stent placement is a combination of aspirin and clopidogrel in as many as 70 patients (83.34%). The parameters of the medication usage accuracy, the right indication, the right medicine, the right dose, and the right patient resulted in 100% that the patient got the suitability for medication use. The results of the relationship between variables and medication use through SPSS showed that gender had a sig value of 0.051 (>0.005), age had 0.544 (>0.005), and risk factors had 0.167 (>0.005) means that there is no relationship in medication use.
Studi Potensi Interaksi Obat Pasien Stroke Iskemik Di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih Di Jakarta Pusat Fitry Amelia; Widya Handayani; Mohammad Zakir Chohan; Wan Syurya Tri Dharma
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1319

Abstract

Stroke iskemik merupakan penyakit degeneratif vaskular yang memerlukan regimen terapi kombinasikompleks (polifarmasi). Penggunaan multipel obat secara bersamaan meningkatkan potensi terjadinyainteraksi obat yang berdampak pada efektivitas terapi maupun peningkatan risiko efek samping.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik peresepan, menganalisis potensiinteraksi obat (mekanisme dan tingkat keparahan), serta menganalisis hubungan antara jumlah obatyang diresepkan dengan kejadian potensi interaksi obat pada pasien stroke iskemik rawat jalan diRumah Sakit Islam Cempaka Putih Jakarta Pusat. Metode: Penelitian observasional deskriptif-analitik dengan pendekatan retrospektif menggunakan data rekam medis dan resep pasien periodeJanuari 2026. Sampel diambil dengan teknik total sampling sebanyak 200 resep. Analisis potensiinteraksi obat dilakukan menggunakan Drug Interaction Checker (Drugs.com), disajikan secaradeskriptif dan diuji bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Karakteristik pasien didominasi olehperempuan (54,5%) dan kelompok usia dewasa 18–59 tahun (57,0%). Komorbiditas tertinggiadalah hipertensi (54,0%) dan dislipidemia (34,0%). Sebanyak 134 resep (67,0%) teridentifikasimemiliki potensi interaksi obat dengan total 252 kejadian. Berdasarkan mekanisme, interaksifarmakodinamik mendominasi sebesar 72,0% (144 kejadian), sedangkan farmakokinetik sebesar22,2% (56 kejadian). Berdasarkan tingkat keparahan, interaksi tingkat moderate paling banyakditemukan (54,5%), diikuti major (18,3%) dan minor (17,8%). Pasangan obat interaksi major terseringadalah Amitriptyline–Tramadol (4,09%). Uji statistik Chi-Square menunjukkan hubungan yangsignifikan antara jumlah obat yang diresepkan dengan kejadian potensi interaksi obat (p = 0,009;p &lt; 0,05). Kesimpulan: Terdapat prevalensi potensi interaksi obat yang tinggi pada pasien strokeiskemik, di mana polifarmasi secara signifikan meningkatkan risiko kejadian interaksi obat.