Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Peningkatan Kapasitas Kader Posbindu Delima Kelurahan Bedahan, Sawangan Depok Dalam Pencegahan dan Pengendalian Diabetes Mellitus Nurfitri Bustamam; Nugrahayu Widyawardani; Yosha Putri Wahyuni; Citra Ayu Aprilia
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i3.6092

Abstract

Di Posbindu Delima RW 11, Kelurahan Bedahan Sawangan Depok tercatat ada 10 orang penyandang diabetes mellitus (DM) dan 8-13 orang dengan kadar gula darah yang dikategorikan sebagai prediabetes. Berdasarkan permasalahan kesehatan tersebut dilakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan tujuan agar kader Posbindu Delima mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang cukup dalam upaya pencegahan dan pengendalian DM. Kader diminta untuk mengisi kuesioner pre-test untuk mengukur pengetahuannya tentang DM, sebelum diberikan edukasi.  Selanjutnya Tim PKM mendemonstrasikan cara mengukur gula darah menggunakan glukometer, kemudian meminta setiap kader untuk berlatih hingga terampil mengukur gula darah. Edukasi juga diberikan menggunakan sosial media (WhatsApp, Instagram, dan Youtube) secara bertahap selama dua minggu, sebelum kader diminta mengisi kuesioner post-test. Hasil PKM menunjukkan pengetahuan kader meningkat signifikan dan 8 dari 10 kader sudah terampil mengukur gula darah. Kader dapat mengimplementasikan pengetahuannya tentang DM untuk mengedukasi warga melalui sosial media menggunakan flyer dan video, serta mengimplementasikan keterampilan mengukur gula darah dalam kegiatan rutin Posbindu. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan PKM berhasil meningkatkan kapasitas kader dalam pencegahan dan pengendalian DM
Peningkatan Pengetahuan Dan Perubahan Perilaku Santriwati Tentang Kesehatan Reproduksi Melalui Edukasi Di Pesantren Hidayatullah Depok Cut Fauziah; Uswatun Hasanah; Nasihin Saud Irsyad; Yosha Putri Wahyuni; Edwina Khairat
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i1.6950

Abstract

Pengaruh hormonal pada masa remaja sangat memengaruhi perkembangan secara emosional, terutama pada remaja putri yang sering mengalami perubahan mood pada fase menjelang menstruasi. Kebersihan dan kesehatan organ reproduksi, terutama saat menstruasi akan berpengaruh terhadap kesehatan tubuh remaja putri. Mendiskusikan hal-hal yang berkaitan dengan masalah reproduksi masih sering dianggap tabu dan  memicu rasa tidak nyaman ketika membahasnya bersama guru dan orang tua, dan remaja akan cenderung untuk menghindari topik tersebut. Sehingga perlu ada forum khusus berupa penyuluhan dan edukasi untuk menyampaikan informasi yang benar secara ilmiah tentang kesehatan reproduksi kepada remaja putri. Metode penyuluhan dilakukan dengan metode ceramah dan diskusi interaktif secara langsung kepada santriwati dengan rentang usia 13-15 tahun setingkat SMP yang mondok di Pesantren Hidayatullah Depok. Keberhasilan dari kegiatan ini adalah terpenuhinya target dari jumlah peserta, serta ketercapaian tujuan dari kegiatan penyuluhan ini juga dapat dikatakan baik dari peningkatan pengetahuan melalui pretest dan postest serta ketercapaian target materi. Berdasarkan uji Wilcoxon terdapat nilai pretest dan post test didapatkan nilai p<0.05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pengetahuan siswi sebelum dan setelah penyuluhan mengenai Kesehatan Reproduksi. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah terjadi peningkatan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi pada santriwati Pesantren Hidayatullah Depok.
Program Pendampingan Hidup Sehat untuk Mencegah dan Mengendalikan Diabetes Mellitus di Posbindu Delima Depok Nurfitri Bustamam; Yosha Putri Wahyuni; Nugrahayu Widyawardani; Cut Fauziah
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i1.7434

Abstract

Data Posbindu Delima Bedahan Sawangan Depok pada tahun 2023 menunjukkan ada 10 warga dengan diabetes mellitus (DM) dan 8-13 warga yang tergolong prediabetes dari hasil pemeriksaan gula darah puasa setiap bulannya. Berdasarkan permasalahan tersebut dilakukan pengabdian kepada masyarakat (PKM) dalam bentuk Program Pendampingan Hidup Sehat dengan tujuan untuk memotivasi warga agar melakukan gaya hidup sehat. Kegiatan program terbagi menjadi tiga tahap, yaitu: sosialisasi program termasuk cara mengisi logbook hidup sehat, edukasi melalui WhatsApp group, dan evaluasi. Sebelum dan sesudah mengikuti program, parameter kesehatan warga diukur. Implementasi gaya hidup sehat yang dilakukan oleh warga dievaluasi berdasarkan isian logbook. Kegiatan program yang berlangsung selama 5 minggu diikuti oleh sembilan warga berusia rata-rata 55,4 tahun, sebagian besar perempuan dengan indeks massa tubuh tergolong obese. Hasil PKM menunjukkan setelah melakukan gaya hidup sehat, terjadi perbaikan parameter kesehatan, yaitu penurunan kadar gula darah puasa, kolesterol total, tekanan darah, dan berat badan. Dapat disimpulkan bahwa Program Pendampingan Hidup Sehat ini berhasil mendorong warga untuk melakukan hidup sehat dalam mencegah dan mengendalikan DM.
Peningkatan Kapasitas Kader Posbindu Delima Kelurahan Bedahan, Sawangan Depok Dalam Pencegahan dan Pengendalian Diabetes Mellitus Nurfitri Bustamam; Nugrahayu Widyawardani; Yosha Putri Wahyuni; Citra Ayu Aprilia
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i3.6092

Abstract

Di Posbindu Delima RW 11, Kelurahan Bedahan Sawangan Depok tercatat ada 10 orang penyandang diabetes mellitus (DM) dan 8-13 orang dengan kadar gula darah yang dikategorikan sebagai prediabetes. Berdasarkan permasalahan kesehatan tersebut dilakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan tujuan agar kader Posbindu Delima mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang cukup dalam upaya pencegahan dan pengendalian DM. Kader diminta untuk mengisi kuesioner pre-test untuk mengukur pengetahuannya tentang DM, sebelum diberikan edukasi.  Selanjutnya Tim PKM mendemonstrasikan cara mengukur gula darah menggunakan glukometer, kemudian meminta setiap kader untuk berlatih hingga terampil mengukur gula darah. Edukasi juga diberikan menggunakan sosial media (WhatsApp, Instagram, dan Youtube) secara bertahap selama dua minggu, sebelum kader diminta mengisi kuesioner post-test. Hasil PKM menunjukkan pengetahuan kader meningkat signifikan dan 8 dari 10 kader sudah terampil mengukur gula darah. Kader dapat mengimplementasikan pengetahuannya tentang DM untuk mengedukasi warga melalui sosial media menggunakan flyer dan video, serta mengimplementasikan keterampilan mengukur gula darah dalam kegiatan rutin Posbindu. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan PKM berhasil meningkatkan kapasitas kader dalam pencegahan dan pengendalian DM
Peningkatan Pengetahuan Dan Perubahan Perilaku Santriwati Tentang Kesehatan Reproduksi Melalui Edukasi Di Pesantren Hidayatullah Depok Cut Fauziah; Uswatun Hasanah; Nasihin Saud Irsyad; Yosha Putri Wahyuni; Edwina Khairat
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i1.6950

Abstract

Pengaruh hormonal pada masa remaja sangat memengaruhi perkembangan secara emosional, terutama pada remaja putri yang sering mengalami perubahan mood pada fase menjelang menstruasi. Kebersihan dan kesehatan organ reproduksi, terutama saat menstruasi akan berpengaruh terhadap kesehatan tubuh remaja putri. Mendiskusikan hal-hal yang berkaitan dengan masalah reproduksi masih sering dianggap tabu dan  memicu rasa tidak nyaman ketika membahasnya bersama guru dan orang tua, dan remaja akan cenderung untuk menghindari topik tersebut. Sehingga perlu ada forum khusus berupa penyuluhan dan edukasi untuk menyampaikan informasi yang benar secara ilmiah tentang kesehatan reproduksi kepada remaja putri. Metode penyuluhan dilakukan dengan metode ceramah dan diskusi interaktif secara langsung kepada santriwati dengan rentang usia 13-15 tahun setingkat SMP yang mondok di Pesantren Hidayatullah Depok. Keberhasilan dari kegiatan ini adalah terpenuhinya target dari jumlah peserta, serta ketercapaian tujuan dari kegiatan penyuluhan ini juga dapat dikatakan baik dari peningkatan pengetahuan melalui pretest dan postest serta ketercapaian target materi. Berdasarkan uji Wilcoxon terdapat nilai pretest dan post test didapatkan nilai p<0.05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pengetahuan siswi sebelum dan setelah penyuluhan mengenai Kesehatan Reproduksi. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah terjadi peningkatan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi pada santriwati Pesantren Hidayatullah Depok.
Program Pendampingan Hidup Sehat untuk Mencegah dan Mengendalikan Diabetes Mellitus di Posbindu Delima Depok Nurfitri Bustamam; Yosha Putri Wahyuni; Nugrahayu Widyawardani; Cut Fauziah
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i1.7434

Abstract

Data Posbindu Delima Bedahan Sawangan Depok pada tahun 2023 menunjukkan ada 10 warga dengan diabetes mellitus (DM) dan 8-13 warga yang tergolong prediabetes dari hasil pemeriksaan gula darah puasa setiap bulannya. Berdasarkan permasalahan tersebut dilakukan pengabdian kepada masyarakat (PKM) dalam bentuk Program Pendampingan Hidup Sehat dengan tujuan untuk memotivasi warga agar melakukan gaya hidup sehat. Kegiatan program terbagi menjadi tiga tahap, yaitu: sosialisasi program termasuk cara mengisi logbook hidup sehat, edukasi melalui WhatsApp group, dan evaluasi. Sebelum dan sesudah mengikuti program, parameter kesehatan warga diukur. Implementasi gaya hidup sehat yang dilakukan oleh warga dievaluasi berdasarkan isian logbook. Kegiatan program yang berlangsung selama 5 minggu diikuti oleh sembilan warga berusia rata-rata 55,4 tahun, sebagian besar perempuan dengan indeks massa tubuh tergolong obese. Hasil PKM menunjukkan setelah melakukan gaya hidup sehat, terjadi perbaikan parameter kesehatan, yaitu penurunan kadar gula darah puasa, kolesterol total, tekanan darah, dan berat badan. Dapat disimpulkan bahwa Program Pendampingan Hidup Sehat ini berhasil mendorong warga untuk melakukan hidup sehat dalam mencegah dan mengendalikan DM.
Edukasi Pencegahan Infeksi Scabies Di Pondok Pesantren Modern Yosha Putri Wahyuni; Isniani Ramadhani; Aulia Chairani
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i3.9623

Abstract

Scabies (kudis) merupakan penyakit kulit menular yang disebabkan oleh Sarcoptes scabiei var, hominis. Penyakit ini dapat menular dengan cepat pada suatu komunitas, seperti di pondok pesantren. Pencegahan infeksi scabies masih dianggap tidak sebagai suatu prioritas karena tidak mengancam nyawa. Namun jika tidak dilakukan pencegahan secara dini, infeksi ini dapat menyebar hingga ke teman sesama santri maupun keluarga para santri saat mereka berkumpul di akhir pekan. Hal ini dapat menurunkan ketahanan pendidikan maupun ketahanan kesehatan para santri dan keluarga. Pada pengabdian masyarakat ini Pondok Pesantren Darun Na’im Yapia mejadi mitra pengabdian, tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan santriwan dan santriwati tentang Infeksi Scabies. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini ada tiga tahapan: pertama persiapan dan survei awal dengan mengidentifikasi masalah yang ada di Pondok Pesantren, berdiskusi dengan mitra, kedua adalah memberikan edukasi tentang Scabies menggunakan media seperti powerpoint, leaflet yang berisi tentang infeksi Scabies, ketiga adalah evaluasi tentang pemahaman infeksi Scabies oleh santriwan dan santriwati, evaluasi dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Hasil dari survey menunjukkan hasil pre test 60.57±17.60 dan post test 68.28±17.10 (p = 0,000) yang berarti adanya peningkatan skor pengetahuan santriwan dan santriwati secara sangat signifikan, artinya terdapat pengaruh pemberian edukasi pada santriwan dan santriwati dalam meningkatkan pengetahuannya.
ANALISIS KUALITATIF KEBUTUHAN PEMBENTUKAN TIM MUTU DAN KETAHANAN KESEHATAN DALAM UPAYA PENCEGAHAN INFEKSI SCABIES Ramadhani, Isniani; Kristanti, Melly; Krisnanik, Erly; Wahyuni, Yosha Putri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.35320

Abstract

Scabies merupakan infeksi kulit yang disebabkan oleh Sarcoptes Scabiei. Indonesia termasuk dalam 5 negara dengan beban scabies tertinggi dan pesantren salah satu tempat yang paling banyak menderita scabies. Untuk mengendalikan penyebaran scabies, diperlukan protokol preventif yang efektif serta tim kesehatan yang paham mengenai mutu dan ketahanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui apakah pesantren sudah mengetahui konsep mutu dan ketahanan kesehatan serta infeksi scabies dan mengetahui apakah perlu dibentuk Tim Mutu dan Ketahanan Kesehatan di Pesantren. Metode dalam penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan wawancara terstruktur. Pengolahan data menggunakan software NVivo 12. Dilakukan di Pesantren Darunna’im Yapia, Parung, Bogor. Didapatkan bahwa koding ke delapan responden mempunyai kemiripan (similarity) dengan angka pearson correlation coefficient ≥ 0,7 artinya saling berkorelasi satu sama lain. Kesimpulan yang di dapat tim kesehatan belum mengetahui secara mendalam tentang konsep mutu dan ketahanan kesehatan serta infeksi scabies. Perlu dibentuk Tim Mutu dan Ketahanan Kesehatan.
Sosialisasi Deteksi Dini dan Pengenalan Gejala Stadium Awal dan Akhir Kanker Serviks di Kecamatan Cinere: Indonesia Hardini, Niniek; Rifkia, Via; Wahyuni, Yosha Putri; Sukrisno, Adi
Jurnal Abdimas Madani dan Lestari (JAMALI) Volume 07, Issue 01, Maret 2025
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jamali.vol7.iss1.art14

Abstract

Cervical cancer is a common cancer in women with an estimated 570,000 new cases in 2018 and represents 6.6% of all cancers in women. About 90% of cervical cancer deaths occur in low- and middle-income countries. High mortality rates from cervical cancer globally can be reduced through a comprehensive approach that includes prevention, early diagnosis, effective screening and treatment programs. Cervical cancer can be prevented with primary prevention. Primary prevention is to prevent the occurrence of Human Papillomavirus (HPV) infection with the advantage of not causing side effects, easy and effective. This prevention can be done using screening methods that are easy and inexpensive to do, such as Visual Inspection of Acetic Acid (IVA), which is visual inspection with acetic acid. The purpose of this activity is to increase knowledge about early detection of cervical cancer, symptoms at an early and late stage in Cinere Depok District. The assessment of understanding can be seen from the results of the pre-test and post-test. The results of this activity show that people in Cinere Depok District have understood the socialization of early detection of cervical cancer and recognize the symptoms of early and late stages of cervical cancer with an increase in the average value of post-test, which is 90% of the pre-test score.
SINERGI PENDIDIKAN DAN KESEHATAN: PEMBENTUKAN TIM MUTU KESEHATAN UNTUK PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN SKABIES DI LINGKUNGAN PONDOK PESANTREN Wahyuni, Yosha Putri; Ramadhani, Isniani; Kristanti, Melly
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v6i3.13844

Abstract

Skabies, yang juga dikenal dengan nama Gudik, adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh infeksi tungau Sarcoptes scabei var hominis (Sarcoptes sp. ). Skabies dapat terjadi terutama di lingkungan yang padat penduduk (termasuk pondok pesantren). Pondok pesantren merupakan sekolah berasrama memiliki tanggung jawab yang besar dalam memastikan kesehatan dan kesejahteraan santri yang tinggal di lingkungan asrama. Dalam upaya ini, sangat penting untuk membentuk Tim Mutu Kesehatan yang bertugas memantau, mengevaluasi, dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan serta kondisi kesehatan umum di asrama. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini, Pondok Pesantren Darun Na’im Yapia berperan sebagai mitra tempat pengabdian. Sasaran dari kegiatan ini adalah terbentuknya tim kesehatan untuk pencegahan dan pengendalian skabies sehingga diharapkan tidak ada lagi skabies dilingkungan pondok pesantren. Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini terdiri dari tiga langkah: 1. persiapan dan survei awal dengan mengenali masalah yang terdapat di Pondok Pesantren, serta berdiskusi bersama mitra; 2. memberikan pengantar terkait pembentukan tim mutu kesehatan dan pelatihan terkait pemeriksaan fisik serta pengisian lembar DeScab, ketiga adalah evaluasi terhadap tim mutu kesehatan, evaluasi dilakukan dengan memanfaatkan kuesioner. Hasil dari survei menunjukkan pre dan post test untuk ketahanan kesehatan skornya 29 (20-32) vs 29 (22-32) (p=0,625), mutu pelayanan kesehatan skornya 18 (12-20) vs 18 (9-21) (p=0,409), kerjasama tim skornya 47 (25-50)  vs 45 (33-50) (P=0,022).  Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa ketahanan kesehatan dan mutu layanan kesehatan menunjukkan hasil yang sama antara pre dan post test tetapi untuk skornya mengalami peningkatan walaupun tidak bermakna, sementara untuk kerjasama tim hasil pre dan post test mengalami peningkatan dan bermakna