Sri Handayani
Akademi Keperawatan Giri Satria Husada

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Post Partum Haemorrhage : A Review of Prevention And Management Sri Handayani
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 10 No. 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of leading causes of severe maternal morbidity and mortality worldwide is postpartum haemorrhage. It is defined as a blood loss of 500 ml or more within 24 hour after birth. The most common cause of postpartum haemorrhage is uterine atony, the second cause is retained placenta, the other etiology are the lower segment as an implantation site, placenta previa, placenta accreta, coagulopathy and genital tract trauma. In this review, we describe the current state of the literature as it applies to postpartum haemorrhage, focusing on prevention and management aspects, as well as relevant obstetric consideration necessary to treat this challenging problem. Postpartum haemorrhage after birth is preventable through use of prophylactic uterotonics during the third stage of labor with timely and appropriate care and management. Active management of the third stage of labor is a well-established protocol that has been shown to significantly reduce the incidence of postpartum hemorrhage. Skill of birth attendance and adequate caregivers training have important roles in increasing maternal safety. For safer motherhood, a holistic approach are needed.
PENGUKURAN TINGKAT STRES DENGAN PERCEIVED STRESS SCALE – 10 : STUDI CROSS SECTIONAL PADA REMAJA PUTRI DI BATURETNO Sri Handayani
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 9 No. 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja dikenal juga dengan masa storm and stress dimana remaja sangat rawan dengan stress emosional yang timbul dari perubahan fisik yang cepat dan luas yang terjadi sewaktu pubertas. Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik yang bertujuan untuk mengetahui tingkat stress pada remaja putri. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2019 di kecamatan Baturetno. Populasi penelitian ini adalah semua remaja putri yang berada di kecamatan Baturetno. Sampel penelitian adalah remaja usia 13 – 20 tahun yang berjumlah 700 responden. Pengukuran tingkat stress dengan menggunakan Perceived Stress Scale-10 merupakan self-report questionnaire yang terdiri dari 10 pertanyaan dan dapat mengevaluasi tingkat stres beberapa bulan yang lalu dalam kehidupan subjek penelitian. Skor PSS diperoleh dengan reversing responses (sebagai contoh, 0=4, 1=3, 2=2, 3=1, 4=0) terhadap empat soal yang bersifat positif (pertanyaan 4, 5, 7 & 8) kemudian menjumlahkan skor jawaban masing - masing pertanyaan. Hasil penelitian menunjukkan data responden dengan stress ringan sebanyak 49 atau 7%, responden dengan stress sedang sebanyak 581 atau 83% dan responden dengan stress berat sejumlah 70 atau 10%. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden mengalami stress sedang.
TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG PERILAKU SEKS BEBAS Sri Handayani; Sunyahni
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 7 No. 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja merupakan masa peralihan dari anak – anak ke dewasa secara fisik dan psikologis. Rasa ingin tahu terhadap masalah seksual sangat penting dalam pembentukan hubungan baru yang lebih matang dengan lawan jenis. Banyak remaja mengenal seks pertama kali bukan dari sumber yang tepat. Pengetahuan remaja tentang seksualitas yang sehat dapat mencegah terjadinya dampak negatif dari perilaku seksual bebas yang tidak diinginkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja tentang seks bebas. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Subyek penelitian adalah remaja usia 14 – 16 tahun. Instrumen pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan remaja tentang seks bebas sebanyak 40 % responden dengan tingkat pengetahuan baik, sebanyak 27 responden dengan tingkat pengetahuan cukup dan sebanyak 33 % responden dengan tingkat pengetahuan kurang.