Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MENGENAL UPACARA ADAT ISTIADAT KEMATIAN: MANGONGKAL HOLI DAN NYEWU TRADISI TURUN-TEMURUN DAERAH MEDAN DAN JAWA Tri Nurvita Sari; Laura Ikhsa Andriani; Parningotan Sinaga; Darmadi Darmadi
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 5 No. 2 (2022): Volume 5 Nomor 2 Desember Tahun 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v5i2.10284

Abstract

Indonesia sangat luas dengan wilayahnya, seperti yang kita ketahui ada banyak pulau dan juga termasuk ada suku-suku di pedalaman sana. Sehingga memiliki berbagai kearifan lokal yang sangat banyak yaitu dari banyaknya tradisi-tradisi di berbagai daerah, misalnya saja yaitu di daerah Medan tepatnya ada di Provinsi Sumatra ini memiliki hampir mempunyai kesamaan tradisi di daerah Jawa. Biasanya untuk masyarakat Medan yang memeluk keyakinan agama Kristen Katholik di setiap 5 tahun setelah ada salah satu keluarga atau kerabat yang meninggal akan diadakan tradisi “Mangongkal Holi” yaitu memindahkan tulang-belulang ketempat yang lebih layak (tinggi) yang berarti mendekatkan arwah itu kepada penciptanya, tradisi ini hampir sama yang ada di daerah Jawa, tetapi tradisi yang ada di daerah Jawa ini biasanya dilakukan untuk masyarakat yang memeluk agama Islam. Dengan adanya perkembangan zaman sudah banyak masyarakat setempat di daerah jawa yang beragama Islam tidak melakukan tradisi yang bernama “Selametan Nyewu”. Tujuan diadakan selametan tersebut untuk mendo’akan orang yang telah pergi dari dunia ini, agar di kehidupan yang baru lebih di dekatkan pada sang tuhan, dan di percaya juga mampu meringankan dosa-dosa semasa hidup di dunia.
Reviewing Various Obstacles in Implementing the Independent Curriculum in Junior High Schools Nur Halifah Rahmawati; Vera Dewi Susanti; Tias Nur Aini; Tri Nurvita Sari; Laura Ikhsa Andriani
Proceeding International Conference on Digital Education and Social Science Vol. 2 No. 1 (2024): Proceeding International Conference on Digital Education and Social Science 202
Publisher : Asosiasi Pengelola Publikasi Ilmiah (APPI) PT PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55506/icdess.v2i1.109

Abstract

Curriculum development is one of the systemic changes that can improve and support learning. The Merdeka Curriculum is one of the Ministry of Education and Culture's efforts to overcome learning loss due to the long pandemic that hampered the education process. The Independent Curriculum allows every student to develop according to their individual needs and potential. Assuming that there are various policies in both the old and new curriculum, this is one thing that is not explained enough. Therefore, this research aims to analyze the challenges teachers face in implementing the Independent Curriculum. This research uses document analysis methods. The findings of this study indicate a high workload due to work and a lack of ongoing training. Apart from that, teachers also have difficulty encouraging students to learn. This study concludes that increasing teacher capacity through structured and ongoing training programs is very important to support the successful implementation of the Merdeka Curriculum.