Articles
Biomimicry Kinetic Facade as Renewable Energy
Bram Michael Wayne;
Danny Santoso Mintorogo;
Lilianny Sigit Arifin
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 2 No. 2 (2019): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.9744/acesa.v2i2.9958
This article is an alternative research design for sustainable energy in high rise building through wind kinetic facade. This research purpose is to open the mindset of sustainable energy and to seek an alternative design for renewable energy facade through the wind while rising the diversity of building environments by sound in its process. In the modern city, the existence of energy is crucial and energy consumption demand is rising through time. The mindset of renewable energy facade through wind is purposely to support energy consumption. And the absolute existence of wind makes it possible to harvest energy through the day without restrictions, especially in high rise buildings. Sustainable energy is about how a building capable to create energy, reduce energy consumption, and creating environment diversity for human health and well-beingness. The environment elements that perfectly match with renewable energy facade through wind is sound.
EVALUASI UNIT HUNIAN GRAHA APARNA SIWALANKERTO SURABAYA BERDASARKAN KRITERIA RUMAH SEHAT DI MASA NEW NORMAL
Christina Putri Larasati;
Lilianny Sigit Arifin;
Lintu Tulistyantoro
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 4 No. 2 (2022): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.9744/acesa.v4i2.12942
Lockdown atau stay at home akibat penyebaran Coronavirus 2019 telah sedikit banyak menyadarkan pentingnya kesehatan, kenyamanan space, serta fleksibilitas ruang untuk mewadahi kebutuhan penggunanya diera new normal dalam hunian termasuk hunian vertikal sederhana. Melalui penelitian di Graha Aparna Siwalankerto berupa evaluasi kualitas ruang berdasarkan kriteria rumah sehat di empat unit dari dua tower yang dipilih dengan tujuan melihat kesehatan ruang dalam unit unit tersebut untuk pengembangan hunian vertikal sederhana kedepannya nanti. Ada lima variabel utama yang diujikan yakni indoor air quality , indoor acoustic comfort, lighting, temperature comfort, dan indoor space quality. Dalam penelitian ini digunakan metode kualitatif deskriptif, dimana data di awal didapat dari survei di lapangan langsung kemudian dibandingkan dengan ketentuan standar dan dijabarkan secara deskriptif berdasarkan tiap poinnya. Dari penelitian ini didapatkan bahwa unit yang berada di lantai dasar masih perlu dilakukan pengembangan untuk mencapai unit hunian yang sehat dimasa new normal.
Kajian Arsitektonik Sense of Place oleh Karl Bötticher pada Pusat Rehabilitasi
Doni Chandra;
Christopher Daniel;
Lilianny Sigit Arifin
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 5 No. 1 (2023): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.9744/acesa.v5i1.13443
Arsitektonik sense of place menurut Karl Bötticher adalah suatu perwujudan kesan ruang beserta fungsinya yang terbentuk dari keterkaitan antara ontologi dan representasi. Pemahaman ini dipakai untuk menganalisis bagaimana tektonika bangunan dengan kaitannya dalam menciptakan sebuah sense of place sesuai dengan tujuan dan fungsi sebuah pusat rehabilitasi. Metoda pengumpulan data yang digunakan adalah literature review dan metoda analisisnya adalah kualitatif untuk mengaitkan teori pada penerapan di pusat rehabilitasi lalu menvisualisasikan menggunakan model 3D sketchup. Analisis ini mengupas 2 studi kasus, yang pertama pusat kanker Maggie’s Southampton yang mengutamakan desain menyatu dengan alam agar pasien dapat beraktivitas dengan suasana tenang dan juga didesain interaktif sebagai dukungan mental emosional yang dibutuhkan. Lalu yang kedua ada pusat psikomotor Jigiya So yang menangani masalah disabilitas dan integrasi sosial dengan memberikan dukungan terapeutik dan menggunakan konsep melokal untuk meningkatkan kesadaran disabilitas setempat. Kedua bangunan memiliki keunikan dalam mewujudkan sense of place yang sesuai dengan konsepnya masing-masing.
Kajian Nilai Keberlanjutan pada Tatanan Massa Rumah Tradisional Bali
Georgeanne Elaine Suwondo;
Lilianny Sigit Arifin
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 5 No. 2 (2023): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.9744/acesa.v5i2.13423
Di era ini, isu kelestarian lingkungan masih menjadi tantangan besar bagi umat manusia. Keberadaan dan kebutuhan manusia terbukti memberikan dampak negatif bagi bumi. Sebagai salah satu penyumbang kerusakan terbesar, adalah wajib bagi arsitektur untuk dipraktekkan dengan prinsip berkelanjutan. Prinsip berkelanjutan bertujuan untuk meminimalisir dampak negatif sambil memenuhi kebutuhan manusia semaksimal mungkin. Prinsip berkelanjutan ini bukanlah gagasan yang baru, melainkan sudah dipegang oleh nenek moyang kita. Penerapan prinsip ini dapat dilihat dalam bentuk macam-macam desain rumah tradisional di Indonesia, salah satunya rumah tradisional Bali. Tulisan ini mempelajari keunikan tatanan massa yang diterapkan pada rumah tradisional Bali dalam upaya mencapai keberlanjutan. Tulisan ini membandingkan dampak dari tatanan massa tersebut dengan parameter keberlanjutan. Hasil perbandingan menunjukkan bahwa tatanan massa rumah tradisional Bali memenuhi hampir semua kriteria keberlanjutan. Pola pembangunan dan tata ruang yang akan datang dapat mengacu pada rumah tradisional Bali.
MICROALGAE AS A SUSTAINABLE FACADE FOR OCCUPANTS’ HEALTH: A REVIEW
Livia Hariyanto;
Lilianny Sigit Arifin;
Rully Damayanti
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 4 No. 1 (2022): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.9744/acesa.v4i1.11901
Facade as a sustainable strategy can provide energy-efficient solutions. Some designers' knowledge of the sustainable paradigm is incomplete, resulting in façade components that are harmful to occupants' health. The development of facade microalgae can be a sustainable facade solution. The purpose of this study is to examine the microalgae façade with the parameters of Strategies for Sustainable Architecture: Health by Paola Sassi through an analysis of the space comfort and the materials used. The research method is qualitative with a descriptive type of research from previous research articles and journals that discuss the microalgae facade. The results showed that the microalgae facade provides optimal quality of space comfort with materials that decrease pollution. According to the findings, microalgae facades as a sustainable strategy for occupant health and the environment. The microalgae facade as green technology is not only for building performance but also for the health of building occupants.
Analisis Artikulasi Tektonika Pada Fasilitas Penyembuhan bagi Anak Penyandang Disabilitas
Leonard Amadeo;
Lilianny Sigit Arifin
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 5 No. 1 (2023): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.9744/acesa.v5i1.13424
Disabilitas adalah kondisi dimana seseorang memiliki keterbatasan, baik secara fisik, mental, intelektual, atau sensorik. Kondisi ini dapat dialami semua kelompok usia, termasuk anak-anak. Anak-anak dengan disabilitas mengalami kesulitan dan hambatan sehari-hari. Fasilitas healing sendiri berperan penting dalam meningkatkan kondisi psikologis anak dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Perancangan fasilitas healing yang efektif memerlukan teknik tertentu hingga bangunan dapat memberikan dampak emosional bagi anak-anak tersebut. Pemahaman ini sesuai dengan tektonika menurut Eduard Sekler, yaitu struktur dan konstruksi yang membangkitkan emosi pengunjungnya. Penelitian membahas dua studi kasus yang dianalisis sesuai parameter tektonika Eduard Sekler. Penelitian dilakukan melalui kajian literatur dan data dianalisis secara kualitatif dan interpretatif. Hasil interpretasi menunjukkan adanya pengaruh yang diberikan oleh struktur dan konstruksi terhadap emosi yang muncul pada diri anak-anak di kedua bangunan. Meski begitu, struktur yang sama dapat menghasilkan emosi yang berbeda dengan metode konstruksi yang berbeda. Peneliti menyimpulkan bahwa metode konstruksi lebih berperan dalam membangkitkan emosi tertentu.Keywords: disabilitas, healing, konstruksi, struktur, tektonika
Aspek Keberlanjutan pada Rumah Tradisional Tanean Lanjang
Yvonne Krisna Putri;
Felicia Ranita Angelica;
Lilianny Sigit Arifin
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 5 No. 2 (2023): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.9744/acesa.v5i2.13454
Bangunan tradisional merupakan salah satu ciri khas yang melambangkan suatu daerah dna menggambarkan kondisi daerah tersebut baik dari segi sosial budaya maupun dari segi geografis daerah. Semakin berkembangnya zaman semakin banyak juga perubahan yang terjadi pada rumah tradisional, tidak terkecuali Rumah Tanean Lanjang yang merupakan rumah tradisional dari masyarakat Madura yang kental akan kepercayaan dan budaya Madura. Perkembangan ini juga akan mempengaruhi aspek keberlanjutan dari rumah tradisional tersebut yang akan dibedah menggunakan teori keberlanjutan oleh Iwanmura dengan metode kualitatif yang memberikan hasil bahwa rumah tradisional Tanean Lanjang memiliki beberapa aspek keberlanjutan didalamnya yang tidak hanya terletak pada bangunan tetapi juga pada aspek-aspek lainnya.
Studi Nilai Keberlanjutan Elemen Struktur Rumah Tradisional Nias
Ruth Aureline Marsha Buwono;
Lilianny Sigit Arifin
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 5 No. 2 (2023): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.9744/acesa.v5i2.13422
Pada era ini, arsitektur berkelanjutan menjadi salah satu topik hangat yang diperbincangkan dalam dunia arsitektur karena terjadinya krisis global yang dialami oleh seluruh dunia. Sehingga sekarang, saat merancang pembangunan sebuah bangunan, nilai-nilai arsitektur berkelanjutan menjadi pertimbangan yang mempengaruhi dunia desain. Untuk mempelajari nilai-nilai tersebut, manusia dapat kembali ke dasar dari pembangunan, yaitu arsitektur tradisional. Tulisan ini akan mempelajari bagaimana rumah tradisional Nias menerapkan konsep keberlanjutan dalam desain elemen terpilih. Elemen yang akan dibahas adalah elemen struktur yang menjadi ciri khas unik rumah tradisional Nias. Dari kajian teoritis rumah adat Nias berdasarkan parameter desain berkelanjutan, didapati rumah tradisional tersebut memiliki nilai-nilai berkelanjutan. Pembelajaran konsep keberlanjutan dari rumah tradisional ini dapat diterapkan dan diadaptasi pada proses perancangan bangunan tinggi modern jaman sekarang. Diharapkan dengan dilakukannya hal ini dapat membuka peluang-peluang baru bagi perkembangan kualitas desain bangunan tinggi yang memiliki nilai berkelanjutan.
Evaluasi Parameter Biophilic Desain Menurut Terappin pada Skygarden Apartment Benson
Kenny Susilo;
Lilianny Sigit Arifin;
Lintu Tulistyantoro
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 6 No. 1 (2024): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.9744/acesa.v6i1.14052
Pada saat virus COVID 19 terjadi, terjadi perubahan gaya hidup dimana orang bekerja dan belajar dari rumah. Beberapa penelitian terdahulu membuktikan bahwa terisolasinya orang di rumah telah menyebabkan banyak orang menjadi stress, Banyak orang yang tinggal di vertical housing menjadi dasar penelitian ini untuk meneliti apakah fasilitas seperti Skygarden dapat mendukung untuk mengurangi stress dengan dekat dengan alam. Penelitian ini mengambil studi kasus Skygarden apartemen Benson, Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi Skygarden dengan parameter desain biophilic. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan metode observasi lapangan dan analisis visual interpretative untuk menemukan parameter mana yang perlu ditingkatkan. Hasil penelitian ini untuk mendapatkan parameter desain yang baru.
The Sound Masking Assessment of Recycled Partition
Phylicia Deosephine Soegiono;
Feny Elsiana;
Lilianny Sigit Arifin
DIMENSI (Journal of Architecture and Built Environment) Vol. 51 No. 2 (2024): DECEMBER 2024
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.9744/dimensi.51.2.61-72
The increasing rate of urbanization leads to more unmanaged waste, currently at 33.08% of 18 million tons per year. This research uses recycled cans as architectural elements to address the acoustic comfort issues in coworking spaces. Some of these studies have also recommended the addition of sound masking elements such as natural sounds, music, and others to enhance workers' productivity. Furthermore, earlier research has experimented with processing waste plastic materials into acoustic elements based on sound absorption theory. The aim of this research is to conduct experiments by using recycled waste cans as an architectural element that can function as sound masking, providing an acoustically comfortable sound range that supports users' well-being. Results show that recycled partitions placed between workers produced a sound intensity level of 57.6 dBA, which is still 7.6 dBA above the comfort threshold.