Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Customer Experience terhadap minat berkunjung Kembali di Wisata Alam Sevillage di Kabupaten Cianjur Dena Oktaviani; Ismartaya; Endang Silaningsih; Palahudin
KARIMAH TAUHID Vol. 1 No. 5 (2022): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v1i5.7044

Abstract

Pariwisata merupakan salah satu sektor pembangunan yang saat ini sedang dikembangkan oleh pemerintah pusat maupun daerah, sehingga Banyak bermunculan tempat-tempat wisata baru menawarkan pesona keindahan alam ditambah dengan spot-spot instagramble yang menjadi popular dikalangan millenial. Salah satu wilayah di Kabupaten Cianjur yang memiliki daya tarik wisata alam adalah wilayah puncak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif verifikatif. Teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden dan  studi kepustakaan. Pengujian yang dilakukan adalah uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, uji simultan, uji parsial, serta Koefisien Determinasi, Model  persamaan adalah regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukan seluruh instrumen valid dan reliabel, secara simultan variabel independen yaitu Lingkungan Fisik dan Interaksi Sosial terbukti signifikan mempengaruhi Variabel Dependen Minat Berkunjung Kembali. Kemudian secara parsial dapat diketahui variabel independen yaitu Lingkungan Fisik dan Interaksi Sosial terbukti signifikan mempengaruhi variabel dependen minat berkunjung kembali. Nilai R-square sebesar 0,718 yang artinya sumbangan Variabel Independent terhadap Variabel Dependen sebesar 71,8 persen  
PENGARUH PELATIHAN, MOTIVASI DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN Putri Aldina Rahmawati; Samsuri Samsuri; Ismartaya
Jurnal Visionida Vol. 9 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jvs.v9i2.9728

Abstract

The aim of the research is to find analysis and influence between training, motivation, work environment and performance and can be used as a reference for further research. The chosen method is multiple linear regression analysis. The total sample of the entire work is 49 people. The results of the study simultaneously all variables affect employee performance. Partially, training and environmental variables have an effect on employee performance, while motivational variables have no effect on employee performance. Motivational training and work environment each have an important role in improving employee performance.
Produktivitas Kerja Berbasis Work Life Balance Dan Kompensasi Melalui Motivasi Kerja Pada Karyawan Produksi Jericho Aditya Vandy; Tini Kartini; Ismartaya
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 6 No. 4 (2025): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v6i4.8387

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh produktivitas kerja berbasis work life balance dan kompensasi melalui motivasi kerja sebagai variabel intervening pada karyawan produksi. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 101 karyawan bagian produksi dan sampel diambil dengan menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan verifikatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum tingkat produktivitas kerja berada dalam kriteria tinggi, dengan indikator tertinggi adalah ketepatan waktu. Motivasi kerja karyawan juga tergolong baik, terutama pada aspek kebutuhan akan penghargaan. Work life balance dinilai cukup, dengan fleksibilitas waktu kerja sebagai indikator tertinggi, dan kompensasi dinilai sesuai, terutama pada aspek insentif. Hasil koefisien determinasi persamaan pertama sebesar 0,537 atau 53,7%, sedangkan koefisien determinasi persamaan kedua sebesar 0,429 atau 42,9%. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa work life balance dan kompensasi berpengaruh langsung dan positif terhadap motivasi kerja serta produktivitas kerja. Selain itu, motivasi kerja juga memiliki pengaruh langsung dan positif terhadap produktivitas kerja. Lebih lanjut, work life balance dan kompensasi juga berpengaruh tidak langsung terhadap produktivitas kerja melalui motivasi kerja sebagai variabel mediasi. Temuan ini mengindikasikan pentingnya peran work life balance dan kompensasi dalam meningkatkan motivasi serta produktivitas kerja karyawan.
Analisis Pengaruh Lingkungan Kerja, Stres Kerja, dan Kelelahan Kerja terhadap Keinginan Berhenti Kerja: Studi Kasus di CV Djafa Shoes Bogor Alnima Shakiya; Ismartaya; Erni Yuningsih
Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi dan Keuangan Vol. 6 No. 3 (2025): Juli
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/emak.v6i3.2866

Abstract

Studi ini menyelidiki sejauh mana lingkungan kerja, stres kerja, dan kelelahan kerja mempengaruhi niat karyawan untuk mengundurkan diri di CV Djafa Shoes. Pendekatan kuantitatif digunakan, melibatkan 50 karyawan yang dipilih melalui metode pengambilan sampel non-probabilitas. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang terdiri dari 30 indikator. Analisis jalur menggunakan SPSS dilakukan untuk menguji pengaruh langsung di antara variabel. Temuan menunjukkan bahwa lingkungan kerja yang tidak kondusif secara signifikan meningkatkan keinginan berhenti kerja pada karyawan. Demikian pula, tingkat stres kerja dan kelelahan kerja yang tinggi berdampak positif pada keinginan karyawan untuk berhenti kerja. Selain itu, penelitian ini mengungkapkan keterkaitan yang kuat di antara tiga variabel eksogenous, menunjukkan bahwa stres dan kelelahan kerja dapat timbul dari lingkungan kerja yang buruk, dengan stres kerja yang meningkat juga akan membuat kelelahan kerja kerja meningkat. Hasil ini menggarisbawahi perlunya meningkatkan lingkungan kerja dan menangani kesejahteraan karyawan untuk mengurangi tingkat pergantian.