p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Karimah Tauhid
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Makna Lirik Hymne Universitas Djuanda dalam Mencerminkan Mahasiswa Bertauhid Menggunakan Kajian Semiotika Moh Dika Aryatama; Muhamad Rizki; Yandi Febrian
KARIMAH TAUHID Vol. 2 No. 1 (2023): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v2i1.7736

Abstract

Hymne merupakan lagu bernada sedang, memiliki tempo lambat, memiliki wibawa dan bermakna pujian, mengandung kekhidmatan dan berdasarkan norma agama serta mencerminkan visi misi sebuah institusi. Penulis mendapat inspirasi untuk meneliti makna tersirat yang berada pada institusi ini khususnya dalam mencerminkan 21 karakter tauhid.Untuk mengetahui makna tersirat yang berupa bahasa simbolis dalam karya musik seperti hymne diperlukan sebuah kajian atau pendekatan tertentu misalnya dilakukan dengan kajian semiotik. Hymne Universitas Djuanda memiliki tanda makna yang dapat diteliti dengan kajian semiotika Ferdinand De Saussure.Tujuan penulisan jurnal ini adalah untuk mengetahui makna dari hymne Universitas Djuanda khususnya pencerminan karakter mahasiswa bertauhid.Dengan itu makna tauhid dalam lirik Hymne Universitas Djuanda dapat dikupas tuntas dengan menggunakan kajian semiotika. Metode  yang  digunakan  oleh  peneliti  merupakan metode kualitatif  dengan melakukan analisis semiotika Ferdinand De Saussure,yang menganalisa tanda-tanda yang ada dengan teknik dokumentasi yang dilakukan oleh peneliti. Hasil penelitian analisis makna lirik Hymne Universitas Djuanda dalam mencerminkan mahasiswa bertauhid menggunakan kajian semiotika didapatkan hasil bahwa cerminan mahasiswa berkarakter tauhid tergambar dalam lantunan lirik Hymne Universitas Djuanda, karena pada dalam setiap baitnya memiliki kandungan ketauhidan. Tindakan menuntut ilmu, beribadah, bertaqwa dan berdoa merupakan cerminan karakter manusia bertauhid. Tak ayal jika lagu ini dinyanyikan di setiap acara penting kampus,karena mengandung makna tauhid yang mendalam.
Analisis Efektivitas Gimmick dalam Konten YouTube “Windah Basudara” Berdasarkan Pendekatan Komunikasi Efektif 7C’s Muhamad Rizki; Koesworo Setiawan; Ruhimat
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 6 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i6.24702

Abstract

Penggunaan gimmick dalam konten YouTube telah menjadi strategi populer untuk menarik perhatian di tengah kompetisi digital, namun kajian terdahulu cenderung berfokus pada metrik kuantitatif tanpa mengevaluasi efektivitas komunikasinya secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi celah tersebut dengan menganalisis efektivitas gimmick dalam konten YouTube "Windah Basudara" menggunakan pendekatan komunikasi efektif 7C’s (Credibility, Context, Content, Clarity, Consistency, Channel, dan Capability of the Audience). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Populasi penelitian mencakup subscriber aktif kanal YouTube Windah Basudara, dengan sampel sebanyak 100 responden berusia 17–30 tahun yang dipilih menggunakan teknik non-probability purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner tertutup berskala Likert lima poin. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif untuk menghitung nilai rata-rata (mean) pada setiap indikator dan dimensi komunikasi guna menginterpretasikan persepsi audiens terhadap strategi gimmick yang diterapkan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan, efektivitas gimmick dalam konten Windah Basudara berada pada kategori "Cukup Baik" dengan skor rata-rata 2,98. Secara spesifik, dimensi Clarity dan Channel memperoleh skor tertinggi (3,00), yang mengindikasikan bahwa gimmick berhasil didukung oleh kejelasan pesan serta elemen visual dan audio yang optimal. Sebaliknya, dimensi Credibility dan Context memperoleh skor terendah (2,96), menandakan bahwa gimmick lebih dipersepsikan sebagai elemen hiburan dibandingkan sebagai sumber informasi yang kredibel atau relevan secara personal. Dimensi lainnya, yakni Content, Consistency, dan Capability of the Audience berkisar pada skor 2,97–2,99, yang menunjukkan bahwa gimmick mampu membedakan karakter kreator dan memicu interaksi awal, namun belum menjadi faktor dominan dalam membangun keterlibatan audiens secara berkelanjutan. Disimpulkan bahwa gimmick berperan efektif sebagai elemen pendukung komunikasi hiburan, namun keberhasilan komunikasi digital tetap memerlukan sinergi dengan kualitas konten dan konsistensi pesan.