Penggunaan gimmick dalam konten YouTube telah menjadi strategi populer untuk menarik perhatian di tengah kompetisi digital, namun kajian terdahulu cenderung berfokus pada metrik kuantitatif tanpa mengevaluasi efektivitas komunikasinya secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi celah tersebut dengan menganalisis efektivitas gimmick dalam konten YouTube "Windah Basudara" menggunakan pendekatan komunikasi efektif 7C’s (Credibility, Context, Content, Clarity, Consistency, Channel, dan Capability of the Audience). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Populasi penelitian mencakup subscriber aktif kanal YouTube Windah Basudara, dengan sampel sebanyak 100 responden berusia 17–30 tahun yang dipilih menggunakan teknik non-probability purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner tertutup berskala Likert lima poin. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif untuk menghitung nilai rata-rata (mean) pada setiap indikator dan dimensi komunikasi guna menginterpretasikan persepsi audiens terhadap strategi gimmick yang diterapkan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan, efektivitas gimmick dalam konten Windah Basudara berada pada kategori "Cukup Baik" dengan skor rata-rata 2,98. Secara spesifik, dimensi Clarity dan Channel memperoleh skor tertinggi (3,00), yang mengindikasikan bahwa gimmick berhasil didukung oleh kejelasan pesan serta elemen visual dan audio yang optimal. Sebaliknya, dimensi Credibility dan Context memperoleh skor terendah (2,96), menandakan bahwa gimmick lebih dipersepsikan sebagai elemen hiburan dibandingkan sebagai sumber informasi yang kredibel atau relevan secara personal. Dimensi lainnya, yakni Content, Consistency, dan Capability of the Audience berkisar pada skor 2,97–2,99, yang menunjukkan bahwa gimmick mampu membedakan karakter kreator dan memicu interaksi awal, namun belum menjadi faktor dominan dalam membangun keterlibatan audiens secara berkelanjutan. Disimpulkan bahwa gimmick berperan efektif sebagai elemen pendukung komunikasi hiburan, namun keberhasilan komunikasi digital tetap memerlukan sinergi dengan kualitas konten dan konsistensi pesan.
Copyrights © 2026