p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Karimah Tauhid
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS TINGKAT KEMISKINAN DAN KESEJAHTERAAN RUMAH TANGGA Agra Alfin Zulfa; Muhammad Jalaludin Assayuti; Muhammad Prayoga septiana; Muhammad tegar Purna bhakti; Muhammad Syamsul ma’arif; Afmi Apriliani
KARIMAH TAUHID Vol. 2 No. 4 (2023): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v2i4.9685

Abstract

Kemiskinan adalah keadaan ketika seseorang atau keluarga hidup dengan pendapatan yang sangat rendah, tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia seperti pakaian, makanan, tempat tinggal, dan pendidikan. Kemiskinan dan kesejahteraan rumah tangga memiliki hubungan yang erat, di mana kemiskinan dapat berdampak negatif pada kesejahteraan rumah tangga. Kondisi kemiskinan dapat mengakibatkan stres dan kecemasan yang dapat mempengaruhi kesehatan mental dan fisik, serta membatasi akses terhadap sumber daya dan peluang. Kampung Tajur Pugag merupakan sebuah pemukiman penduduk yang berada di desa Banjarwaru, kecamatan Ciawi, kabupaten Bogor, provinsi Jawa Barat. Di kampung Tajur Pugag masih terdapat beberapa warga kurang mampu atau miskin. Dimana pada tahun 2023 terdapat 63 orang warga miskin yang tercatat di Kampung Tajur Pugag. Gaya penelitian deskriptif kualitatif ini menggambarkan keadaan sebagaimana adanya, tanpa memanipulasi atau mengubah faktor-faktor yang dipertimbangkan. Jenis penelitian yang menggunakan teknik pengumpulan data saat ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini, analisis deskriptif sering digunakan. Jika dilihat dari hasil observasi terhadap 4 narasumber di Kampung Tajur Pugag, peneliti dapat menyimpulkan bahwa kemiskinan dan kesejahteraan rumah tangga ini terjadi akibat beberapa faktor: Pendidikan, lapangan kerja dan penghasilan, dan Kesehatan. , peneliti dapat menyimpulkan tingkat kemiskinan di kampung tajur pugag di sebabkan oleh pendidikan yang masih rendah, serta sulitnya mencari lowongan kerja, yang membuat masyarakat kampung tajur pugag menjadi petani serta pedang asonggan dengan pendapatan yang tidak menentu dan tetap berusaha untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Kata Kunci: Kemiskinan, Kesejahteraan, Masyarakat dan Rumah Tangga.
Peran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dalam Pemeliharaan Infrastruktur Drainase di Kecamatan Bogor Timur Muhammad Prayoga Septiana; Irma Purnamasari; Berry Sastrawan
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 10 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i10.21085

Abstract

Kota Bogor dikenal sebagai "Kota Hujan" karena curah hujan tinggi sepanjang tahun. Kondisi ini menuntut sistem drainase yang andal untuk mencegah banjir. Namun, pesatnya pertumbuhan penduduk dan pembangunan menambah tekanan terhadap infrastruktur drainase. Dinas PUPR Kota Bogor berperan penting dalam pemeliharaan drainase, namun masih menghadapi berbagai kendala teknis dan koordinatif di lapangan. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran Dinas PUPR serta tantangan yang dihadapi dalam mengatasi masalah banjir. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan 12 responden, terdiri dari tokoh masyarakat dan aparat desa di enam kelurahan di Kecamatan Bogor Timur. Hasilnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian dari pegawai Dinas PUPR terhadap implementasi pemeliharaan drainase berada pada angka rata-rata 76,41%, yang tergolong dalam kategori "Sudah Dilakukan Sepenuhnya". Sementara itu, penilaian dari masyarakat mencatat angka 73,56%, yang termasuk dalam kategori "Dilakukan Sebagian". Perbedaan penilaian ini mencerminkan adanya kesenjangan (gap) antara pelaksana dan penerima manfaat, khususnya dalam aspek komunikasi, keterbukaan informasi, serta konsistensi pelaksanaan program di lapangan. Karena itu, perlu peningkatan komunikasi, transparansi, kapasitas SDM, pemerataan kegiatan, dan partisipasi publik agar pemeliharaan drainase lebih merata dan dirasakan masyarakat.