p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Karimah Tauhid
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MENINGKATAN LITERASI DAN NUMERASI DALAM KEGIATAN RUBELMA DI DESA BANJARWARU Chaerunnisa Zoe Susanto; Ananda Putri Aisyah; Isma Kusmiati; Mufidatul Oktiani; Raihan Salman Dermawan; Ryan Aditya Pudjaswara; Oktovianus Degei; Siti Nurul Hikmah; Wulan Sari; Yofri Haryadi; Irma Purnamasari
KARIMAH TAUHID Vol. 2 No. 5 (2023): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v2i5.10088

Abstract

Rubelma merupakan kemampuan untuk mengakses, memahami, dan menggunakan pola pikir yang cerdas agar dapat melalui berbagai aktifitas, antara lain yakni membaca, menulis, melihat warna, menyimak materi, dan berbicara. Di era saat ini anak-anak harus dapat mengkolaborasi kemampuan literasi dan numerasi dengan kemampuan literasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi dan menganalisis efektivitas kegiatan RUBELMA (Rumah Belajar Bersama) dalam meningkatkan literasi dan numerasi di Desa Banjarwaru. Literasi dan numerasi merupakan keterampilan dasar yang penting dalam kehidupan sehari-hari serta pembangunan masyarakat yang berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, melalui pengumpulan survei, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Rubelma memiliki dampak positif terhadap peningkatan literasi dan numerasi di Desa Banjarwaru. Partisipan kegiatan ini mengalami peningkatan kemampuan membaca, memahami teks, serta menggunakan informasi dari berbagai sumber. Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap keberhasilan kegiatan Rubelma meliputi keterlibatan aktif masyarakat, pendekatan pembelajaran yang interaktif dan berbasis konteks lokal, serta dukungan dari pemerintah desa. Namun, tantangan seperti keterbatasan sumber daya, akses terhadap materi pembelajaran yang bervariasi, dan pemeliharaan keberlanjutan program perlu terus diperhatikan. Dalam konteks peningkatan literasi dan numerasi di daerah pedesaan seperti Banjarwaru, model Rubelma memiliki potensi sebagai alternatif yang efektif untuk meningkatkan keterampilan tersebut. Rekomendasi untuk penelitian ini adalah perluasan program ke wilayah-wilayah sekitar serta pengembangan kurikulum yang lebih terintegrasi dengan kebutuhan lokal. Dengan demikian, upaya berkelanjutan dalam meningkatkan literasi dan numerasi masyarakat pedesaan dapat terus didukung dan ditingkatkan.
Personal Selling melalui Komunikasi Interpersonal di Kedai Kopi Sapa Remaja Ryan Aditya Pudjaswara; Sukarelawati; Maria Fitriah
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 4 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i4.24534

Abstract

Perkembangan kedai kopi di Indonesia menunjukkan perubahan fungsi yang signifikan, dari sekadar tempat konsumsi minuman menjadi ruang interaksi sosial yang menekankan pengalaman komunikasi antara penjual dan konsumen. Perubahan tersebut mendorong pelaku usaha kedai kopi untuk mengembangkan strategi Personal Selling  yang tidak hanya berorientasi pada penjualan produk, tetapi juga pada proses membangun hubungan interpersonal melalui interaksi langsung. Dalam konteks ini, komunikasi interpersonal menjadi elemen penting dalam menciptakan suasana yang nyaman, dialogis, dan berkelanjutan antara penjual dan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk memahami praktik Personal Selling  melalui komunikasi interpersonal yang diterapkan di Kedai Kopi Sapa Remaja. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif, yang memungkinkan peneliti menggali secara mendalam proses komunikasi, pola interaksi, serta makna yang dibangun dalam hubungan antara penjual dan konsumen. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap pemilik, pramukopi, serta pihak yang terlibat langsung dalam aktivitas pelayanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik Personal Selling  di Kedai Kopi Sapa Remaja dijalankan melalui komunikasi interpersonal yang termanifestasi dalam empat komponen utama. Pertama, keterbukaan diwujudkan melalui sapaan awal dan percakapan ringan yang memberi ruang bagi konsumen untuk menyampaikan preferensi tanpa tekanan. Kedua, empati tampak dari kemampuan pramukopi menyesuaikan gaya pelayanan dengan kondisi emosional konsumen, misalnya ketika konsumen datang dalam keadaan lelah atau menginginkan suasana tenang. Ketiga, sikap positif tercermin dari nada bicara yang ramah, respons yang antusias terhadap pertanyaan konsumen, serta penguasaan informasi produk yang memudahkan pengambilan keputusan pembelian. Keempat, kesetaraan terlihat dari cara penjual memosisikan konsumen sebagai mitra dialog, bukan sekadar pembeli. Keempat komponen tersebut membentuk pengalaman interaksi yang bermakna, mendorong terbentuknya kepercayaan, dan menciptakan hubungan yang berulang antara konsumen dan kedai kopi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Personal Selling  melalui komunikasi interpersonal memiliki peran penting dalam membentuk kualitas interaksi konsumen di Kedai Kopi Sapa Remaja. Praktik komunikasi yang konsisten dan manusiawi menjadi dasar terciptanya hubungan jangka panjang antara penjual dan konsumen, serta memperkuat identitas kedai kopi sebagai ruang interaksi sosial.