Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PERSEPSI ANGGOTA KOMUNITAS FILM BOGOR TENTANG FILM PENDEK “UNCLE S” Siti Tri Meida; Sukarelawati; Ali Alamsyah Kusumadinata
KARIMAH TAUHID Vol. 2 No. 1 (2023): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v2i1.7728

Abstract

Film adalah salah satu media komunikasi massa yang cukup efektif, komunikasi dapat disampaikan melalui pesan dalam sebuah film. Film terbagi kedalam beberapa jenis, dan di antaranya adalah film pendek. Salah satu film pendek karya sineas independen di Bogor adalah film pendek Uncle S karya Uncles Films. Pokok permasalah yang diambil pada penelitian ini yaitu “Bagaimana persepsi Komunitas Film Bogor sebagai penonton film pendek Uncle S?” Adapun Komunitas Film Bogor adalah salah satu komunitas film di Bogor yang diperuntukan bagi orang-orang yang suka hingga ahli di bidang perfilman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi penonton setelah menonton film pendek Uncle S. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deksriptif kualitatif, dengan mengumpulkan data primer yang didapatkan dengan melakukan wawancara kepada anggota Komunitas Film Bogor yang menonton film pendek Uncle S, juga data sekunder yang diperoleh dengan mengumpulkan hasil dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa persepsi penonton yang merupakan anggota Komunitas Film Bogor terhadap film pendek Uncle S semuanya berkesinambungan. Adapun anggota Komunitas Film Bogor yang menjadi informan adalah 5 orang, dan pemahaman atas persepsi yang terdapat di kelima penonton tersebut menyebutkan bahwa film ini mengajarkan tentang arti penting dari toleransi beragama, kelimanya memahami film ini sebagai film yang mengajarkan manusia untuk tidak membenci seseorang karena agamanya. Kata Kunci: Komunikasi Massa; Persepsi; Film Pendek “Uncle S”
PENGARUH KOMUNIKASI KELOMPOK TERHADAP PERSEPSI PELANGGAN DI ASIMETRI COFFE SHOP Sukarelawati; Nadia Amalia; Relin Abrella; Muhammad Lutfie
KARIMAH TAUHID Vol. 2 No. 5 (2023): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v2i5.10169

Abstract

Penelitian dalam penulisan skripsi ini adalah bertujuan untuk mengetahui pengaruh komunikasi kelompok terhadap persepsi pelanggan Asimetri Coffe Shop. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kuantitatif asosiatif melalui penyebaran angket. Dalam pengambilan hasil sampel akan ditentukan yaitu 100 responden yang mengunjungi Asimetri Coffe Shop. Hasil penelitian yang ditemukan dengan menggunakan skala likert bahwa Penyerapan Terhadap Objek, mendapatkan nilai mean 4,27 melalui skala likert menunjukkan 4,27 dalam kategori Sangat Baik. Dapat disimpulkan bahwa komunikasi kelompok memiliki Penyerapan Terhadap Objek yang membangkitkan persepsi dinilai Sangat Baik dimata pelanggan Asimetri Coffe Shop. Dimana Coffe Shop sudah menjadi tempat untuk memfasilitasi masyarakat dalam melakukan aktifitas, minat serta opini seseorang dengan menciptakan gaya hidup masyarakat saat ini.
EFEKTIVITAS KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANTAR MAHASISWA DALAM MEMBANGUN MOTIVASI PENYELESAIAN TUGAS AKHIR Rina Selviana; Sukarelawati; H.M. Luthfie
KARIMAH TAUHID Vol. 2 No. 5 (2023): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v2i5.10214

Abstract

Setiap mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akhir pasti memiliki kendala atau kesulitan yang berdampak pada hilangnya motivasi, dalam menyelesaikan masalah tersebut umumnya mahasiswa melibatkan komunikasi interpersonal dengan teman sesama peserta skripsi. Adapun upaya untuk dapat membangun motivasi tersebut maka membutuhkan komunikasi interpersonal yang berhasil dan efektif diantara mahasiswa peserta skripsi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana upaya mahasiswa angkatan 19 prodi sains komunikasi dalam menyelesaikan tugas akhir di Universitas Djuanda Bogor melalui komunikasi interpersonal antar peserta dan bagaimana komunikasi interpersonal antar mahasiswa peserta skripsi angkatan 19 prodi sains komunikasi dalam membangun motivasi menyelesaikan tugas akhir di Universitas Djuanda Bogor. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan penelitian diambil secara purposive sampling melibatkan 8 mahasiswa angkatan 19 yang mengambil skripsi dimulai sejak dari semester 7. Hasil penelitian menunjukan bahwa upaya mahasiswa untuk dapat menyelesaikan tugas akhirnya melalui komunikasi interpersonal yaitu dengan cara saling sharing permasalahan tugas akhir dengan teman sesama peserta skripsi baik komunikasi secara langsung ataupun secara tidak langsung melalui media. Setiap mahasiswa mengatakan komunikasi interpersonal yang dilakukan terjalin lancar dan efektif, saling bertukar pikiran yang pada akhirnya mahasiswa mendapatkan solusi atau jawaban yang dapat membantu mahasiswa memecahkan permasalahan yang dihadapinya. Adapun komunikasi interpersonal dalam membangun motivasi penyelesaian tugas akhir yang terjalin antar sesama peserta skripsi melalui saling percaya mahasiswa mampu bercerita tanpa saling menjatuhkan, saling mendukung mahasiswa mendapatkan dukungan informasi serta kata-kata motivasi dan terbuka menjadi tempat berkeluh kesah sehingga berhasil membangkitkan motivasi mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akhirnya.
Pengaruh Terpaan Media Dan Karakteristik Konten Review Produk Sashfir Di Tiktok Terhadap Minat Beli Mahasiswa Universitas Djuanda Sukarelawati; Kharisma Kharis; Agustina Multi Purnomo
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3521

Abstract

TikTok menjadi ruang utama Generasi Z dalam membentuk preferensi konsumsi. Penelitian ini menganalisis pengaruh terpaan media dan karakteristik konten review produk oleh influencer Sashfir terhadap minat beli mahasiswa Universitas Djuanda. Penelitian menggunakan metode kuantitatif eksplanatif dengan 98 responden yang ditentukan melalui rumus Slovin dan simple random sampling. Variabel independen meliputi terpaan media (frekuensi, durasi, atensi) dan karakteristik konten (kejelasan, relevansi, daya tarik visual, interaktivitas, keakuratan), sedangkan variabel dependen adalah minat beli. Instrumen kuesioner skala Likert telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terpaan media dan karakteristik konten berpengaruh signifikan terhadap minat beli, baik secara parsial maupun simultan, dengan atensi, daya tarik visual, dan keakuratan informasi sebagai indikator paling dominan. Penelitian ini menegaskan bahwa efektivitas konten rekomendasi di TikTok ditentukan oleh intensitas paparan serta kualitas konten yang menarik dan informatif.
Komunikasi Verbal Humas dalam Meningkatkan Persepsi dan Kepuasan Pelanggan pada Pelayanan PDAM Tirta Kerta Raharja Kabupaten Tangerang Fifqi Irhamsyah Rizqullah; Sukarelawati; Muhammad Luthfie
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 7 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i7.25147

Abstract

Penelitian   ini   bertujuan   untuk   mengetahui   gaya   komunikasi   verbal   Humas   dalam membangun persepsi dan kepuasan pelanggan, faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas gaya komunikasi verbal Humas, serta upaya yang dilakukan Humas dalam meningkatkan kualitas  komunikasi  verbal  pada  pelayanan  di  PDAM  Tirta  Kerta  Raharja  Kabupaten Tangerang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Teknik  pengumpulan  data  dilakukan  melalui  wawancara  mendalam,  observasi,  dan dokumentasi. Informan penelitian berjumlah 7 orang yang terdiri dari 5 pelanggan sebagai informan utama, 1 petugas Humas sebagai informan kunci, dan 1 pegawai pelayanan sebagai informan pendukung. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya komunikasi verbal Humas dalam pelayanan pelanggan sudah cukup baik yang ditunjukkan melalui kejelasan komunikasi, empati dalam pelayanan, keterbukaan informasi, dan sikap komunikator yang ramah serta profesional. Faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas komunikasi verbal Humas meliputi kejelasan informasi, empati petugas, keterbukaan informasi, sikap komunikator, kondisi pelayanan, dan kemampuan petugas menyesuaikan komunikasi dengan karakter pelanggan. Adapun upaya  yang  dilakukan  Humas  dalam  meningkatkan  kualitas  komunikasi  verbal  yaitu menggunakan bahasa yang mudah dipahami, memberikan pelayanan yang empatik, menjaga transparansi informasi, serta mempertahankan sikap profesional dalam melayani pelanggan. Komunikasi   verbal   yang   baik   terbukti   mampu   membangun   persepsi   positif   dan meningkatkan kepuasan pelanggan terhadap pelayanan yang diberikan.
Pengenalan Bahasa Isyarat Bagi Penyandang Tunarungu melalui Multimedia Interaktif di Sekolah Luar Biasa Negeri Kabupaten Bogor Machrul Mutaqin; Desi Hasbiyah; Sukarelawati
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 8 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i8.15111

Abstract

Anak-anak tunarungu adalah mereka yang kehilangan kemampuan mendengar. Kehidupan mereka sangat terpengaruh oleh penyakit ini, baik sebagai individu maupun sebagai makhluk sosial. Anak tunarungu akan mengalami kesulitan dalam komunikasi verbal ekspresif (berbicara) dan reseptif (memahami pembicaraan orang lain). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengenalan bahasa isyarat bagi penyandang tunarungu melalui multimedia interaktif di sekolah luar biasa kota bogor. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data penelitian ini didapatkan dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalam menganalisis data dan hasil lapangan adalah teori Karakteristik Komunikasi Non Verbal dan Fungsi Komunikasi Non Verbal. Hasil analisis menunjukkan bahwa Penggunaan multimedia interaktif dalam pengenalan bahasa isyarat bagi penyandang tunarungu di Sekolah Luar Biasa Negeri Kabupaten Bogor dapat digunakan dan efektif sebagai sarana dan prasarana dalam kegiatan belajar mengajar bagi anak tunarungu.
Kajian Struktur Naratif Gerard Genette pada Video Bertema Penghapusan Sejarah di Kanal YouTube Kok Bisa Sukarelawati; Putri Nabita Lidiyanti Utomo; Ali Alamsyah Kusumadinata
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 10 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i10.21377

Abstract

Pemahaman sejarah membentuk dasar budaya, prinsip perjuangan, dan proses pembentukan bangsa. Tanpa akses terhadap narasi sejarah yang benar, masyarakat rentan terhadap manipulasi dan kehilangan konteks penting dalam memahami akar masalah yang masih relevan hingga kini. Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur dan elemen naratif episode "Menghapus Noda Sejarah adalah Ide yang Sangat Buruk" di kanal YouTube Kok Bisa menggunakan teori naratologi Gerard Genette. Teori ini relevan untuk mengkaji hubungan antara cerita, narasi, dan proses penceritaan dalam media baru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis naratif. Data dikumpulkan melalui observasi mendalam terhadap transkrip video dan teks, serta didukung oleh tinjauan pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa video ini memanfaatkan lima komponen naratif Genette secara cermat: Urutan, Durasi, Frekuensi, Suasana, dan Suara. Penggunaan analepsis (kilas balik) dan prolepsis (kilas maju) menciptakan urgensi, sementara teknik ringkasan dan elipsis mengorganisasikan informasi secara efisien. Nol fokalisasi dan narator heterodiegetik membangun kredibilitas dan otoritas. Secara keseluruhan, struktur naratif video yang direncanakan dengan baik, mulai dari pembukaan, konflik awal, klimaks, dan akhir, berfungsi sebagai alat pendidikan yang efektif untuk mendorong pemikiran kritis dan kesadaran penonton akan pentingnya ingatan sejarah.
Personal Selling melalui Komunikasi Interpersonal di Kedai Kopi Sapa Remaja Ryan Aditya Pudjaswara; Sukarelawati; Maria Fitriah
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 4 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i4.24534

Abstract

Perkembangan kedai kopi di Indonesia menunjukkan perubahan fungsi yang signifikan, dari sekadar tempat konsumsi minuman menjadi ruang interaksi sosial yang menekankan pengalaman komunikasi antara penjual dan konsumen. Perubahan tersebut mendorong pelaku usaha kedai kopi untuk mengembangkan strategi Personal Selling  yang tidak hanya berorientasi pada penjualan produk, tetapi juga pada proses membangun hubungan interpersonal melalui interaksi langsung. Dalam konteks ini, komunikasi interpersonal menjadi elemen penting dalam menciptakan suasana yang nyaman, dialogis, dan berkelanjutan antara penjual dan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk memahami praktik Personal Selling  melalui komunikasi interpersonal yang diterapkan di Kedai Kopi Sapa Remaja. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif, yang memungkinkan peneliti menggali secara mendalam proses komunikasi, pola interaksi, serta makna yang dibangun dalam hubungan antara penjual dan konsumen. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap pemilik, pramukopi, serta pihak yang terlibat langsung dalam aktivitas pelayanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik Personal Selling  di Kedai Kopi Sapa Remaja dijalankan melalui komunikasi interpersonal yang termanifestasi dalam empat komponen utama. Pertama, keterbukaan diwujudkan melalui sapaan awal dan percakapan ringan yang memberi ruang bagi konsumen untuk menyampaikan preferensi tanpa tekanan. Kedua, empati tampak dari kemampuan pramukopi menyesuaikan gaya pelayanan dengan kondisi emosional konsumen, misalnya ketika konsumen datang dalam keadaan lelah atau menginginkan suasana tenang. Ketiga, sikap positif tercermin dari nada bicara yang ramah, respons yang antusias terhadap pertanyaan konsumen, serta penguasaan informasi produk yang memudahkan pengambilan keputusan pembelian. Keempat, kesetaraan terlihat dari cara penjual memosisikan konsumen sebagai mitra dialog, bukan sekadar pembeli. Keempat komponen tersebut membentuk pengalaman interaksi yang bermakna, mendorong terbentuknya kepercayaan, dan menciptakan hubungan yang berulang antara konsumen dan kedai kopi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Personal Selling  melalui komunikasi interpersonal memiliki peran penting dalam membentuk kualitas interaksi konsumen di Kedai Kopi Sapa Remaja. Praktik komunikasi yang konsisten dan manusiawi menjadi dasar terciptanya hubungan jangka panjang antara penjual dan konsumen, serta memperkuat identitas kedai kopi sebagai ruang interaksi sosial.