Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

KAJIAN PENCAHAYAAN ALAMI PADA RANCANGAN MICROHOUSING DI PONDOK PINANG 88 RESIDENCE Sega Purnama; Nia Suryani; Fery Mulya Pratama
Agora : Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Arsitektur Usakti Vol. 21 No. 1 (2023): Kenyamanan dan Ketahanan dalam Desain Arsitektur dan Lingkungan
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/agora.v21i1.16228

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji apakah konsep microhousing mampu memberikan kenyamanan visual terhadap penggunannya dari sisi intensitas cahaya. Kenyamanan visual dalam penelitian ini dititikberatkan pada sejauh mana cahaya alami dapat memenuhi standar pencahayaan yang diterbitkan oleh lembaga Standar Nasional Indonesia. Jenis penelitian yang digunakan untuk mengukur fenomena tersebut adalah dengan simulasi. Hasil simulasi menunjukan intensitas cahaya yang masuk sudah dalam intensitas yang sesuai standar. Beberapa temuan adalah adanya pengaruh dinding di depan bukaan terhadap jauhnya penetrasi cahaya ke dalam ruang. Kaca mati pada bagian atas dinding tidak signnifikan membantu penerangan alami dan kurang dapat digunakan untuk aktivitas.
SPACE REQUIREMENTS AND BUILDING FORM STUDIES FOR LOW INCOME HOUSING COMMUNITY Rizaldi Lufti; Nia Suryani; Fery Mulya Pratama
Lakar: Jurnal Arsitektur Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/lja.v6i2.18964

Abstract

The need for a house is still the main need for humans, namely as a place to live, a place to live, or a place of refuge. This need often does not go according to expectations because the need for housing has arisen but is not in line with adequate income or funds. The problem of housing for people who do not have the power to buy a house or commonly called low-income people (MBR) is difficult to solve. This phenomenon requires a study of housing for low-income people that comes with a flexible concept so that the house can follow the needs of its occupants so that at any time this house can be adjusted depending on which spaces are needed to adjust the life development of the occupants even with a relatively small plot area. This study was carried out by conducting a literature review and simple simulation with the minimum size and money polarity needed by every human being in living activities, so that a study can be initiated that produces residential design proposals that are applicable to the MBR. So that houses that have been subsidized by the government (the selling price is affordable for the MBR) are not easily sold, and the MBR are again homeless. From the results of the study conducted, it can be seen that the rooms that cannot be changed (permanent) are only rooms related to installation (service zones) such as bathrooms and kitchens, while spaces that can be changed flexibly according to needs such as family rooms and a mezzanine room so that all the space needs of the occupants can be accommodated even with a relatively small land size. This study was conducted to produce a residential design for MBR that adapts to their needs and can become a house they live in for a long time even though their space requirements change.
KAJIAN PENCAHAYAAN ALAMI PADA RANCANGAN MICROHOUSING DI PONDOK PINANG 88 RESIDENCE Purnama, Muhammad Sega Sufia; Nia Suryani; Sega Purnama; Fery Mulya Pratama
Agora : Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Arsitektur Usakti Vol. 21 No. 1 (2023): Kenyamanan dan Ketahanan dalam Desain Arsitektur dan Lingkungan
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/agora.v21i1.16228

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji apakah konsep microhousing mampu memberikan kenyamanan visual terhadap penggunannya dari sisi intensitas cahaya. Kenyamanan visual dalam penelitian ini dititikberatkan pada sejauh mana cahaya alami dapat memenuhi standar pencahayaan yang diterbitkan oleh lembaga Standar Nasional Indonesia. Jenis penelitian yang digunakan untuk mengukur fenomena tersebut adalah dengan simulasi. Hasil simulasi menunjukan intensitas cahaya yang masuk sudah dalam intensitas yang sesuai standar. Beberapa temuan adalah adanya pengaruh dinding di depan bukaan terhadap jauhnya penetrasi cahaya ke dalam ruang. Kaca mati pada bagian atas dinding tidak signnifikan membantu penerangan alami dan kurang dapat digunakan untuk aktivitas.
Perancangan dan Pengembangan Masterplan Masjid dan Gedung Yayasan Bayt Al Furqon Lufti, Rizaldi; Suryani, Nia; Pratama, Fery Mulya
Jurnal PkM (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol 6, No 6 (2023): Jurnal PkM: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jurnalpkm.v6i6.19570

Abstract

Yayasan Bayt Al Furqon hadir sebagai Yayasan yang berkhidmat pada bidang social, dakwah, dan Pendidikan Islam. Di YBAF ini pun diterapkan prinsip-prinsip pengembangan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat yang terbentuk sebagai sarana untuk mengelola dan mengembangkan Pendidikan Islam. YBAF ini berdiri berlandaskan pada Quran dan Assunah dengan pemahaman Slaful Ummah (Ahlu Sunnah Wal Jamaah) yang memiliki tujuan khusus untuk melahirkan generasi yang memiliki motivasi dan kemandirian sehingga bisa menjadi teladan bagi lingkungan dimana pun mereka berada. YBAF terdiri dari dua massa bangunan yakni Masjid Al Furqon dan TPA Al Furqon yang dalam kondisi sekarang memiliki urgensi untuk dilakukan pengembangan karena dua bangunan ini sudah tidak bisa menampung kebutuhan ruang dari penggunanya. YBAF memiliki keinginan untuk memakmurkan Masjid Al Furqon agar dapat lebih bermanfaat bagi masyarakat lingkungan sekitar khususnya di wilayah Cibodas Baru. YBAF pun berharap masjid bukan hanya dijadikan sebagai tempat beribadah namun juga dijadikan pusat diskusi atau musyawarah serta interaksi sosial dan pemberdayaan masyarakat (hablun min annas). Sedangkan untuk TPA Al Furqon ini ada harapan untuk mengembangkannya menjadi sekolah formal agar jauh lebih bisa bermanfaat bagi masyarakat sehingga membutuhkan penataan ulang atau perancangan pengembangan dari seluruh masterplan YBAF ini supaya tidak adanya tumpang tindih dan perencanaan pengembangan bisa sinergis dengan aksi yang dilakukan oleh masyarakat
PKM Perancangan Ruang Komunal Rt.05/Rw.20 Perumahan Antariksa Permai Bojongnangka Gunung Putri Bogor Lufti, Rizaldi; Pratama, Fery Mulya; Suryani, Nia
Jurnal PKM: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): Jurnal PkM: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jurnalpkm.v8i3.27934

Abstract

Ruang komunal ini hadir sebagai ruang interaksi antar warga di RT. 05/RW.20 Perumahan Antariksa Permai. Ruang komunal ini diharapkan bisa menjadi ruang yang menghasilkan keterkaitan yang lebih erat bagi antar warga baik bapak-bapak, ibu-ibu, para remaja, dan juga anak-anak. Ruang komunal ini juga diharapkan bisa menjadi pusat kegiatan bersama yang sifatnya untuk kepentingan bersama atau hanya sekedar tempat berinteraksi seluruh lapisan warga. Fasilitas  ini sangat dibutuhkan mempertimbangkan di RT.05 kebanyakan para istri berprofesi sebagai ibu rumah tangga, dan para suami sudah ada di rumah saat malam dan juga di akhir pekan, sehingga memiliki banyak waktu untuk berkumpul bersama tetangga dalam mengisi waktu luangnya. Interaksi saat berkumpul bersama tetangga ini diharapkan bisa mempererat hubungan antar warga sehingga memiliki keterikatan kuat dalam lingkungan ini. Tujuan ini tidak akan tercapai saat ruang komunalnya tidak tersedia secara layak. Langkah yang dilakukan dalam kegiatan ini diawali dengan tahapan observasi, diskusi lalu desain yang melibatkan perwakilan warga secara partisipatif sehingga desain yang dihasilkan bisa tepat sasaran. Setelah adanya desain ruang komunal ini, warga bisa melanjutkan kegiatan ini ke tahap pembangunan sebagai aplikasi desain ruang komunal yang sudah dirancang sebelumnya. walaupun pembangunan dilakukan secara bertahap karena keterbatasan dana, namun tujuan agar warga dapat memiliki wadah kegiatan bersama bisa tercapai.