Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Effect of Distance Learning on Computer Vision Syndrome Complaints In Students Of The Faculty of Medicine Yarsi University Class 2020 and Its Review According to the Islamic View Muhammad Ariq Yudia; Atiek Indriawati; Toto Heriyanto
Junior Medical Journal Vol 1, No 7 (2023)
Publisher : Junior Medical Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v1i7.3252

Abstract

Computer Vision Syndrome (CVS) is a group of eye and vision-related symptoms caused by prolonged use of computers, tablets, e-readers and mobile phones that cause increased stress on near vision. In the Covid-19 pandemic situation, a Muslim must make various efforts to prevent the spread of the plague. Among the efforts is to keep a distance, one example is Distance Learning. The purpose of this study was to determine the effect of distance learning on CVS complaints in YARSI University Medical Faculty students Batch 2020 and its review according to Islamic view. The type of research is descriptive observational with a cross-sectional research design. Questionnaires are distributed via google form. The research was conducted on YARSI University Medical Faculty Students Class 2020 with a total sample of 137 respondents. Data analysis was carried out univariately using SPSS ver. 25. Based on the results of the study, distance learning has an effect on CVS complaints in YARSI University Medical Faculty Students Class 2020. There is an increase in the incidence of CVS when doing distance learning based on gender, computer use, distance learning duration 6 hours a day, blinking frequency 10 times/minute, bad lighting, antiglare use, eye-to-computer distance 50 cm, monitor position above eyes, manual brightness adjustment, and negative polarity. To conclude, there is influence from distance learning on CVS complaints based on individual factors, environmental factors, and computer factors.
Tatalaksana Katarak Senilis Matur dengan Fakoemulsifikasi dan Implantasi IOL: Laporan Kasus dan Tinjauan Literatur Muhammad Faisal Reza; Gusti Kusuma Wardhani; Atiek Indriawati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5834

Abstract

Katarak senilis matur adalah kondisi oftalmologis yang berkembang akibat penuaan, menyebabkan kekeruhan lensa mata secara progresif. Penyakit ini adalah salah satu penyebab utama kebutaan di dunia, dengan prevalensi yang meningkat seiring bertambahnya usia. Faktor risiko utama yang mempengaruhi perkembangan katarak senilis matur meliputi paparan sinar ultraviolet (UV), kebiasaan merokok, serta kondisi medis seperti diabetes mellitus dan hipertensi. Katarak dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien, terutama dalam hal penglihatan. Penelitian ini menggunakan desain laporan kasus (case report) yang bertujuan mendeskripsikan secara sistematis proses diagnosis, penatalaksanaan, dan hasil klinis pada seorang pasien dengan katarak senilis matur. Metode laporan kasus dipilih karena kondisi pasien menunjukkan karakteristik klinis yang khas, perkembangan keluhan yang progresif, serta respons yang representatif terhadap prosedur fakoemulsifikasi, sehingga dapat memberikan kontribusi ilmiah terhadap praktik oftalmologi klinis. Pasien, Tn. D, seorang pria berusia 75 tahun, datang ke Poli Mata RS YARSI pada tanggal 10 Februari 2025 dengan keluhan penglihatan kabur pada mata kanan yang sudah berlangsung selama 8 bulan terakhir. Pasien melaporkan bahwa penglihatannya semakin memburuk dalam dua bulan terakhir, dengan keluhan silau yang semakin berat saat terpapar sinar matahari. Pemeriksaan fisik menunjukkan visus 1/300 pada mata kanan, serta kekeruhan homogen pada lensa mata kanan tanpa iris shadow yang mengarah pada diagnosis katarak senilis matur. Keberhasilan operasi ini sangat bergantung pada usia pasien, kondisi kesehatan umum, serta penanganan pascaoperasi yang optimal. Pembedahan yang tepat dapat meningkatkan kualitas hidup pasien secara signifikan, terutama dalam hal penglihatan yang lebih jelas dan bebas dari gangguan katarak.
Tatalaksana Katarak Senilis Matur dengan Fakoemulsifikasi dan Implantasi IOL: Laporan Kasus dan Tinjauan Literatur Muhamad Faisal Reza; Gustri Kusuma Wardhani; Atiek Indriawati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5856

Abstract

Katarak senilis matur adalah kondisi oftalmologis yang berkembang akibat penuaan, menyebabkan kekeruhan lensa mata secara progresif. Penyakit ini adalah salah satu penyebab utama kebutaan di dunia, dengan prevalensi yang meningkat seiring bertambahnya usia. Faktor risiko utama yang mempengaruhi perkembangan katarak senilis matur meliputi paparan sinar ultraviolet (UV), kebiasaan merokok, serta kondisi medis seperti diabetes mellitus dan hipertensi. Katarak dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien, terutama dalam hal penglihatan. Penelitian ini menggunakan desain laporan kasus (case report) yang bertujuan mendeskripsikan secara sistematis proses diagnosis, penatalaksanaan, dan hasil klinis pada seorang pasien dengan katarak senilis matur. Metode laporan kasus dipilih karena kondisi pasien menunjukkan karakteristik klinis yang khas, perkembangan keluhan yang progresif, serta respons yang representatif terhadap prosedur fakoemulsifikasi, sehingga dapat memberikan kontribusi ilmiah terhadap praktik oftalmologi klinis. Pasien, Tn. D, seorang pria berusia 75 tahun, datang ke Poli Mata RS YARSI pada tanggal 10 Februari 2025 dengan keluhan penglihatan kabur pada mata kanan yang sudah berlangsung selama 8 bulan terakhir. Pasien melaporkan bahwa penglihatannya semakin memburuk dalam dua bulan terakhir, dengan keluhan silau yang semakin berat saat terpapar sinar matahari. Pemeriksaan fisik menunjukkan visus 1/300 pada mata kanan, serta kekeruhan homogen pada lensa mata kanan tanpa iris shadow yang mengarah pada diagnosis katarak senilis matur. Keberhasilan operasi ini sangat bergantung pada usia pasien, kondisi kesehatan umum, serta penanganan pascaoperasi yang optimal. Pembedahan yang tepat dapat meningkatkan kualitas hidup pasien secara signifikan, terutama dalam hal penglihatan yang lebih jelas dan bebas dari gangguan katarak.