Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tatalaksana Katarak Senilis Matur dengan Fakoemulsifikasi dan Implantasi IOL: Laporan Kasus dan Tinjauan Literatur Muhamad Faisal Reza; Gustri Kusuma Wardhani; Atiek Indriawati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5856

Abstract

Katarak senilis matur adalah kondisi oftalmologis yang berkembang akibat penuaan, menyebabkan kekeruhan lensa mata secara progresif. Penyakit ini adalah salah satu penyebab utama kebutaan di dunia, dengan prevalensi yang meningkat seiring bertambahnya usia. Faktor risiko utama yang mempengaruhi perkembangan katarak senilis matur meliputi paparan sinar ultraviolet (UV), kebiasaan merokok, serta kondisi medis seperti diabetes mellitus dan hipertensi. Katarak dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien, terutama dalam hal penglihatan. Penelitian ini menggunakan desain laporan kasus (case report) yang bertujuan mendeskripsikan secara sistematis proses diagnosis, penatalaksanaan, dan hasil klinis pada seorang pasien dengan katarak senilis matur. Metode laporan kasus dipilih karena kondisi pasien menunjukkan karakteristik klinis yang khas, perkembangan keluhan yang progresif, serta respons yang representatif terhadap prosedur fakoemulsifikasi, sehingga dapat memberikan kontribusi ilmiah terhadap praktik oftalmologi klinis. Pasien, Tn. D, seorang pria berusia 75 tahun, datang ke Poli Mata RS YARSI pada tanggal 10 Februari 2025 dengan keluhan penglihatan kabur pada mata kanan yang sudah berlangsung selama 8 bulan terakhir. Pasien melaporkan bahwa penglihatannya semakin memburuk dalam dua bulan terakhir, dengan keluhan silau yang semakin berat saat terpapar sinar matahari. Pemeriksaan fisik menunjukkan visus 1/300 pada mata kanan, serta kekeruhan homogen pada lensa mata kanan tanpa iris shadow yang mengarah pada diagnosis katarak senilis matur. Keberhasilan operasi ini sangat bergantung pada usia pasien, kondisi kesehatan umum, serta penanganan pascaoperasi yang optimal. Pembedahan yang tepat dapat meningkatkan kualitas hidup pasien secara signifikan, terutama dalam hal penglihatan yang lebih jelas dan bebas dari gangguan katarak.
Tinjauan Pustaka: Graves’ Ophthalmopathy Sebagai Manifestasi Penyakit Graves Ayudia Citra Khairani; Gustri Kusuma Wardhani; Saskia Nassa Mokoginta
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 1 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i1.2962

Abstract

Graves’ ophthalmopathy (GO), also known as thyroid eye disease, is the most common extrathyroidal autoimmune manifestation of Graves’ disease, significantly affecting visual function and patients’ quality of life. It is characterized by progressive inflammation of the extraocular muscles, orbital fat, and connective tissue, leading to proptosis, diplopia, and optic neuropathy. The pathogenesis of GO involves complex interactions among genetic, immunologic, and environmental factors, with antibodies against the thyroid-stimulating hormone receptor (TSHR-Ab) and insulin-like growth factor-1 receptor (IGF-1R) as major triggers. Diagnosis is based on clinical evaluation, thyroid function testing, and imaging such as MRI or CT scans. Management includes thyroid function control, systemic glucocorticoids, immunosuppressive therapy, radiotherapy, and orbital decompression surgery in severe cases. The prognosis varies depending on early detection, disease severity, and treatment response. Preventive strategies include smoking cessation, maintaining euthyroid status, and early detection using inflammatory biomarkers and advanced imaging technologies.