Muhammad Afdal
Universitas Muhammadiyah Makassar

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perubahan Sosial Ekonomi Masyarakat Pasca Kehadiran Perumahan (Studi Di Kelurahan Bontoala Kec.Pallangga Kab.Gowa) Rinaldi Rinaldi; Rahmat Nur; Muhammad Afdal; Fatmawati Fatmawati
PADARINGAN (Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi) Vol 6, No 3 (2024): PADARINGAN : Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/pn.v6i3.10201

Abstract

Social change is a reality that cannot be avoided by a society, including urban communities. Many factors drive social change, one of which is housing development. Housing development not only has an impact on the narrowing of urban land, but also brings socio-economic changes to the surrounding community. Because, housing development indirectly allows immigrant communities to bring values acculturated with the local community which has implications for changes in social structure. The purpose of this study was to examine how the socio-economic changes in the community after housing construction in the Bontoala Village, Pallangga District, Gowa Regency. This research uses a type of qualitative research with a descriptive qualitative approach. Collecting data through observation (observation) and interviews. Data analysis techniques through data reduction, data presentation, data interpretation, and conclusions. The results of this study indicate that the socio-economic changes in the community after housing construction in the Bontoala Village, Surabaya City, namely; First, a change in mindset, that is, what was originally irrational became a rational society. Second, changes in the behavior or lifestyle of the Bontoala people who tend to have a consumptive lifestyle. Third, changes in the livelihoods of the Bontoala people, which were originally in the agricultural sector, shifted to trade, industry and services. Fourth, changes in the function of the house, after housing construction, the function of the house is not only as a place to live, but also as an economic activity.
Tradisi Mappalili sebagai Penguat Solidaritas Sosial Petani di Desa Mattiro Ade, Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang Rinaldi Rinaldi; Lukman Ismail; Suardi Suardi; Syarifuddin Syarifuddin; Muhammad Afdal; Nabila Khaerunnisa
ETIC (EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL) Vol. 3 No. 4 (2026): (MAY) ETIC (EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Sosiologi Unima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/py4s4v47

Abstract

Tradisi Mappalili merupakan salah satu bentuk kearifan lokal Suku Bugis yang masih dipertahankan oleh masyarakat agraris di Desa Mattiro Ade, Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis prosesi ritual Mappalili dan kontribusinya dalam meningkatkan solidaritas sosial di kalangan petani di tengah arus modernisasi pertanian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan tokoh adat, tokoh masyarakat, dan petani, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Mappalili bukan sekadar ritual mekanis penanda dimulainya musim tanam (turun sawah), melainkan sebuah instrumen perekat sosial. Solidaritas sosial yang terbangun termanifestasi dalam tiga tahapan utama: pra-acara melalui musyawarah mufakat (tudang sipulung), pelaksanaan melalui gotong royong pembersihan saluran irigasi dan ritual doa, serta pasca-acara melalui makan bersama (sokko dan pallise). Nilai-nilai kebersamaan, kesetaraan, dan keterikatan emosional dalam tradisi ini berhasil meminimalisir potensi konflik horizontal antar petani terkait pembagian air irigasi dan batas lahan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan desa berbasis integrasi sosial.
Siri' na Pacce sebagai Landasan Kehidupan Masyarakat Bontojai Kecamatan Bontocani Kabupaten Bone Rinaldi Rinaldi; Lukman Ismail; Suardi Suardi; Syarifuddin Syarifuddin; Muhammad Afdal
Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JELAS) Vol 3 No 2 (2026): (JULY) Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JELAS)
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/qznqkk55

Abstract

Siri' na Pacce merupakan salah satu kearifan lokal yang menjadi falsafah hidup masyarakat Bugis dan masih dijunjung tinggi dalam kehidupan sosial masyarakat di berbagai wilayah Sulawesi Selatan, termasuk di Desa Bontojai, Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone. Nilai siri' mengandung makna harga diri, kehormatan, dan martabat yang harus dijaga oleh setiap individu, sedangkan pacce mengandung makna empati, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran Siri' na Pacce sebagai landasan kehidupan masyarakat Bontojai dalam membangun hubungan sosial, menjaga keharmonisan masyarakat, serta mempertahankan identitas budaya lokal di tengah perkembangan zaman. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui studi pustaka dan pengumpulan data lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Siri' na Pacce masih menjadi pedoman dalam kehidupan masyarakat Bontojai, tercermin dalam sikap saling menghormati, gotong royong, kepedulian sosial, penyelesaian konflik secara kekeluargaan, serta penghormatan terhadap adat dan norma yang berlaku. Nilai tersebut juga berfungsi sebagai pengontrol perilaku sosial sekaligus memperkuat solidaritas dan persatuan masyarakat. Dengan demikian, Siri' na Pacce tidak hanya berperan sebagai warisan budaya, tetapi juga menjadi fondasi moral yang menjaga keberlangsungan kehidupan sosial masyarakat Bontojai.