Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Integrated Model of Character Education Development Based on Moral Integrative to Prevent Character Value Breaches Rahmat Nur; Suardi .; Nursalam .; Hasnah Kanji
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 13, No 1 (2021): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (782.482 KB) | DOI: 10.35445/alishlah.v13i1.272

Abstract

This research aims to produce a model of strengthening character education in university. This study's substance problem is students' bad behavior, so it requires a more comprehensive model of supporting character education. The research used a mix-method. It is a combination of qualitative methods and quantitative methods. The qualitative research instrument uses the researcher himself as the main instrument, while the quantitative tool uses a validated questionnaire. Qualitative research uses purposive sampling and random sampling techniques for quantitative research data collection techniques using interviews, observation, questionnaires, and documentation. The qualitative data analysis stages were carried out by starting to reduce data, display data, and verify data. The research results on the integration model of character education development developed at the University of Muhammadiyah Makassar are integrated with moral integrations, namely knowing, feeling, sinverbal, action, habitus, and culture (KFSAHC) to prevent violations of character values.
Edukasi Cerdas Dalam Konsumsi Bagi Para Penggemar Anime Jepang Reski P; Rahmat Nur; Yuli Apriati; Sang Putri Sidik
Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 1 (2022): Januari
Publisher : Edumedia Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.37 KB) | DOI: 10.55824/jpm.v1i1.15

Abstract

Pengabdian pada masyarakat ini bertujuan memberikan Edukasi Cerdas dalam konsumsi bagi para Penggemar Anime Jepang di Kelurahan Antasan Kecil Timur, Kota Banjarmasin. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan dua metode yaitu: 1. Metode Ceramah, digunakan untuk memaparkan materi yang telah disusun oleh tim pengabdian mengenai Cerdas dalam konsumsi bagi para Penggemar Anime Jepang. Metode Tanya Jawab, digunakan untuk merespon sejauh mana tingkat pemahaman peserta seputar materi yang telah disusun oleh tim pengabdian mengenai cara Cerdas dalam konsumsi bagi para Penggemar Anime Jepang. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini berhasil dilakukan oleh tim pengabdian dengan antusias peserta pengabdian dan juga dari angket yang diisi oleh peserta dengan mayoritas merasa sangat puas dengan kegiatan pengabdian yang telah dilakukan oleh tim pengabdian. Diharapkan diharapkan edukasi mengenai cerdas dalam konsumsi ini tetap berlanjut dengan sasaran mitra yang lebih luas lagi mengingat dari dampak negatif perilaku konsumtif ini sehingga perlu cara-cara cerdas untuk bisa menghindari perilaku tersebut.
Model of Strengthening Students' Intelligent Character in Facing Changes in Society in the Industrial Revolution Era Suardi Suardi; Nursalam Nursalam; Israpil Israpil; Hasnah Kanji; Rahmat Nur
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 14, No 2 (2022): AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.384 KB) | DOI: 10.35445/alishlah.v14i2.1061

Abstract

This research aims to analyze the model of strengthening intelligent character for students in facing changes in society in the industrial revolution era. The method used is mixed methods concurrent embedded, qualitative method informants using purposive sampling are ten people, while quantitative research respondents use simple random sampling totalling 100 respondents. The data collection technique used is the distribution of closed model questionnaires, direct observation, guided interviews and documentation. The findings obtained are that the moral integrative model strengthens the intelligent character of students, namely active students, logical thinking, dynamic, analytical, aspirational, creative, anticipatory, open-minded, progressive thinking and looking for solutions. The next recommendation is to develop a moral integrative model on more specific intelligent characters.
Penggunaan Smartphone Sebagai Sumber Belajar Anak Pada Masa Covid-19 di Komplek Bulakindo Kota Banjarmasin Rahmat Nur; Fatimah Azis; Yuli Apriati
Aksiologi : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol 1, No 2 (2021): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/aksiologi.v1i2.17

Abstract

Perkembangan teknologi handphone dapat dilihat dari terobosan handphone jenis baru yang lebih canggih yaitu smartphone. Zaman sekarang smartphone menjadi barang penting dalam kegiatan sehari-hari termasuk kegiatan pembelajaran. Informan sebagai sumber informasi dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Penggalian data dilakukan dengan observasi, wawancara secara mendalam (in-depth interview) terhadap informan yang telah terpilih dan Catatan harian merupakan salah satu sumber  data yang penting di dalam penelitian yang  digunakan. Hasil penelitian akan dianalisis dengan analisis fenomenologi.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa:(1) fungsi smartphone sebagai sumber belajar dimasa Pandemi covid 19 yaitu dapat berfungsi sebagai alat komunikasi untuk untuk proses pembelajaran, Membantu guru dan anak-anak  dalam mengajar dan mengerjakan atau menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru; (2) respon anak-anak  menyukai smartphone digunakan sebagai sumber belajar karena mudah untuk digunakan dan cepat untuk menemukan jawaban yang dicari; anak-anak  banyak mengajukan pertanyaan kepada guru karena anak-anak  bingung menemukan jawaban yang cocok dan bahasa yang sulit dipahami. Respon guru selalu mengawasi anak-anak  saat mengunakan smartphone untuk melakukan browsing di internet
The Integration Model of the Development of Student Religious Character Education Based on Integrative Morals in Higher Education Rahmat Nur; Suardi Suardi; Nursalam Nursalam; Hasnah Kanji
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 6, No 1 (2021): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v6i1.4692

Abstract

Abstract. The substance problem in this study is the demoralization of the religious character of students, so it requires a more comprehensive model of strengthening character education. The research objective is to produce an integrated model for the development of moral integrative-based religious character education. The research used a mix-method, namely a combination of qualitative methods and quantitative methods. The qualitative research instrument uses the researcher himself as the main instrument while the quantitative instrument uses a validated questionnaire. Research informants, qualitative research using purposive sampling and random sampling techniques for quantitative research. Data collection techniques using interview techniques, observation techniques, questionnaire techniques and documentation techniques. The stages of qualitative data analysis were carried out by starting to reduce data, display data, and verify data. The results of the research on the integration model of the development of religious character education that has been developed at the University of Muhammadiyah Makassar are integrated with the moral integrative, namely knowing, feeling, sinverbal, action, habitus and culture to instill religious character in students in six moral levels starting from moral knowing, moral feeling, moral. sinverbal, moral action, moral habitus and moral culture at the student and academic community level at the University of Muhammadiyah Makassar.Keywords: Character Education, Moral sinverbal, Moral habitus, Moral culture, StudentsAbstrak.  Masalah substansi pada penelitian ini adalah demoralisasi karakter religius mahasiswa, sehingga membutuhkan suatu model penguatan Pendidikan karakter yang lebih komprehensif. Tujuan penelitian menghasilkan model integrasi pengembangan pendidikan karakter religius berbasis integratif moral. Penelitian menggunakan mix-method yaitu metode kombinasi metode kualitatif dan metode kuantitatif. Instrumen penelitian kualitatif menggunakan peneliti sendiri sebagai instrumen utama sedangkan instrumen kuantitatif menggunakan angket, yang sudah divalidasi. Informan penelitian, penelitian kualitatif menggunakan purposive sampling dan teknik random sampling untuk penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, teknik observasi, teknik angket dan teknik dokumentasi. Tahapan analisis data kualitatif dilakukan mulai mereduksi data, mendisplay data, dan melakukan verifikasi data. Hasil penelitian model integrasi pengembangan pendidikan karakter religius yang telah dikembangkan di Universitas Muhammadiyah Makassar terintegrasi dengan integratif moral yaitu knowing, feeling, sinverbal, action, habitus dan culture untuk menanamkan karakter religius kepada mahasiswa dalam enam tingkatan moral mulai dari moral knowing, moral feeling, moral sinverbal, moral action, moral habitus dan moral culture pada level mahasiswa dan civitas akademika Universitas Muhammadiyah Makassar.Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Moral sinverbal, Moral habitus, Moral culture, Mahasiswa
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN DARING PADA PEMBELAJARAN TEMATIK DI MASA PANDEMI KELAS IV SD NEGERI 001 BATU PUTIH Muhlis, Elsawa Vira Erlina, Sukriadi , La Djangka , Rahmat Nur
PADARINGAN (Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi) Vol 4, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.474 KB) | DOI: 10.20527/padaringan.v4i1.4701

Abstract

Tujuan penelitian ini, yaitu 1). Untuk mengetahui bagaimana mengimplementasikan model pembelajaran daring pada pembelajaran tematik. 2). Untuk mengetahui Faktor apa saja yang menjadi penghambat implementasi pembelajaran daring pada pembelajaran tematik. 3). Faktor apa saja yang menjadi pendukung dalam proses pembelajaran daring pada pembelajaran tematik pada masa pandemic covid-19 di kelas IV SD Negeri 001 Batu Putih. Penelitian  ini merupakan penelitian kualitatif dengan teknik analisis deskriptif. Analisis data hasil penelitian diperoleh dari proses mencari dan menyusun secara sistematis, data yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara dan lapangan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, 1). Implementasi model pembelajaran daring pada kelas IV yaitu dengan memanfaatkan beberapa aplikasi yaitu, Whatsapp dan Kine master, evaluasi lembar kerja tertulis yang dapat dikumpulkan langsung ke sekolah. 2). Faktor penghambat dalam implementasi pembelajaran daring yaitu, kurangnya efektifitas dan efisiensi waktu, minimnya antusias siswa dan minimnya siswa akan pemahaman materi. 3). Faktor pendukung pembelajaran daring yaitu, sekolah memfasilitasi kuota untuk guru di sekolah, dan kuota internet gratis diberikan kepada siswa.
Penerapan Model Pembelajaran Tematik Pada Mata Pelajaran Sosiologi Siswa Kelas XII IPS SMAN 1 Sungguminasa Kabupaten Gowa Rahmat Nur
PADARINGAN (Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi) Vol 2, No 3 (2020): (September)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.176 KB) | DOI: 10.20527/padaringan.v2i3.2434

Abstract

Jenis penelitian yang digunakan adalah  deskriptif- kualitatif dalam bentuk metode studi kasus. Dalam pengumpulan data. Data yang diperoleh melalui dua sumber yaitu informan dan dokumen. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, penilaian proses belajar dan dokumentasi yang dipilih dengan teknik purposive. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan menggunakan konsep Miles dan Huberman.Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: (1) mulai dari perencanaan, menentukan tema, pelaksanaan, penilaian pembelajaran tematik pada mata pelajaran Sosiologi, dapat menunjukkan  bahwa (a) semua guru telah membuat RPP dengan baik sesuai dengan standar prosedural dan standar isi, (b) guru membuat RPP pada kelas XII satu kali sekaligus dalam satu semester membuat RPP dari barbagai tema yang sudah ada dalam silabus kemudian dikembangkan menjadi anak tema, (e) guru dapat bekerja sama dengan siswa dalam menentukan tema sehingga sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa, (f) guru menentukan tema pembelajaran tematik sebagai pemersatu dari standar kompetensi setiap mata pelajaran yang dipadukan.  (2) pelaksanaan model pembelajaran tematik terhadap penerapan metode dapat menunjukkan bahwa dalam pembelajaran tematik guru menggunakan metode ceramah, metode diskusi, metode tanya jawab, dan metode demonstrasi sudah efektif dan efisien. (3) pelaksanaan model pembelajaran tematik terhadapsarana media, alat peraga, buku wajib, buku penunjang dapat menunjukkan bahwa (a) media, dan alat peraga menjadi substansi untuk memudahkan siswa memahami materi pelajaran yang disampaikan oleh guru dapat diserap oleh mata dan telinga membantu guru agar proses belajar mengajar siswa lebih efektif dan efisien,(b) sarana, media, alat peraga, buku wajib, buku penunjang dapat mencapai sekitar 80% pengaruhnya untuk membantu guru dan siswa dalam proses pembelajaran. 
INTEGRASI NILAI KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN SOSIOLOGI DI KELAS XII IPS 2 SMA MUHAMMADIYAH DI SAMAKAN WILAYAH SUL-SEL KOTA MAKASSAR Rahmat Nur
PADARINGAN (Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi) Vol 2, No 1 (2020): (Januari )
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.641 KB) | DOI: 10.20527/padaringan.v2i1.1618

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1). Gambaran umum SMA Muhammadiyah Disamakan Wilayah Sul-Sel kota Makassar (2) Deskripsi pengintegrasian nilai-nilai karakter peserta didik dalam pembelajaran Sosiologi di kelas XII IPS 2 SMA Muhammadiyah Disamakan Wilayah Sul-Sel kota Makassar, (3) Bentuk penilaian nilai-nilai  karakter peserta didik dalam pembelajaran IPS di kelas XII IPS 2 SMA Muhammadiyah Disamakan Wilayah Sul-Sel kota Makassar, (4) Faktor pendukung dan penghambat pengintegrasian nilai-nilai karakter dalam pembelajaran Sosiologi di kelas XII IPS 2 SMA Muhammadiyah Disamakan Wilayah Sul-Sel kota Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah  deskriptif kualitatif.. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: (1) Pengintegrasian nilai-nilai karakter dalam pembelajaran Sosiologi  di kelas XII IPS 2 di lakukan beberapa tahap  pertama, pada kegiatan awal adalah membudayakan berdoa sebelum belajar. Nilai karakter yang muncul adalah nilai religius. Kedua, pada kegiatan inti nilai karakter yang muncul adalah nilai rasa ingin tahu dan bersahabat ,Ketiga, guru menutup pelajaran dengan membaca do’a.nilai karakter yang muncul adalah nilai religius (2) Bentuk  penilaian nilai-nilai  karakter dalam pembelajaran IPS adalah didasarkan pada indikator yang telah ditentukan yaitu indikator untuk nilai rasa ingin tahu, disiplin, bertanggung jawab, dan peduli lingkungan. (3) Faktor pendukungnya adalah karena adanya Adanya paradigma dan komitmen yang sama antara kepala sekolah dan guru tentang pengintegrasian nilai-nilai karakter dalam pembelajaran sedangkan faktor penghambat pengintegrasian nilai-nilai karakter adalah kurangnya kesadaran diri yang tinggi dari peserta didik, kurangnya perhatian orang tua yang masih belum memahami secara maksimal tentang pentingnya dukungan orang tua dalam membangun karakter anaknya di rumah, kreatifitas guru dalam dalam mengembangkan media pembelajaran masih terbatas dikarenakan persiapan media setiap harinya membutuhkan banyak waktu, tenaga dan pikiran. 
Sosialisasi Penjernih Air Dengan Penggunaan Bahan Sederhana Di Desa Sungai Kali Kec. Barambai Kab. Barito Kuala – Kalimantan Selatan Rahmat Nur; Syahlan Mattiro, Ahmad Rizky,M. Ari Saputro, Miftahul Jannah
PADARINGAN (Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi) Vol 2, No 2 (2020): (MEI)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.553 KB) | DOI: 10.20527/padaringan.v2i2.2154

Abstract

Desa Sungai Kali Kecamatan Barambai Kabupaten Barito Kuala merupakan salah satu Desa dengan kategori masuk desa Bantaran Sungai. Banyaknya permasalahan air bersih yang ada di dunia. Tidak terkecuali di Desa ini yang terkenal dengan penggunaan air sungai untuk keperluan sehari-hari ternyata sudah barang tentu harus mulai dipikirkan kualitas dari air sungai tersebut, apakah sudah mulai mengalami pencemaran atau tidak sehingga masih layak untuk dikonsumsi masyarakat. Alat penjernih air adalah alat yang digunakan untuk menjalankan proses menjernihkan air dari berbagai partikel seperti lumpur dan pencemar-pencemar lainnya. Sekarang ini sudah banyak alat-alat penyaring air bersih yang canggih. Tidak hanya di luar negeri, namun juga di dalam negeri. Namun sekarang sudah ada alat penjernih air yang lebih murah dan mudah dalam pembuatannya serta dalam perawataanya sekalipun. Dari hasil kegiatan pengabdian yang dilakukan melalui sosialisasi langsung dengan masyarakat di Desa Sungai Kali Kec. Barambai Kab. Barito Kuala, mengenai pengolahan Pembersih/Penjernih Air sederhana dengan memanfaatkan bahan-bahan yang dapat langsung kita peroleh di lingkungan masyarakat. Bahan-bahan yang digunakan tidak sulit untuk mendapatkannya, bahkan bahan-bahan tersebut dapat berupa buangan limbah masyarakat, misalnya Botol Aqua, Pipa Plastik air dan sebagainya. Kesederhanaan Pengabdian dengan menggunakan barang-barang bekas sisa konsumsi masyarakat diharapkan pengetahuan masyarakat yang sederhana pula tentang bagaimana cara atau proses menghasilkan air jernih secara sederhan.
PENGUATAN MOTIVASI PENDIDIKAN ANAK DI LINGKUNGAN KELUARGA PEMULUNG KAWASAN HANDIL PALUNG TEMPAT PENGELOLAAN AKHIR (TPA) BASIRIH KOTA BANJARMASIN Cucu Widaty; Syahlan Mattiro; Rahmat Nur
JPM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2021): Juli-Desember 2021
Publisher : Pusat Pengabdian Masyarakat (PPM) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.127 KB) | DOI: 10.32332/d.v3i2.3374

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat tentang penguatan motivasi pendidikan anak di lingkungan keluarga pemulung Kawasan Handil Palung tempat pengelolaan akhir Basirih Banjarmasin, pengabdian ini merupakan salah satu bentuk ketertarikan tim pengabdian dari Pendidikan Sosiologi ULM dalam permasalahan pendidikan pada pemulung anak-anak. Tujuan pengabdian ini adalah orangtua pemulung memiliki pemahaman tentang pentingnya pendidikan dalam mendorong anaknya belajar serta anak-anak pemulung memiliki motivasi tinggi bersekolah guna mengembangkan keahlian dan keterampilan yang dimiliki, meningkatkan taraf hidup, serta membentuk generasi yang berkarakter. Metode yang digunakan adalah menonton video, ceramah, diskusi, dan evaluasi hasil akhir. Sasaran utama dalam pengabdian ini adalah keluarga pemulung serta anak-anak pemulung. Seluruh peserta terdiri dari 14 peserta, yaitu 4 orang tua dan 10 orang anak-anak. Pelaksanaan kegiatan dimulai dengan menonton video bertema pendidikan, pemaparan materi seputar sekolah, pendidikan, beasiswa. Pada sesi akhir kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan sharing. Pada kegiatan ini tim mencoba mendengarkan keluhan para peserta dan mencari tahu apa tujuan dan impian para pemulung terhadap pendidikan anak-anak mereka, selain itu tim memberikan dorongan dengan kata-kata positif yang membangun pada keluarga pemulung, menawarkan solusi dalam masalah seputar pendidikan yang dialami oleh keluarga pemulung, serta memberikan informasi dan peluang-peluang beasiswa bagi anak-anak pemulung. Tim juga berusaha membangun kepercayaan diri pada anak-anak pemulung untuk tetap terus bersekolah. Peran yang dapat di lakukan oleh orang tua dalam menunjang motivasi serta mendorong anak untuk sekolah yakni, memberikan fasilitas tempat belajar yang nyaman di rumah untuk anak, memberikan sarana pembalajaran berupa buku-buku sekolah yang dibutuhkan anak, lebih mengatur waktu kegiatan anak, dan memperhatikan aktivitas anak di rumah maupun di sekolah.